Kamis, 29 Desember 2011

--(Memaafkan)--




…dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
--(Q.S At-Taghaabun ayat 14)--

Merujuk dari ayat di atas, Tuhan saja maha pengampun kenapa kita sebagai makhluknya terkadang sering tidak bisa memaafkan sesama. Sekejam apapun orang berbuat aniaya terhadap kita, janganlah dibuat dendam karena itu akan menyiksa diri kita sendiri. Hidup jadi terus memikirkan dia bukan memikirkan diri sendiri. Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.
Sok aja rasakan kalo kita lagi dendam pada seseorang atau lagi marah misalnya, waktu kita terbuang Cuma-Cuma kan hanya untuk memikirkan dia. Siapa coba yang rugi? Ya diri kita sendiri. Coba maafkan, ikhlaskan, hati dan pikiran kita insya Allah tenang, tentram dan nyaman.
Ada teman kalian yang konsultasi dengan Mr, dia marah bener pada teman sekelasnya yang telah menertawakan dia saat salah dalam mengerjakan soal di depan kelas yang di suruh oleh guru mata pelajaran. Akhirnya dia marah dan sampai 3 minggu berlangsung sebelum proses terapi dilakukan ia masih memendam amarah yang menggebu itu. Hidupnya tersiksa. Saat ketemu dia dijalan, huh udah dia memalingkan diri dan mencari jalan lain, saat ketemu dikelas dia super cuek dan bahkan tidak mau kenal lagi, saat kerja kelompok walaupun pura-pura baik dan kerjasama tapi hatinya menggerutu terus dan ngomongin kejelekan dia. Akhirnya dia datang sama Mr dan di terapi.
Alhamdulillah, setelah proses hypnoteraphy dia sedar kalo fokus terus pada kemarahan, dia tidak akan merasakan kebahagiaan dalam dunia sekolah. Hari harinya pasti akan penuh kebencian dan memang itu yang dirasakan sebelumnya. Akhirnya Mr ajak dia untuk memilki sifat pemaaf. Dan akhirnya diapun menurut dan perkembangan hidupnya disekolah makin ceria dan bahagia. Tak luput senyuman yang cerah menghiasi wajahnya saat bertemu dengan Mr.
Di Negara Amerika sana diadakan penelitian, yang katanya seperti ini: bahwa pelepasan hormone stress, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Fiuuuhhhh (menghela nafas panjang) gawat banget ya… coba deh perhatiin orang yang suka marah-marah dan sensitive terhadap kesalahan orang lain, penyakit yang dideritanya kebanyakan serangan jantung dan darah tinggi. Kalo enggak percaya buktikan saja sendiri! Kan enggak ada ceritanya orang marah-marah terus penyakitnya bisulan, hahaha. Ono-ono wae.
Ketika marah detak jantung melebihi batas wajar dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung. Apakah teman-teman mau terkena serangan jantung? Enggak kan. Makanya cobalah belajar memaafkan. Karena dengan memaafkan selain akan membuat hati dan pikiran kita tenang dan tentram, juga membuat orang lain kagum dan senang terhadap pribadi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar