Kamis, 07 Maret 2019

PRAKARYA PENELITIAN HEWAN “CACING”


PRAKARYA
PENELITIAN HEWAN
“CACING”



Disusun oleh kelompok 16

Kelas 8-1

Anggota :
1.    Anisa auliya
2.    Sheril celya




cacing-tanah-14.jpg 









Smpn 1 jalancagak 2019 / 2020
Kata pengantar
Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berjuta karunia dan nikmat-Nya sehingga kami dapat menyusun serta menyelesaikan tugas Prakarya yang berjudul “Budidaya cacing Tanah”.
Selama proses penyusunan tugas ini, kami mendapatkan banyak rintangan dan kesulitan. Namun berkat do’a, bimbingan, motivasi, serta arahan dari berbagai pihak, semuanya dapat kami selesaikan. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat kami mengucapkan rasa terimakasih.
Kami menyadari bahwa tugas Prakarya ini jauh dari kata sempurna, sehingga kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan khususnya dari guru mata pelajaran Prakarya untuk dijadikan pedoman pada penulisan berikutnya.















Daftar Isi
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1.    Definisi hewan atau satwa
2.    Jenis hewan yang diteliti beserta alasannya
3.    Keadaan yang cocok untuk tumbuh kembang hewan atau satwa
Bab 2 teknik budidaya hewan atau satwa
1.    Pemilihan bibit (hewan atau satwa)
2.    Wadah atau kandang
3.    Proses pemilihan hewan atau satwa
4.    Proses pemberian pakan
5.    Penanggulangan hama dan penyakit
6.    Pengontrolan pertumbuhan
7.    Panen
Bab 3 penutup
1.    Kesimpulan dan saran
2.    Ungkapan perasaan kamu ketika meneliti hewan atau satwa tersebut
3.    Penilaian














5. PENANGGULANGAN HAMA DAN PENYAKIT
Selain pemeliharaan dalam budidaya cacing tanah juga memerlukan perawatan untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit yang bisa menyerang cacing tanah. Hama dan penyakit yang menyerang cacing tanah tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Sehingga antara tempat budidaya cacing tanah, serangan hama penyakit kemungkinan berbeda-beda.
Secara umum hama dikelompokan dalam 2 jenis:
1.     Kelompok hama yang competitor
Yaitu kelompok hama yang ikut-ikutan memakai cacing. Missal: semut, kutu, tanah, orang-orang, belatung, dll
2.     Kelompok hama yang predator
Yaitu kelompok hama yang makan atau membunuh cacing. Misalnya : tikus, kadal, kodok, ayam, bebek, dll
Cara mengatasi hama:
1.     Secara teknis, perlindungan hama dilakukan pada awal proses pembudidayaan karena jumlah cacing masih sedikit
2.     Cara paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan
3.     Beberapa cara umum yang dilakukan untuk menanggulangi hama sebagai berikut:
-menggunakan kapur semut
-mengoleskan stempet atau oli pada dinding media
-menyiram media dengan air
-memfermentasi makanan
-mengganti media baru jika smeut banyak terdapat dimedia
-penanggulangan tikus:
-menggunakan kawat ram untuk mencegah tikus masuk
-membersihkan atau mengepel jalur atau jejak yang dilalui tikus
-Penanggulangan kutu tanah:
-mengambil kutu tanah secara manual untuk mengurangi populasi
-Penanggulangan belatung:
-tidak member makanan secara berlebihan
-proses pembusukan makanan cukup 1-3 hari
-menghindari makanan yag sudah mengandung belatung

6.   Pengontrolan pertumbuhan
Usia cacing tanah bisa mencapai 15 tahun, namun umur produktifnya hanya sekitar 2 tahun. Cacing dewasa dapat menghasilkan kokon sebanyak 3 kokon perminggu. Didalam kokon terdapat telur dengan jumlah antara 2-20 butir. Telur tersebut akan menetas menjadi juvenile (bayi cacing) setelah 2-5 minggu. Rata-rata hidup cacing tanah 2 ekor perkokon. Cacing dewasa dan siap kawin setelah berumur 2-3 bulan.


7  Panen (berapa lama hewan / satwa melahirkan)

Panen cacing dilakukan dalam 2 fase:
1.     Panen pengembangan dan penjualan
Dilakukan sebagai berikut:
-Dilakukan pada awal budidaya untuk memperbanyak jumlah cacing
-dilakukan setiap tahun
-prosesnya membutuhkan 4-5 bulan
-pada fase pengembangan ini bisa diterapkan:
-Sistem pengembangan untuk mempercepat pengembangbiakan.
-Sistem pembesaran: untuk mempercepat pertumbuhan fisik cacing.















Bab 3 Penutup


1.     Kesimpulan
Ternyata pembudidayaan cacing tanah mudah. Ada beberapa yang harus dilalui dan butuh kesabaran, ketelatenan, keuletan, dalam menjaga jamur tersebut supaya tidak terkena hama penyakit yang dapat menimbulkan gagal panen.
Keberhasilan pembudidayaan cacing tanah itu sendiri terletak pada kebersihan yang dilakukan. Mulai dari persiapan tempat, cacing.
Pemanenan cacing tanah dilakukan 30 hari setelah pembibitan dimulai. Setelah pemanenan cacing tanah harus disortir terlebih dahulu untuk membagi hasil yang besar dan kecil.
Saran
Hendaklah kita sebagai generasi muda dan pelajar mau mengetahui proses dalam pembudidayaan cacing tanah. Pembudidayan cacing tanah harus di ditingkatkan guna mewujudkan kebutuhan dan mengurangi  pengangguran saat ini. Kegiatan pembudidayaan cacing tanah harus diperkenalkan kepada generasi muda atau pelajar. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya campur tangan orang tua.

2.     Ungkapan perasaan kamu ketika meneliti hewan atau satwa tersebut
Dalam proses penelitian ini kami sangat senang karena bisa menambah ilmu pengetahuan tentang pembudidayaan cacing tanah.
3.     Penilaian
Nilai
Paraf









Daftar Pustaka


-rajacacinggarut.wordpress.com
-www.academia.edu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar