PRAKARYA
PENELITIAN
HEWAN
“CACING”
Disusun
oleh kelompok 16
Kelas
8-1
Anggota
:
1.
Anisa
auliya
2.
Sheril
celya
Smpn
1 jalancagak 2019 / 2020
Kata
pengantar
Bismillahirrahmanirrahim
Puji
dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berjuta
karunia dan nikmat-Nya sehingga kami dapat menyusun serta menyelesaikan tugas
Prakarya yang berjudul “Budidaya cacing Tanah”.
Selama
proses penyusunan tugas ini, kami mendapatkan banyak rintangan dan kesulitan.
Namun berkat do’a, bimbingan, motivasi, serta arahan dari berbagai pihak,
semuanya dapat kami selesaikan. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat kami
mengucapkan rasa terimakasih.
Kami
menyadari bahwa tugas Prakarya ini jauh dari kata sempurna, sehingga kritik dan
saran yang konstruktif sangat kami harapkan khususnya dari guru mata pelajaran
Prakarya untuk dijadikan pedoman pada penulisan berikutnya.
Daftar
Isi
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 Pendahuluan
1. Definisi
hewan atau satwa
2. Jenis
hewan yang diteliti beserta alasannya
3. Keadaan
yang cocok untuk tumbuh kembang hewan atau satwa
Bab 2 teknik budidaya hewan atau satwa
1. Pemilihan
bibit (hewan atau satwa)
2. Wadah
atau kandang
3. Proses
pemilihan hewan atau satwa
4. Proses
pemberian pakan
5. Penanggulangan
hama dan penyakit
6. Pengontrolan
pertumbuhan
7. Panen
Bab 3 penutup
1. Kesimpulan
dan saran
2. Ungkapan
perasaan kamu ketika meneliti hewan atau satwa tersebut
3. Penilaian
5.
PENANGGULANGAN HAMA DAN
PENYAKIT
Selain
pemeliharaan dalam budidaya cacing tanah juga memerlukan perawatan untuk
mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit yang bisa menyerang cacing tanah.
Hama dan penyakit yang menyerang cacing tanah tentu dipengaruhi oleh keadaan
lingkungan. Sehingga antara tempat budidaya cacing tanah, serangan hama
penyakit kemungkinan berbeda-beda.
Secara
umum hama dikelompokan dalam 2 jenis:
1.
Kelompok
hama yang competitor
Yaitu kelompok hama
yang ikut-ikutan memakai cacing. Missal: semut, kutu, tanah, orang-orang,
belatung, dll
2.
Kelompok
hama yang predator
Yaitu kelompok hama yang makan atau
membunuh cacing. Misalnya : tikus, kadal, kodok, ayam, bebek, dll
Cara mengatasi hama:
1. Secara
teknis, perlindungan hama dilakukan pada awal proses pembudidayaan karena
jumlah cacing masih sedikit
2. Cara
paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan
3. Beberapa
cara umum yang dilakukan untuk menanggulangi hama sebagai berikut:
-menggunakan
kapur semut
-mengoleskan
stempet atau oli pada dinding media
-menyiram
media dengan air
-memfermentasi
makanan
-mengganti
media baru jika smeut banyak terdapat dimedia
-penanggulangan tikus:
-menggunakan
kawat ram untuk mencegah tikus masuk
-membersihkan
atau mengepel jalur atau jejak yang dilalui tikus
-Penanggulangan kutu tanah:
-mengambil
kutu tanah secara manual untuk mengurangi populasi
-Penanggulangan belatung:
-tidak
member makanan secara berlebihan
-proses
pembusukan makanan cukup 1-3 hari
-menghindari
makanan yag sudah mengandung belatung
6.
Pengontrolan pertumbuhan
Usia
cacing tanah bisa mencapai 15 tahun, namun umur produktifnya hanya sekitar 2
tahun. Cacing dewasa dapat menghasilkan kokon sebanyak 3 kokon perminggu.
Didalam kokon terdapat telur dengan jumlah antara 2-20 butir. Telur tersebut
akan menetas menjadi juvenile (bayi cacing) setelah 2-5 minggu. Rata-rata hidup
cacing tanah 2 ekor
perkokon. Cacing dewasa dan siap kawin setelah berumur 2-3 bulan.
7
Panen (berapa lama hewan / satwa melahirkan)
Panen cacing dilakukan dalam 2
fase:
1.
Panen
pengembangan dan penjualan
Dilakukan
sebagai berikut:
-Dilakukan pada awal
budidaya untuk memperbanyak jumlah cacing
-dilakukan setiap tahun
-prosesnya membutuhkan
4-5 bulan
-pada
fase pengembangan ini bisa diterapkan:
-Sistem pengembangan
untuk mempercepat pengembangbiakan.
-Sistem pembesaran:
untuk mempercepat pertumbuhan fisik cacing.
Bab
3 Penutup
1.
Kesimpulan
Ternyata pembudidayaan cacing tanah
mudah. Ada beberapa yang harus dilalui dan butuh kesabaran, ketelatenan,
keuletan, dalam menjaga jamur tersebut supaya tidak terkena hama penyakit yang
dapat menimbulkan gagal panen.
Keberhasilan pembudidayaan cacing tanah
itu sendiri terletak pada kebersihan yang dilakukan. Mulai dari persiapan
tempat, cacing.
Pemanenan cacing tanah dilakukan 30 hari
setelah pembibitan dimulai. Setelah pemanenan cacing tanah harus disortir terlebih
dahulu untuk membagi hasil yang besar dan kecil.
Saran
Hendaklah kita sebagai generasi muda dan
pelajar mau mengetahui proses dalam pembudidayaan cacing tanah. Pembudidayan
cacing tanah harus di ditingkatkan guna mewujudkan kebutuhan dan mengurangi pengangguran saat ini. Kegiatan pembudidayaan
cacing tanah harus diperkenalkan kepada generasi muda atau pelajar. Hal ini
dapat dilakukan dengan adanya campur tangan orang tua.
2. Ungkapan
perasaan kamu ketika meneliti hewan atau satwa tersebut
Dalam proses penelitian ini kami sangat
senang karena bisa menambah ilmu pengetahuan tentang pembudidayaan cacing
tanah.
3. Penilaian
|
Nilai
|
Paraf
|
|
|
|
Daftar Pustaka
-rajacacinggarut.wordpress.com
-www.academia.edu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar