Jumat, 30 Maret 2012

JANGAN PERNAH BILANG PERMISI


Salam Inspirasi!!!

“Anda bisa menunda untuk berubah karena banyaknya urusan. Tapi hidup tidak pernah menunda urusannya untuk menunggu Anda berubah” Anonim



Teringat akan sebuah pengalaman yang membuat saya masuk dalam kondisi trance sesaat ketika saya sharing dengan rekan saya yang luar biasa. Ya, saat itu rekan saya mengatakan sebuah kalimat “Lebih baik meminta maaf, daripada bilang permisi”. Sempat berpikir sejenak untuk menyelami apa maksud dari kalimat tersebut, namun ketika saya sudah memahami maksud dari kalimat tersebut membuat saya mengaggukan kepala dan tersenyum sendiri karena menyetujui pendapat tersebut.



Ya, ternyata makna dari kalimat tersebut sangat dalam. Berawal dari pengalaman rekan saya tersebut saat memulai bisnisnya. Ketika itu rekan saya memulai bisnis propertinya hanya dengan modal Nekat. Tapi luar biasanya beliau melakukannya dengan semangat dan dengan prinsipnya “Lebih baik meminta maaf, daripada bilang permisi” yang membuatnya mau memulai bisnis tanpa harus menganalisis dulu mengenai kerugian dan resiko yang akhirnya kebanyakan orang akhirnya tidak berani memulai bisnisnya atau menundanya karena kelamaan mikir. Prinsip rekan saya simple, yaitu mulai saja dulu bisnisnya, gak perlu bilang permisi dulu atau pusing masalah perizinan yang bertele-tele, sehingga akhirnya banyak orang yang tidak mau memulai bisnis. Nanti kalau di tengah jalan ternyata ada kesalahan barulah kita meminta maaf dan memperbaiki caranya. Karena yang terpenting dalam bisnis ternyata adalah memulainya. Ya, memulainya.



Teringat pengalaman saya sendiri ketika pertama kali belajar berbisnis. Yaitu pertama kali saya memulai bisnis dengan membuat sebuah cafe dan rumah makan. Padahal saat itu saya sama sekali belum tau bagaimana caranya menjalani bisnis rumah makan. Namun saya nekat saja untuk memulainya bersama teman saya membuat sebuah bisnis rumah makan. Padahal saat itu banyak teman saya yang lain memberikan nasehat dan masukan untuk saya berpikir ulang memulai bisnis tersebut karena masalah resiko, kerugian,dll. Dan ternyata saya tetap nekat untuk memulai bisnis rumah makan tersebut.



Akhirnya setelah kurang lebih 7 bulan saya membuka usaha rumah makan tersebut dengan sangat terpaksa saya menutup usaha tersebut karena bangkrut. Dan tentu saja yang pertama kali mengomeli saya adalah teman saya yang menasehati saya tersebut agar tidak memulai bisnis. Teman saya bilang “Tuh kan Ri, saya bilang juga apa, kalau ingin memulai bisnis kita harus pikir-pikir dulu.” Sempat saat itu saya merasa apa yang dikatakan teman saya benar. Namun ada satu hal yang saya dapatkan dari pengalaman menjalankan bisnis tersebut, ya saya mendapatkan pembelajaran dari pengalaman tersebut hal-hal apa saja yang harus saya lakukan dan hal apa saja yang tidak boleh saya lakukan dalam menjalankan bisnis. Dan pengalaman itu yang tidak akan pernah teman saya dapatkan. Bahkan sampai saat ini sudah hampir 2 tahun lebih waktu berlalu, teman saya yang menasehati dan menggurui saya bagaimana memulai bisnis dengan benar tersebut, tidak pernah memulai bisnisnya sendiri karena terlalu banyak mikir dan tidak pernah Action. Akhirnya saya ambil satu pelajaran penting dalam memulai bisnis, yaitu Gak usah banyak mikir yang terpenting adalah banyak Action.



Hal yang sama pun berlaku ketika saya memulai bisnis saya yang berikutnya yaitu membangun lembaga pelatihan. Dimana pada awalnya memulai bisnis tersebut saya bersama sahabat saya, kami memulainya hanya bermodal dengkul dan kenekatan. Pada awal mulanya bisnis kami adalah Training Event Organizer, yaitu kami membuat event-event pelatihan dan seminar. Disana saya dan sahabat saya tersebut merekrut beberapa teman untuk bersama-sama membangun bisnis EO pelatihan tersebut. Seiring berjalannya waktu dan kami sering mengadakan berbagai acara seminar dan pelatihan, tapi kenapa belum ada perubahan finansial yang berarti, bahkan lebih sering ruginya daripada untungnya. Sampai akhirnya, satu persatu teman-teman saya yang lain memutuskan untuk mundur dan berhenti dari bisnis EO tersebut. Hanya tinggal saya dan sahabat saya tersebut yang masih tetap optimis bahwa bisnis kami ini suatu saat akan besar dan tentunya untung besar juga. Dari sana kami mengambil banyak pelajaran dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Karna prinsip kami berdua saat itu adalah “Kalau ingin bisa berenang, maka harus nyebur dulu ke air, baru setelah nyebur bisa belajar berenang.” Inti dari prinsip itu hampir sama dengan prinsip yang pertama, yaitu yang penting Nyebur dulu baru mikir bagaimana caranya berenang atau Mulai dulu baru berfikir.



Akhirnya setelah kami berpikir dan belajar dari kesalahan di masa lalu, kami kembali merekrut orang-orang baru yang sekiranya kompeten dan memiliki satu visi dengan kami. Dan dari sana proses pembelajaran terus berlangsung. Banyak masalah yang timbul, mulai dari rekan kerja yang tidak sevisi, hingga akhirnya terjadi pergantian manajemen. Namun semuanya berproses, setelah banyak terjadi proses pergantian manajemen, akhirnya kami berdua menemukan sahabat-sahabat baru yang sevisi dan bisa saling menguatkan. Setelah itu kami merubah citra perusahaan dari yang tadinya hanya Event Organizer menjadi sebuah perusahaan Lembaga Pelatihan. Sampai akhirnya kamipun bersama-sama dalam proses untuk mengembangkan perusahaan ini menjadi jauh lebih besar dan jauh lebih berkembang. Bahkan tidak terasa sudah 2 tahun perusahaan yang kami dirikan ini berdiri, dan berkembang menjadi semakin besar serta semakin melebarkan sayap ke daerah-daerah dan kota-kota lain di Indonesia.



Ternyata pelajaran kedua yang bisa saya ambil dalam menjalani bisnis adalah Bersabar dan setialah kepada prosesnya, karena dari kesetiaan dan kesabaran akan proses tersebutlah yang akan menjadikan diri kita menjadi semakin besar dan matang. Dan pelajaran ketiga yang bisa saya ambil dari pengalaman tersebut adalah Hadapi, Hayati, Nikmati dan Syukuri saja prosesnya. Karena hal apapun akan terasa menjadi lebih menyenangkan ketika kita menikmati dan mensyukuri segala prosesnya.



Nah teman-teman, cerita diatas adalah pengalaman saya bagaimana memulai bisnis, Anda boleh setuju atau tidak dengan cara saya tersebut. Tapi yang pasti saya berani menceritakan hal ini karena saya sudah mengalaminya sendiri, dan tentunya cerita tersebut bermaksud untuk membuat teman-teman segera memulai bisnis atau hal apapun yang teman-teman impikan tanpa memperbanyak alasan untuk menundanya. Semoga tulisan ini bisa mengispirasi bagi Anda yang sampai saat ini masih mikir-mikir untuk mulai bisnis untuk segera Take Action. Dan bagi Anda yang mengkritisi kenapa judul tulisan ini gak nyambung dengan isinya, itu karena saya main tulis saja baru saya mikir apa isinya, kalaupun gak nyambung yah terserah saya dong, tulisan – tulisan saya, jadi terserah saya mau nulis judulnya apa... hehe.. Maksa.com ^_^



Selamat Memulai!!!



