MAKALAH
ATOM, UNSUR, DAN SENYAWA
![]() |
Nama
:
Kelas :
Kata
Pengantar
Salam sejahtera bagi kita, karena
berkat-Nya kita bisa hidup di zaman yang serba modern ini dengan sehat
sejahtera.Sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak
kita untuk mempelajari sedikit hal mengenai atom,unsur, dan senyawa yang sudah
ada dalam bumi kita ini. Untuk itu izinkan saya kali ini untuk membawakan
makalah ini, agar kita lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan atom, unsur,
dan senyawa. Karena semakin banyak ilmu yang kita dapat, semakin besar pula
peluang kita untuk berhasil di kemudian hari, dan tentunya semakin bijak kita
dalam menyikapi masalah-masalah yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan
kita.
Semoga materi kali ini boleh bermanfaat untuk
kita semua.
Terima kasih, Tuhan memberkati.
Penulis
Daftar Isi
Judul…………………………………………………………………………………. i
Kata
Pengantar…………………………………………………………………….. ii
Daftar
isi…………………………………………………………………………….. iii
Bab 1
Pendahuluan………………………………………………………………... 1
1.1
Latar Belakang………………………………………………………… 1
1.2
Tujuan………………………………………………………………….. 1
Bab 2
Isi…………………………………………………………………………….. 2
2.1
Pengertian …………………………………………….……………… 2
2.2
Sifat-sifat Atom……………………………………………………….. 3
2.3
Pengertian Unsur…………………………………………………….. 7
2.4
Tata ……………………………………………………………………. 8
2.5
Lambang imia…………………………………………………………. 8 2.6 Kelimpahan……………………………………………………………… 9
2.7
Pengertian Senyawa…………………………………………….…… 10
Bab 3
Penutup…………………………………………………………………….. 12
3.1
Kesimpulan dan Saran………………………………………………… 12
Daftar
Pustaka………………………………………………………………………. 13
Bab 1
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Zaman sekarang semakin cepat perkembangan
ilmu, semakin banyak zat-zat kimia dan unsur-unsur kimia yang ada di muka
bumi.Untuk itu pengertian tentang kimia seperti atom, unsur, dan senyawa harus
lebih ditingkatkan untuk menambah wawasan kita mengenai hal-hal seperti
itu.Agar kita boleh lebih paham mengenai sifat-sifat atom, bagaimana tata nama
unsur, dan hal-hal yang berkaitan dengan senyawa.
1.2. Tujuan
Mampu memahami apa yang dimaksud dengan atom,
unsur, dan senyawa.Bisa mengenali orang-orang atau pakar-pakar dalam ilmu
kimia.Dapat mengaplikasikan atom, unsur, maupun senyawa dalam kehidupan zaman
sekarang yang semakin mode dengan hal-hal baru disekitar kita.
Bab 2
Isi
2.1. Pengertian Atom
Atom adalah
suatu satuan dasar materi,
yang terdiri atas inti atom serta
awan elektronbermuatan
negatif yang mengelilinginya.
Menurut para pakar :
Teori atom Dalton menerangkan
reaksi-reaksi kimia antar zat-zat. Dalton mengemukakan bahwa :
1. atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi
2. atom-atom suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain
3. dua atom atau lebih dapat bergabung membentuk suatu molekul
4. pada reaksi kimia, atom-atom dapat berpisah dan bergabung kembali dengan susunan berbeda, tetapi massa
1. atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi
2. atom-atom suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain
3. dua atom atau lebih dapat bergabung membentuk suatu molekul
4. pada reaksi kimia, atom-atom dapat berpisah dan bergabung kembali dengan susunan berbeda, tetapi massa
keseluruhan tetap.
Teori atom menurut Thomson. Atom
merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan
negatif elektron.
Para pakar atau penemu atom seperti
Neils Bohr, Demokritus, mereka mendefinisikan arti atom dengan cara yang
berbeda - beda, tapi saling berkisinambungan dan berusaha memperbaiki teori
yang salah dari pemuka teori sebelumnya.
|
a.
|
Partikel dasar : partikel-partikel
pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron.
|
|||||||||
|
b.
|
Nukleus : Inti atom yang
bermuatan positif, terdiri dari proton den neutron.
|
|||||||||
|
c.
|
Notasi
unsur :
zA A dengan X : tanda atom (unsur)
|
|||||||||
|
d.
|
Atom
tak netral : atom
yang bermuatan listrik karena kelebihan atau kekurangan elektron bila
dibandingkan dengan atom netralnya.
Atom bermuatan
positif bila kekurangan elektron, disebut kation.
Atom bermuatan negatif bila kelebihan elektron, disebut anion.
Contoh:
- Na+ : kation dengan
kekurangan 1 elektron
- Mg2- : kation dengan kekurangan 2 elektron - Cl- : anion dengan kelebihan 1 elektron - O2 : anion dengan kelebihan 2 elektron |
|||||||||
|
e.
|
Isotop : unsur yang nomor
atomnya sama, tetapi berbeda bilangan massanya.
Contoh: Isotop oksigen: 816 O ; 817 O ; 818 O |
|||||||||
|
f.
|
Isobar : unsur yang bilangan
massanya sama, tetapi berbeda nomor atomnya.
Contoh: 2759 CO dengan 2859 Ni |
|||||||||
|
g.
|
Isoton : unsur dengan jumlah
neutron yang sama.
Contoh: 613 C dengan 714 N |
|||||||||
|
h.
|
Iso
elektron: atom/ion dengan jumlah elektron yang
sama.
Contoh: Na+ dengan Mg2+ K+ dengan Ar |
|||||||||
3.2. a.Sifat-sifat
Sifat-sifat nuklir
Berdasarkan definisi, dua atom dengan jumlah proton yang
identik dalam intinya termasuk ke dalam unsur
kimiayang sama. Atom dengan jumlah proton
sama namun dengan jumlah neutron berbeda adalah dua isotop
berbeda dari satu unsur yang sama.
Massa
Karena mayoritas massa atom berasal
dari proton dan neutron, jumlah keseluruhan partikel ini dalam atom disebut
sebagai nomor massa.
Massa atom pada keadaan diam sering diekspresikan menggunakan satuan
massa atom(u) yang juga disebut dalton (Da).
Satuan ini didefinisikan sebagai seperduabelas massa atom karbon-12 netral, yang kira-kira sebesar 1,66 × 10−27 kg. Hidrogen-1 yang merupakan isotop teringan hidrogen memiliki bobot
atom 1,007825 u. Atom memiliki massa yang kira-kira sama dengan nomor
massanya dikalikan satuan massa atom.
Peluruhan radioaktif
Diagram ini menunjukkan waktu paruh
(T½) beberapa isotop dengan jumlah proton Z dan jumlah proton N
(dalam satuan detik).
Setiap unsur mempunyai satu atau lebih isotop berinti tak
stabil yang akan mengalami peluruhan radioaktif, menyebabkan inti melepaskan
partikel ataupun radiasi elektromagnetik. Radioaktivitas dapat terjadi ketika
jari-jari inti sangat besar dibandingkan dengan jari-jari gaya kuat (hanya
bekerja pada jarak sekitar 1 fm.Bentuk-bentuk peluruhan radioaktif yang paling
umum adalah:
Peluruhan alfa, terjadi
ketika suatu inti memancarkan partikel alfa (inti helium yang terdiri dari dua
proton dan dua neutron). Hasil peluruhan ini adalah unsur baru dengan nomor atom yang
lebih kecil.
Peluruhan beta,
diatur oleh gaya lemah,
dan dihasilkan oleh transformasi neutron menjadi proton, ataupun proton menjadi
neutron. Transformasi neutron menjadi proton akan diikuti oleh emisi satu
elektron dan satu antineutrino, manakala transformasi proton menjadi neutron diikuti oleh
emisi satu positron dan
satu neutrino.
Emisi elektron ataupun emisi positron disebut sebagai partikel beta.
Peluruhan gama,
dihasilkan oleh perubahan pada aras energi inti ke keadaan yang lebih rendah,
menyebabkan emisi radiasi elektromagnetik. Hal ini dapat terjadi setelah emisi
partikel alfa ataupun beta dari peluruhan radioaktif.
Momen magnetik
Setiap partikel elementer mempunyai sifat mekanika kuantum
intrinsik yang dikenal dengan nama spin.
Spin beranalogi dengan momentum sudut suatu
objek yang berputar pada pusat massanya,
walaupun secara kaku partikel tidaklah berperilaku seperti ini. Spin diukur
dalam satuan tetapan Planck tereduksi
(ħ), dengan elektron, proton, dan neutron semuanya memiliki spin ½ ħ, atau
"spin-½".
Aras-aras energi
Ketika suatu elektron terikat pada sebuah atom, ia
memiliki energi potensial yang
berbanding terbalik terhadap jarak elektron terhadap inti. Hal ini diukur oleh
besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari atom dan
biasanya diekspresikan dengan satuan elektronvolt (eV).
Dalam model mekanika kuantum, elektron-elektron yang terikat hanya dapat
menduduki satu set keadaan yang berpusat pada inti, dan tiap-tiap keadaan
berkorespondensi terhadap aras energi tertentu. Keadaan energi terendah suatu
elektron yang terikat disebut sebagai keadaan dasar, manakala keadaan energi
yang lebih tinggi disebut sebagai keadaan tereksitasi
Valensi dan perilaku ikatan
Kelopak atau kulit elektron terluar suatu atom dalam keadaan
yang tak terkombinasi disebut sebagai kelopak valensi dan elektron dalam
kelopak tersebut disebut elektron valensi.
Jumlah elektron valensi menentukan perilaku ikatan
atom tersebut dengan atom lainnya. Atom cenderung bereaksi dengan satu sama
lainnya melalui pengisian (ataupun pengosongan) elektron valensi terluar atom.
Ikatan kimia dapat dilihat sebagai transfer elektron dari satu atom ke atom
lainnya, seperti yang terpantau pada natrium klorida dan
garam-garam ionik lainnya. Namun, banyak pula unsur yang menunjukkan perilaku
valensi berganda, atau kecenderungan membagi elektron dengan jumlah yang
berbeda pada senyawa yang berbeda,
Keadaan
Sejumlah atom ditemukan dalam
keadaan materi yang berbeda-beda tergantung pada kondisi fisik benda, yakni suhu dan tekanan.
Dengan mengubah kondisi tersebut, materi dapat berubah-ubah menjadi bentukpadat, cair, gas, dan plasma.Dalam tiap-tiap keadaan tersebut pula materi dapat memiliki
berbagai fase. Sebagai contohnya pada karbon padat, ia dapat berupa grafit maupun intan.
2.3. Pengertian Unsur
Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi
zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia
biasa.
Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus)
dan dikelilingi oleh elektron.
Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron.
Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.
|
|
Unsur terbagi menjadi 2, yaitu unsur logam dan
unsur non logam.
- Unsur Logam adalah unsur yang berwujud padat pada suhu kamar, dapat ditempa dan diregangkan, mengkilap jika digosok dan dapat menjadi penghantar listrik (konduktor) dan penghantar panas. Contoh unsur logam:
Unsur Non Logam adalah unsur yang berwujud padat, cair atau gas pada
suhu kamar, rapuh dan tidak dapat ditempa, tidak mengkilap walau digosok
(kecuali intan) tidak bisa menjadi penghantar/Non-konduktor (kecuali
grafit). Contoh unsur bukan logam (non logam):
|
|
2.4. a.Tata Nama
Penamaan unsur telah jauh sebelum
adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang
merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang,
nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya,
unsur "cuprum" dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper,
dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilahtembaga. Contoh lain,
dalam Bahasa Jerman "Wasserstoff" berarti "hidrogen", dan
"Sauerstoff" berarti "oksigen".Nama resmi dari unsur kimia
ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf
kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak
laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup
tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula
oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur
tersebut.
2.5. b.Lambang Kimia
Sebelum kimia menjadi bidang ilmu,
ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum
lainnya. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur; dan tanpa
konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. Dengan
perkembangan teori zat, John Dalton memperkenalkan
simbol-simbol yang lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran, yang digunakan
untuk menggambarkan molekul.
Sistem yang saat ini digunakan
diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang
digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin
merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk
unsur ferrum(besi), Cu adalah simbol untuk
unsur Cuprum (tembaga), Hg adalah simbol
untuk unsur hydrargyrum (raksa), dan sebagainya.
Simbol kimia digunakan secara
internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama
simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika
ada) ditulis dalam huruf kecil.
Simbol non-unsur
Non unsur, khususnya dalam kimia
organik dan organometalik, seringkali menggunakan simbol yang terinspirasi oleh
simbol-simbol unsur kimia. Berikut adalah contohnya:
Cy - sikloheksil;
Ph - fenil;
Bz - benzoil;
Bn - benzil;
Cp - Siklopentadiena; Pr - propil; Me - metil; Et - etil; Tf - triflat; Ts - tosil; Hb -hemoglobin.
2.6. c.Kelimpahan
|
Unsur
|
Ppm (w/w)
|
|
739,000
|
|
|
240,000
|
|
|
10,400
|
|
|
4,600
|
|
|
1,340
|
|
|
1,090
|
|
|
960
|
|
|
650
|
|
|
580
|
|
|
440
|
|
|
210
|
|
|
100
|
2.7. 3.Pengertian Senyawa
Senyawa adalah zat yang dapat terurai menjadi zat lain yang
lebih sederhana dengan cara kimia biasa. Air tergolong senyawa karena dapat
diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana, yaitu gas hydrogen dan oksigen
melalui proses elektrolisis. . Senyawa termasuk zat tunggal karena komposisinya
selalu tetap. Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya . Contoh
senyawa:
|
|
Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan
unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia
antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi
(hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O).
Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi
penguraian.
Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang terdiri dari dua atau
beberapa unsur yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi unsur-unsur
pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut.Contohnya,dihidrogen
monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri
dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.Umumnya, perbandingan ini harus tetap karena
sifat fisikanya, bukan perbandingan yang dibuat oleh manusia.
Oleh karena itu, material seperti kuningan, superkonduktor YBCO, semikonduktor "aluminium galium arsenida", atau coklat dianggap sebagai campuran atau aloy, bukan senyawa.Ciri-ciri yang
membedakan senyawa adalah adanya rumus kimia. Rumus kimia memberikan perbandingan
atom dalam zat, dan jumlah atom dalam molekul tunggalnya (oleh karena itu rumus
kimia etenaadalah C2H4 dan bukan CH2. Rumus kimia tidak menyebutkan apakah
senyawa tersebut terdiri atas molekul; contohnya, natrium klorida (garam dapur, NaCl adalah senyawa ionik.Senyawa dapat wujud dalam beberapa fase. Kebanyakan senyawa dapat berupa
zat padat. Senyawa molekuler dapat juga
berupa cairan atau gas. Semua senyawa akan terurai menjadi
senyawa yang lebih kecil atau atomindividual bila dipanaskan sampai suhu tertentu (yang disebut suhu penguraian).
Setiap senyawa
kimia yang telah dijelaskan dalam literatur memiliki nomor pengenal yang unik,
yaitu nomor
CAS.
Bab 3
Penutup
Kesimpulan dan Saran
Marilah kita lebih berbenah akan kehidupan kita yang sudah
mengglobal, yang semakin canggih dengan teknologi.Jangan sampai kita
mengabaikan akan bahan-bahan kimia di sekitar kita yang bermanfaat dan tetap
berhati-hati dengan bahan-bahan kimia yang bisa membahayakan kita.Belajarlah menggunakan
sumber daya alam di sekitar kita dengan baik. Sekian materi ini semoga
bermanfaat untuk kita yang membaca.
Akhir
kata, bila ada kesalahan dan kekurangan dari makalah ini mohon dimaafkan,
terima kasih.
Tuhan Yesus memberkati.
Daftar Pustaka
http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Kimia/0223%20Kim%202-10a.htm
http://kimia.upi.edu/kimia-old/ht/mumun/Pengertian%20senyawa.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar