MAKALAH
KELOMPOK : 5
Anggota :
Rani Nuraeni & Meysa Syalini
Kata Pengantar
Anjing merupakan salah satu hewan
peliharaan. Banyak orang yang menyukai anjing dan begitupun sebaliknya. Pada
kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan mengenai bagaimana cara memelihara
anjing yang baik dan benar.
Hal ini guna sebagai acuan
memelihara, menjaga dan melatih anjing agar sesuai dengan apa yang kita
inginkan. Baik itu dari segi makanan, perawatan tubuh sampai ke pembersihan
kandang hendaknya tidak di sepelekan saat memelihara anjing.
Sedikit banyaknya dalam penulisan
ini terdapat banyak kekurangan, oleh karenanya masukan dan saran akan penulis
tamping dengan senang hati.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………….
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………
BAGIAN 1
CARA MERAWAT ANJING………………………………………………………
BAGIAN II
PENYAKIT PADA ANJING……………………………………………………….
BAGIAN III
MELATIH ANJING……………………………………………………………….
PENUTUP…………………………………………………………………………...
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………
1. Pastikan anak anjing tersebut tepat untuk Anda. Apakah keadaan bulunya sesuai dengan iklim di tempat Anda?
Apakah anjing tersebut cukup kecil untuk tinggal di apartemen atau rumah Anda?
Apakah tingkat energinya sesuai dengan intensitas olahraga yang akan Anda
berikan baginya? Semua ini adalah pertanyaan penting yang harus dijawab untuk
memastikan kesejahteraan anak anjing dan kebahagiaan seluruh rumah Anda.
2. Pastikan rumah Anda aman bagi anak
anjing. Anak
anjing suka menjelajah dengan mulutnya, jadi untuk menjaga supaya rumah dan
anak anjing Anda tetap aman, lakukan beberapa tindak pencegahan.
- Singkirkan barang-barang pecah belah dari area tempat tinggal anak anjing.
- Jauhkan semua kabel listrik. Naikkan ke tempat yang tinggi atau tutupi. Selain itu, selubungi semua jendela yang berada di posisi rendah.
- Simpan perlengkapan pembersih rumah yang mengandung bahan kimia/racun dengan aman.
- Beli tong sampah yang terlalu tinggi untuk dapat dimasuki oleh si anak anjing dan terlalu berat baginya untuk ia jatuhkan.
- Pertimbangkan memasang pagar plastik untuk menjaganya tetap berada di area atau kamar tertentu.
3.
Persiapkan
ruang bagi si anak anjing.
Dapur atau kamar mandi merupakan tempat tidur di siang hari yang ideal baginya,
karena kedua ruangan ini biasanya hangat dan mudah dibersihkan. Di malam hari,
biarkan ia tidur pada kandang yang berada di kamar tidur Anda. Ini akan
memastikan Anda selalu bisa mengontrolnya di malam hari, jadi Anda tahu jika ia
perlu keluar rumah untuk buang air.
4.
Beli
dua buah mangkuk logam.
Mangkuk logam lebih baik dari mangkuk kaca karena mangkuk tersebut tidak mudah
terkikis dan lebih mudah dibersihkan. Siapkan satu untuk tempat makan dan
satunya lagi untuk tempat minum. Jika Anda punya hewan peliharaan lainnya,
pastikan anak anjing mempunyai mangkuknya sendiri untuk menghindari konflik
dengan hewan peliharaan lainnya di rumah.
5.
Persiapkan
tempat tidur bagi anak anjing. Anda bisa membuatkan kandang dengan bantal, sarang anjing
kecil, atau menggunakan keranjang yang diisi dengan tumpukan handuk. Apa pun
yang Anda pilih, pastikan tempat tidurnya lembut, nyaman, dan kering. Siapkan
selimut untuk berjaga-jaga jika cuacanya dingin. Untuk menghindari konflik,
pastikan semua hewan peliharaan Anda memiliki ranjangnya masing-masing.
6.
Berikan
banyak mainan untuknya.
Anak anjing Anda biasanya sangat bertenaga, jadi pastikan Anda menyiapkan
banyak mainan, termasuk mainan kunyah dan mainan lunak. Mainan-mainan ini harus
cukup kuat agar tidak rusak dan membuatnya tersedak. Jangan berikan
tulang-tulangan karet kepada anjing sebagai mainan; tulang-tulangan ini hanya
boleh diberikan sebagai kudapan.
7.
Pilih
camilan yang tepat untuknya. Camilan untuk latihan harus sehat, kecil, dan mudah
dikunyah atau ditelan. Gunanya adalah untuk memberi tahu si anak anjing bahwa
ia baru saja melakukan sesuatu yang Anda inginkan. Akan tetapi, jangan tunggu
hingga ia menghabiskan camilannya saat Anda ingin melanjutkan latihan.
- Pertimbangkan merek-merek “Bil Jac” , “Zuke’s Mini Natural” dan "Greenies".
- Pastikan Anda menyiapkan beberapa macam: yang renyah dan lembek. Yang lembek akan cocok untuk latihan, sementara yang renyah membantu membersihkan gigi anjing.
8.
Berikan
makanan anak anjing yang berkualitas baik. Makanan kalengan, pelet, makanan rumahan, dan diet mentah
merupakan opsi yang baik untuk seekor anak anjing, tetapi pastikan Anda
membicarakan semua pilihan ini dengan dokter hewan. Saat pertama kali Anda
memilih anak anjing, bertanyalah pada peternaknya, orang-orang yang
menyelamatkannya, atau tempat penampungannya, untuk mengetahui apa yang
biasanya ia makan. Anda bisa melanjutkan diet tersebut di awal periode ia
tinggal di rumah Anda. Jika Anda ingin mengubahnya, lakukan setelah beberapa
minggu, dan berikan transisi secara bertahap selama sekitar satu minggu.
Mengubah jenis makanan secara tiba-tiba bisa menyebabkan ia muntah dan
mengalami diare.
- Beli makanan anak anjing yang tidak mengandung zat pewarna, perisa, atau pengawet, karena banyak anjing alergi terhadap bahan-bahan tambahan ini.
9.
Beli
peralatan perawatan dasar untuknya. Semua pemilik anjing setidaknya harus memiliki sikat bulu,
sisir, sarung tangan karet, gunting kuku, sampo dan kondisioner anjing, pasta
gigi serta sikat gigi untuk anjing, dan handuk. Tujuan utama perawatan bukanlah
agar anjing Anda tampak cantik. Perawatan berguna untuk menjaganya tetap sehat
dan bahagia.
10.
Persiapkan
tali kekang nilon, kalung biasa (tanpa tambahan apa pun dan berbahan dasar
nilon jaring atau kulit), dan tag metal. Kalung dengan ukuran yang tidak
tepat bisa menyakiti leher anak anjing dan melukai tenggorokannya. Ingatlah
fakta bahwa anak anjing Anda akan bertumbuh saat menentukan ukuran tali atau
kekang yang tepat.
11.
Buat
anak anjing nyaman di rumah. Ia mungkin ketakutan ketika diperkenalkan ke rumah barunya
untuk pertama kali, jadi pastikan Anda membuatnya merasakan cinta dan perhatian
ekstra di beberapa hari pertama. Kenakan tali kekang yang ringan dan biarkan ia
menginvestigasi berbagai bagian rumah yang berbeda sembari diikuti oleh Anda.
Anda tidak harus menunjukkan seluruh bagian rumah di hari pertama, tetapi
perkenalkan dirinya pada area-area yang akan sering ia kunjungi.
- Jangan biarkan anak anjing berlarian dengan bebas karena Anda akan menemui "kecelakaan".
- Izinkan ia tidur di kamar Anda dalam kandangnya di malam hari, agar ia tidak merasa kesepian atau sendirian.
12.
Sering-seringlah
membelai anak anjing Anda.
Mengelus tubuh, kaki, dan kepala hewan peliharaan beberapa kali dalam sehari
adalah hal yang sangat penting. Ini akan membuat anak anjing merasa disayangi,
juga membentuk ikatan yang kuat antara Anda dan dirinya.[1].
13.
Tangani
dengan hati-hati. Anak anjing itu makhluk yang rapuh, sama seperti bayi
manusia. Ambil anak anjing dengan lembut jika Anda ingin mengangkatnya dan jaga
agar satu tangan tetap berada di bawah dadanya setiap saat.
14.
Lindungi
anak anjing Anda.
Secara alamiah, anjing adalah makhluk yang penasaran. Terkadang bahkan
perhatian yang menyeluruh tetap saja tidak cukup untuk mencegahnya keluar dari
halaman dan tersesat. Pastikan anak anjing Anda memakai kerah tali yang nyaman
– pasanglah dengan ukuran yang pas sekitar 5 minggu dan kendorkan secara
bertahap untuk mengakomodasi pertumbuhannya – dengan tag yang
mencantumkan nama dan alamat dan/atau nomor telepon Anda.
- Banyak wilayah yuridiksi mengharuskan Anda memiliki lisensi anjing. Bahkan jika wilayah tempat tinggal Anda tidak mewajibkannya, mendaftarkan anak anjing Anda tetaplah merupakan hal yang baik untuk dilakukan.
- Anak anjing harus sudah divaksinasi rabies sebelum didaftarkan.
15.
Tanamkan
mikrocip. Mikrocip
ini berukuran sangat kecil — sekitar sebesar butiran beras — dan ditanamkan di
bawah kulit, di belakang leher, serta di atas kedua bahu anak anjing. Anda akan
diwajibkan mendaftarkan mikrocip berdasarkan informasi kontak Anda saat dokter
hewan menanamkannya. Jika anak anjing tersesat, dokter hewan atau tempat
penampungan bisa memindai cip tersebut dan menghubungi Anda.
- Bahkan jika anak anjing sudah memiliki kalung dan tag, para ahli tetap menyarankan penanaman mikrocip, karena mikrocip ini tidak bisa dilepaskan.
16.
Sediakan
area bermain yang aman bagi anak anjing Anda. Halaman berpagar aman adalah yang paling ideal dan Anda
bisa sedikit bereksperimen untuk menemukan mainan apa yang paling disukai oleh
anak anjing Anda.[2]
Bagian II
PENYAKIT PADA ANJING
1.
Rabies
Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit
yang paling ganas pada hewan karena dapat membunuh hewan yang terkena penyakit
ini dan dapat pula menular pada manusia.
Tiga golongan mengenai penyakit ini:
1.Stadium Melancholium yang mengakibatkan anjing
terlihat gelisah, kehilangan selera minum danmakan.
2.Stadium Exitatie yang dalam beberapa hari saja
dapat membuat anjing menggigit apa saja , lalu kabur sampai beberapa jauh
kilometer.
3. Stadium Paraltycum yang dalam waktu seminggu
dapat membuat anjing menjadi lumpuh dan mati.
Anjing biasanya harus mendapat vaksinasi Rabies
pada umur 5 bulan.
2.
Leptospirosis
Penyakit infeksi ini tidak bisa dianggap ringan .
Pembawa penyakit ini biasanya merupakan kuman yang terdapat di air kencing
tikus. Leptospirosis sangat berbahaya sehingga memerlukan perhatian anda
terhadap penyakit infeksi ini .
Gejala-gejala dari penderita penyakit ini antara
lain adalah demam, lamban atau tidak bersemangat , sakit pada otot-otot serta
diare.
Anjing yang terkena penyakit ini sebaiknya segera
dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya anda memberi
vaksinasi leptospirosis sebelum anjing berumur 3 bulan.
3.
Canine Distemper
Radius penyebarannya dapat mencakup seluruh dunia,
cara penularan penyakit ini melalui sentuhan, dan udara. Biasanya menyerang
anjing pada usia muda dan anjing dewasa yang daya tahan tubuhnya tidak baik.
Penyakit ini memiliki angka kematian yang tertinggi , yakni 80% penderita .
Gejala-gejalanya : demam, gelisah, tidak nafsu
makan, mencret, keluar cairan ingus, batuk dan radang paru-paru. Kadang
ditemukan bintik-bintik merah pada kulit.. Tanda-tanda pada syaraf meliputi
kejang otot, kejang gagau, dan kelumpuhan .
Anjing harus sudah mendapatkan vaksinasi Distemper
sebelum berusia 3 bulan.
4.
Parvo virus
Penyebaran penyakit ini sama dengan penyakit Canine
Distemper. Hanya 10 % dari penderita penyakit ini yang bisa bertahan hidup.
Gejalanya anjing mengalami diare dan muntah karena virus ini menyerang pada
bagian pencernaan. Penyakit ini hampir sama dengan penyakit muntaber pada
manusia. Anjing akan kehilangan banyak cairan , muntah darah dan berak darah.
Anjing harus mendapatkan vaksinasi Parvo sebelum
berumur 3 bulan.
Melatih Anak Anjing Anda
1.
MeLatih ia untuk buang hajat pada
tempatnya. Mulailah
latihan ini di hari pertama saat Anda membawanya pulang. Semakin lama Anda
menunggu, semakin banyak kekacauan yang akan Anda hadapi nantinya, dan akan
semakin susah mengajarinya buang hajat di tempat yang benar. Pertimbangkan
untuk menggunakan bantal latihan dalam beberapa hari pertama. Meski bantalan
ini tidak boleh dianggap sebagai pengganti sesi buang hajat di luar rumah,
bantalan tetap berguna pada tahap latihan menengah. Hal ini terutama berlaku
jika rumah Anda tidak memiliki halaman belakang.
- Kurung anak anjing dengan koran atau bantal latihan dalam kandangnya saat ia tidak diawasi.
- Jangan biarkan ia berkeliling di rumah. Jika Anda tidak sedang bermain dengannya, tempatkan ia dalam kandang atau tempat latihannya, atau ikatkan ia ke sabuk/area tempat duduk Anda.
- Perhatikan tanda-tanda saat ia akan buang hajat dan segera keluarkan dirinya dari rumah. Bawa ia ke tempat yang sama setiap kali Anda melakukan ini.
- Puji dan berikan kudapan dengan segera jika ia berhasil buang hajat di luar rumah!
2.
Pertimbangkan
latihan kandang bagi anjing Anda. Latihan kandang sangat membantu karena berbagai alasan.
Yang pertama, latihan ini dapat mengekang perilaku destruktif, sehingga
memungkinkan Anda untuk tidur dan meninggalkan anjing Anda sendirian tanpa rasa
khawatir. Yang kedua, latihan ini adalah metode yang sangat efektif untuk
latihan buang air (jika dilakukan dengan benar).
3.
Ajarkan
perintah dasar kepada anjing Anda. Anjing yang sopan akan menyenangkan anggota keluarga.
Mulailah mengajarkan ia untuk bersalaman dengan kaki depan kanannya di usia
dini agar ia dan Anda memiliki hubungan yang lebih erat. Mengubah kebiasaan
buruk lebih sulit dilakukan daripada mengajarkan kebiasaan yang baru.
- Ajari ia untuk mendekat.
- Ajari ia untuk duduk.
- Ajari ia untuk berbaring.
4.
Biasakan
anjing Anda untuk naik mobil. Ajak anak anjing Anda untuk naik mobil secara teratur untuk
membiasakannya bepergian dengan Anda. Jika tidak, ia akan cemas setiap kali
masuk ke mobil. Jika anak anjing mabuk darat, berkonsultasilah dengan dokter
hewan Anda untuk mempelajari pengobatan yang diperlukan untuk mengatasi rasa
mualnya. Dengan demikian, perjalanan darat akan lebih menyenangkan bagi Anda
dan si anjing.
5.
Ikutkan
anak anjing dalam kelas kepatuhan. Hal ini tidak hanya akan mempermudah Anda melatih anjing,
tetapi juga membantunya untuk bersosialisasi serta berperilaku di sekitar
anjing-anjing lain dan orang asing.
Tips
- Hati-hati dengan anak kecil dan pastikan semua orang tahu aturan yang dijalankan untuk si anak anjing (misalnya dalam hal memegang anjing, merusak perabot rumah, dsb.).
- Pastikan anak anjing Anda cukup istirahat (setidaknya 6 hingga 10 jam sehari).
- Berikan ia kasih sayang, perhatian, dan panduan lembut (tetapi tegas) mengenai perilaku baik yang Anda inginkan darinya.
- Jika Anda membeli anak anjing untuk anak-anak, bersiaplah untuk merawatnya sendiri karena untuk sementara waktu, anak kecil akan hilang ketertarikannya pada si anjing.
- Cuci mangkuk anak anjing setiap hari dengan air hangat dan sabun cuci piring. Atau, masukkan ke dalam mesin pencuci piring. Mencuci mangkuk akan mencegah bertumbuhnya bakteri dan penyakit. Waktu makan juga akan menjadi lebih menyenangkan bagi anjing Anda.
- Alih-alih mencoba menyikat gigi anjing Anda, berikan telinga sapi atau mainan lain yang serupa agar ia bisa mengunyahnya. Saat anjing mengunyah benda tersebut, giginya akan terbersihkan.
- Berhati-hatilah karena anjing atau hewan lain bisa menyerang dan/atau membunuh anak anjing Anda. Anda bertanggung jawab merawatnya. Jika Anda bepergian dengan si anak anjing di luar halaman rumah, maka setidaknya gunakanlah tali kekang. Anak anjing bisa berjalan-jalan semaunya, dan karena tubuhnya sangat kecil, Anda akan kesulitan menemukannya.
Peringatan
- Jangan meninggalkan apa pun yang bisa membuat anak anjing Anda tersedak.
- Jangan pertemukan anak anjing Anda kepada anjing yang lain sebelum ia mendapatkan vaksinasi. Anda harus menyosialisasikan anak anjing Anda dari dini dengan anjing-anjing yang sudah divaksin dan bersahabat, pada area yang bebas kontaminasi.
- Panduan ini hanya diperuntukkan bagi anak anjing berusia 8 minggu atau lebih. Jangan beli atau adopsi anak anjing yang lebih muda dari usia ini, karena Anda bisa dianggap melanggar hukum di beberapa tempat. Anak anjing biasanya dianggap terlalu muda untuk dipindahkan ke lingkungan yang baru jika belum berusia 8 minggu.
Hal yang Anda Butuhkan
- Anak anjing (jika rumah Anda kecil pilih yang kecil juga seperti Westie atau Yorkie)
- Dua mangkuk stainless steel
- Mainan kunyah
- Makanan anak anjing (halus dan renyah)
- Suntikan anak anjing
- Obat cacing
- Suntikan/alat steril
- Tempat tidur yang nyaman
- Rumah anjing di tempat yang teduh dan jauh dari angin dingin (jika tinggal di luar) untuk anjing yang lebih tua
- Kekang nilon dan kalung biasa
- Tali nilon
- Tag nama dari logam (dengan nama anjing, nomor telepon, dan alamat rumah Anda)
- Makanan untuk anak anjing
- Peralatan perawatan dasar (sikat, gunting kuku)
- Asuransi hewan peliharaan (opsional)
- Pencegah kutu - minta saran dari dokter hewan Anda
Penutup
Memelihara anjing pada dasarnya sama saja dengan memelihara
hewan yang lain, namun hanya ada beberapa perbedaan dalam merawatnya karena
sesuai dengan kapasitas dan karakteristik anjing itu sendiri.
Referensi
- ↑ http://www.newscientist.com/article/dn16412-pet-dogs-rival-humans-for-emotional-satisfaction.html
- ↑ http://www.midwestpetproducts.com/midwestexercisepens
- ↑ http://www.marvistavet.com/html/body_toy_breed_hypoglycemia.html
- ↑ http://pets.webmd.com/dogs/ss/slideshow-taking-care-of-puppy
- ↑ http://www.dog-obedience-training-review.com/puppy-socialization.html
- ↑ http://www.aspca.org/pet-care/dog-care/find-right-vet
- ↑ http://www.aspca.org/pet-care/top-10-reasons-spay-or-neuter-your-pet
- ↑ http://www.aspca.org/pet-care/dog-care/ten-steps-your-dogs-dental-health

Tidak ada komentar:
Posting Komentar