Ari Mind Inspirator

Master Trainer De’Miracle 37

Berapa harga diri Anda???

Sahabat semua, Kalau ada seseorang yang bertanya kepada Anda “Berapa harga Anda???” Maka apa yang akan Anda katakan? Apakah Anda akan bingung menjawab pertanyaan tadi, atau Anda hanya akan melongo seperti orang bego? Hehe.. Sahabat semua harga Anda ditentukan oleh beberapa hal. Yang pertama adalah Dimana tempat Anda berada sekarang. Mungkin Anda bertanya, “Mengapa tempat saya berada sekarang mempengaruhi Harga saya?” Saya akan memberikan gambaran tentang Kisah sebotol Aqua. Ya, pastinya sahabat-sahabat semua sudah mengenal baik bukan air minum merk Aqua?

Ternyata setiap harinya botol Aqua diproduksi dari pabrik yang sama, dengan proses yang sama, isi yang sama, dan juga botol yang sama. Dan dari botol – botol itu pun diantarkan dan didistribusikan menggunakan truk yang sama. Di pemberhentian pertama, botol Aqua tersebut diturunkan di sebuah warung dan akhirnya botol Aqua tersebut dipajang untuk dijual di warung tersebut dan diberikan harga Rp 2000/ botolnya. Lalu botol Aqua yang lain di pemberhentian berikutnya diturunkan di sebuah restoran cepat saji dan dijual dengan harga Rp 5000/ botolnya. Dan di pemberhentian yang lain, botol Aqua tersebut diturunkan di sebuah Restoran Hotel Bintang 5 dan dihargai dengan harga Rp 15.000/ botol. Pertanyaannya adalah “Mengapa harga botol Aqua tersebut bisa berbeda, padahal merknya sama, isinya sama, botolnya juga sama?” Ya, yang menjadikan harganya bisa berbeda karena tempat menjualnya yang berbeda. Oleh karena itu, Harga Anda berbanding dengan tempat dimana Anda berada sekarang. Maka kalau Anda ingin dibayar dengan harga tinggi, maka segeralah cari lingkungan yang membuat diri Anda semakin bernilai.

Yang kedua, yang menentukan Harga Anda adalah Siapa Rekan-rekan Anda sekarang? Kalau saat ini Anda memiliki rekan-rekan seorang pecandu narkoba, preman pasar, orang yang kerjanya luntang-lantung (baca: pengangguran), orang yang setiap harinya galau dan hanya bisa mengeluh maka Harga Anda pun tidak akan jauh dengan mereka. Namun apabila rekan-rekan Anda adalah seorang Pengusaha sukses, Motivator, Manajer, Direktur, Ustad, pejabat dan orang-orang sukses lainnya, maka orang lainpun akan menghargai Anda tinggi. Maka mari kita tengok siapa sahabat dan rekan-rekan kita saat ini??? Lebih banyak rekan orang suksesnya atau justru yang sebaliknya? Kalau Anda merasa rekan-rekan Anda lebih banyak orang suksesnya, maka selamat. Anda berhak menaikkan tarif Harga Anda..

Yang ketiga, yang menentukan Harga Anda adalah seberapa besar kontribusi dan manfaat yang Anda berikan kepada orang lain. Semakin Anda memiliki kontribusi bagi orang lain, maka diri Anda akan semakin bernilai. Dan orang yang memiliki nilai dan manfaat sudah pasti mereka memiliki Harga yang tinggi. Lihat saja Bill Gates yang memiliki Microsoft. Zaman teknologi sekarang siapa yang tidak membutuhkan teknologi komputer? Karna Bill Gates melahirkan karya yang memiliki kontribusi besar terhadap orang lain, maka tak heran Bill Gates saat ini menjadi orang paling terkaya di dunia karena di dibayar dengan harga yang sangat tinggi atas kontribusi dan karyanya. Atau coba kita tengok seorang motivator luar biasa Pak Mario Teguh. Siapa yang tak kenal motivator yang satu ini? Pak Mario Teguh memiliki nilai yang Luar Biasa karna manfaat yang dia berikan kepada orang lain melalui motivasi dan inspirasinya, sudah ratusan ribu bahkan jutaan orang yang terinspirasi dan berubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik karena motivasi yang beliau sampaikan. Maka tak heran harga seorang Mario Teguh adalah 8000 USD / jamnya. Wow Harga yang sangat fantastis bukan??? Jadi itulah harga yang harus dibayar kalau Anda ingin mengundang Mario Teguh untuk berbicara selama 1 jamnya. Maka diingat ya poin yang ketiga ini, kalau Anda ingin dibayar dengan harga yang tinggi, maka perbesar kualitas diri Anda, perbesar kontribusi Anda terhadap orang lain dan teruslah berkarya.

Selamat Berjuang memantaskan diri. Karena diri Anda sangat berharga dan pantas dibayar tinggi!!!

MAKAN MALAM MENJADI TERAPI YANG TERLUPAKAN

Seberapa sering kita menghabiskan waktu makan malam atau sarapan pagi, disatu meja bersama keluarga? Atau seberapa lama kita menghabiskan waktu libur kita untuk menonton televisi bersama keluarga? Pertanyaan sederhana ini memiliki makna yang tidak sederhana. Ada faktor kedekatan secara psikologi saat anak dan orang tua berkumpul bersama, walau hanya sekedar makan malam ataupun nonton TV di hari libur.
Berawal dari melihat data yang disampaikan oleh Koswara Sonka, Sekretaris Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, menunjukkan kasus kumulatif HIV/AIDS di Kota Bandung sampai Desember 2010 adalah 5.680 atau 39% dari kasus di Jabar (5.680 Kasus HIV-AIDS Terjadi di Bandung, Harian “GALAMEDIA”, 7/3-2011). Berita ini juga ada kompas.com (Penyakit Menular. Tinggi, Laju HIV-AIDS di Bandung, 6/3-2011).
Fenomena kenakalan remaja, seperti membolos, tawuran, pencurian, seks bebas, narkoba, merupakan suatu penyimpangan perilaku yang dilakukan remaja sehingga mengganggu ketentraman diri sendiri dan orang lain. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya kenakalan remaja, faktor dari mereka sendiri, keluarga, masyarakat ataupun dari lingkungan sekolah. Keluarga merupakan faktor pemicu utama karena tidak berfungsinya orang tua sebagai figur teladan bagi anak. Salah satu faktor dari keluarga yaitu kebudayaan bisu dalam keluarga. Kebudayaan bisu ditandai oleh tidak adanya komunikasi dan dialog antar anggota keluarga.
Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia bersifat primer dan fundamental. Keluarga pada hekekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orang tuanya (Asfriyati, 2004: 1).
Keluarga adalah sebuah institusi yang terbentuk karena ikatan perkawinan antara sepasang suami istri untuk hidup bersama seia sekata, seiring dan setujuan dalam membina mahligai rumah tangga untuk mencapai keluarga sakinah dalam lindungan dan ridla Allah SWT. Di dalamnya selain ada ayah dan ibu, juga ada anak yang menjadi tanggung jawab orang tuanya. Tanggung jawab orang tuanya tampil dalam bentuk yang bermacam-macam, salah satunya
yaitu tanggung jawab dalam hal pendidikan, maka orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Dalam firman Allah yang berbunyi :
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah sehingga (membuatnya) khawatir atas mereka. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan berkata yang benar. (QS. An Nisaa ayat 9)

Yang dimaksud lemah dalam ayat ini bisa lemah rohani dan kejiwaan. Artinya rapuh secara rohani (kurang pendidikan Islam) sehingga mudah terombang-ambing oleh godaan duniawi, atau rapuh secara psikis sehingga tak cukup punya ketahanan mental menghadapi pancaroba kehidupan. Mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua dalam keluarga. Oleh
karena itu, sesibuk apapun pekerjaan yang harus diselesaikan, meluangkan waktu demi pendidikan anak adalah lebih baik (Djamarah, 2004: 31).
Komunikasi antara orang tua dan anak amat penting. Anak karena keterbatasan kemampuan yang dimilikinya, dapat memiliki persepsi yang salah tentang segala sesuatu yang dialaminya. Anak cenderung menangkap segala sesuatu seperti apa adanya, seperti apa yang dilihat dan dialaminya, tanpa mampu menangkap pesan yang tersembunyi. Itulah salah satu sebab mengapa komunikasi dalam keluarga, antara orang tua dan anak mutlak diperlukan.
Selain itu peranan komunikasi ialah dapat mewujudkan keharmonisan dan kesejahtaraan hubungan sesama anggota keluarga, sehingga di kalangan penyelidik keluarga berpendapat untuk melihat kefungsian keluarga, aspek yang perlu diperhatikan ialah bagaimana komunikasi mempunyai peran dalam sebuah keluarga. Hal tersebut karena komunikasi mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam sebuah keluarga (Wahyuningsih, dkk, 2003: 33).
Sebuah keluarga yang ideal adalah sebuah keluarga yang lengkap posis dan peranannya. Ada suami dan istri yang juga berperan sebagai bapak dan ibu bagi anak-anak mereka. Hubungan antar anggota keluarga ini terbentuk karena sebuah komunikasi yang tepat dan sesuai untuk digunakan dalam keluarga itu, dan bisa jadi masing-masing keluarga menerapkan pola komunikasi yang berbeda-beda karena sangat tergantung kebutuhan dan situasi yang melatarinya.
Bagi anak, komunikasi dalam keluarga merupakan pengalaman pertama yang merupakan bekal untuk menempatkan diri dalam masyarakat. Komunikasi ini akan memberikan pengaruh bagi kehidupannya. Komunikasi dalam keluarga dapat pula dipengaruhi oleh pola hubungan antar peran. Hal ini, disebabkan maisng-masing peran yang ada dalam keluarga dilaksanakan melalui komunikasi.
”Remaja”, kata itu mengandung aneka kesan. Ada orang berkata bahwa remaja merupakan kelompok biasa saja, tiada beda dengan kelompok manusia yang lain. Sementara pihak lain menganggap bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang-orang tua (Mappiare, 1982: 11).
Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan, karena pada masa ini anak-anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan kebingungan di kalangan remaja sehingga masa ini disebut oleh orang Barat sebagai periode strum und drang. Sebabnya mereka mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan-aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat (Zulkifli, 1992: 63).
Kenakalan remaja bukanlah hal baru, kenakalan remaja pada masa sekarang ini sudah semakin membahayakan. Perkosaan, perampokan, penggunaan obat-obatan terlarang kerap terjadi dimana-mana. Mengenai kenakalan remaja dewasa ini sudah menajdi program pemerintah untuk menanggulanginya. Hal ini sudah terbukti sejak tahun 1971 Pemerintah telah menaruh perhatian yang serius dengan dikeluarkannya Bakolak Inpres No. 6/1971 Pedoman 8, tentang Pola Penanggulangan Kenakalan Remaja.
Permasalahan kenakalan remaja menjadi sebuah penyakit kronik dalam tatanan masyarakat, seolah menjadi sebuah penyakit yang tidak ditemukan obatnya. Permasalahan kenakalan remaja dapat ditanggulangi oleh ilmu komunikasi, yaitu dengan cara aktivasi peran orang tua membentuk sebuah ikatan psikologi dan menghilangkan budaya bisu.
Maka, secara sederhana makan malam bersama keluarga dalam satu meja, atau nonton Tv bersama keluarga pada hari libur merupakan komunikasi nonverbal yang dapat mempengaruhi kedekatan psikologi anak. Jika kedekatan itu sudah muncul, maka anak akan merasa nyaman untuk menyandarkan keluh kesah mereka lebih pada orang tua dibanding dengan rekan sebaya mereka.