Kamis, 29 Desember 2011

“Positifkan Mindsetmu…!”


Halo, halo, apa kabar sahabat saat ini?
Sehat, cerdas dan Gembira !!!
Luaaarrrr biasaaa…

Itulah perkataan yang seharusnya kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. 70% air yang ada didalam tubuh akan membentuk Kristal yang sangat indah dan mempesona. Sehingga respon tubuhpun terhadap kehidupan selalu positif dan penuh semangat. Itu pulalah yel-yel yang sering Mr lontarkan pada saat seminar maupun training motivasi berlangsung. Dimaksudkan dengan jawaban sehat, cerdas dan gembira artinya fisik kita selalu sehat, kalaupun bekerja, bekerja dengan sehat, otak kita selalu cerdas,tepatnya belajar dengan cerdas dan gembira merupakan keadaan hati yang bahagia, dimaksudkan disini supaya keadaan hatinya selalu ikhlas dalam beramal. Pada pembahasan kali ini Mr akan mecoba membahas mengenai apa itu mindset? Dan bagaimana mindset itu terbentuk? Serta apa gunanya mindset untuk kita?

“Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, Mulailah dengan mengubah persepsi Anda”
--(Dr. Ibrahim Elfiky)--

Mengenai penjelasan ini, Mr mengambil satu kutipan seorang maestro motivator muslim dunia yang amat terkenal, yaitu Dr Ibrahim Elfiky, dari Kanada, ia berpendapat bahwa dengan persepsi atau mindset ataupun cara pandang kita bisa mengubah kehidupan kita menjadi apapun. Menjadi yang kita inginkan. Dengan persepsi atau mindset inilah yang akan membawa keadaan hidup kita senang atau susah, bahagia atau sengsara, sukses atau gagal, berprilaku positive atau negatif, dan merespon baik atau jahat.
Ketika mengajar, Mr melakukan penelitian kecil tentang Mindset ini. Penelitian dilakukan kepada dua orang anak yang setiap hari Mr kasih pembelajaran yang sama. Sebut saja anak pertama si A dan anak kedua si B. Dari awal Mr meneliti mengenai cara pandangnya terhadap pelajaran matematika. Yang pada awalnya kedua anak tersebut berbeda cara pandang. Kemudian disela-sela waktu tidak mengajar atau istirahat, Mr coba ngobrol dengan si A dan begitupula selang beberapa hari ngobrol dengan si B.
Cara bicara mereka berdua berbeda ketika Mr tanyakan mengenai pelajaran matematika. Si A menjawab dengan sangat semangat, dan antusias,”Saya senang Mr bisa belajar matematika, bisa menghitung, mengukur dan menimbang.” “apa yang membuatmu senang nak?”, “saya seneng karena matematika itu ternyata mudah, tidak sesulit yang dibayangkan atau kata orang”. “Apa kamu yakin bisa dalam matematika?”,”Ya Mr, saya yakin, orang saya semangat kalo mengikuti pelajaran matematika”.
Nah yang kedua si B mengatakan “Mr, matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, banyak rumus dan angka. Stress saya dibuatnya”, “Sesulit itukah?”, “iya Mr, malahan saya enggak seneng dengan matematika”. Setelah didapatkan data itu Mr selidiki keduanya. Ketika ada tes matematika si A bersikap antusias dan senang. Maka dari itu nilainya juga di atas rata-rata. Sedangkan si B nilainya dibawah rata-rata bahkan sangat minim. Ia mengeluh dan putus asa dengan matematika.
Dari contoh ini kita bisa mengambil hikmah bahwa mindset atau cara pandang seseorang menentukan keadaan kedepannya. Terutama berpengaruh pada diri sendiri dan kenyataan hidup. Karena cara pandang anak A itu baik terhadap matematika, baguslah segala sesuatu mengenai matematika. Sedangkan anak B cara pandangnya negatif, akibatnya timbul rasa malas dan putus asa pada dirinya yang membuat matematika memang sulit dan menyulitkan.
So, mindset adalah bagaimana cara kita memandang segala sesuatu. Ketika kita berfikir “BISA” maka insya Allah bisa, namun begitupun sebaliknya saat kita berfikir “TIDAK BISA” maka tidak bisa. Aplikasinya dalam kehidupan sangat berpengaruh bagaimana kita melihat suatu permasalahan. Orang yang punya mindset positif, dia akan menganggap masalah itu adalah tantangan yang harus dikalahkan dan diselesaikan bukan lari daripadanya.
”Jika ia mendapat kebaikan ia bersyukur dan itu baik baginya, dan jika ia mendapat musibah ia bersabar, dan itupun baik baginya.”
--(H.R Muslim)--
Bagi mereka yang bermindset negative akan menderita karena selalu takut dan menyesali setiap permasalahan yang ada dalam hidupnya. Dan ingatlah sahabat, orang yang berpikiran negative rasa-rasanya sulit sekali untuk mendapatkan kebahagiaan hidup. Jadilah kita salah satu orang yang bermindset positif.
Setujuuuuu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar