Sabtu, 31 Desember 2011

10 keunggulan Jepang

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Jumat, 30 Desember 2011

Nasihat Sahabat Tentang "Cinta"


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)


Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)


Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…



Jadilah engkau lemah lembut

Kawan.. ternyata ada rahasia dibalik sebuah kelembutan, karena terhindar dari menyakiti dan rasa marah

Kawan.. kelembutan hadir karena Rahmat Allah. Jadi ketika ingin senantiasa berada di dalam RahmatNya maka berusahalah memberikan kelembutan hati. Kelembutan akan mengekalkan hubungan antara manusia, karena tiada satupun manusia di muka bumi ini yang ingin menerima perlakuan kasar.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

Kawan… Lemah lembutlah engkau seperti inginnya engkau Allah senantiasa berlaku lemah lembut terhadapmu. Bukankah kita jua tak pernah selalu suci dari kesalahan ?

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut, menyukai orang yang lembut dan sesungguhnya Allah memberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikannya kepada sikap kasar.” (HR. Muslim).
Kawan… Lemah lembutlah engkau seperti inginnya engkau memperoleh janji Allah akan pengharaman api neraka membakarnya yang sudah dijanjikan bagi orang-orang yang berlaku lemah lembut

“Maukah kalian aku beritahukan tentang orang yang diharamkan masuk neraka? atau siapa orang yang neraka diharamkan membakarnya? ketahui neraka diharamkan pada setiap orang yang rajin mendekatkan diri kepada Allah, yang bersikap lemah lembut, toleran, dan suka mempermudah.” (HR. At-Tirmidzi)
Kawan… janganlah kekasaran yang kita terima menghalangi kita untuk tetap bersikap lembut kepada orang tersebut, bukankah Rasulullah pernah lebih menerima kekasaran dari penduduk Thaif tapi beliau mencontohkan untuk bersabar ?
Kawan… bukankah Rasulullah mengajak kepada kebaikan dengan sikap lembutnya, yang berhasil mengubah orang kafir yang selalu melempari beliau dengan kotoran dengan sentuhan kelembutan hati beliau untuk menjenguknya tatkala orang tersebut sakit ?

Kawan… mari kita terus mencoba menanamkan sifat lembut itu pada diri-diri kita, karena tak kan menyesal orang yang berlaku lemah lembut terhadap sesamanya.

Seuntai Motivasi


Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan

Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

Cinta dan Waktu



Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta,Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dsb. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu, dan air laut tiba-tiba naik, akan menenggelamkan pulau tersebut. Semua penghuni mulai cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Cinta mulai kebingungan, karena ia tidak dapat berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk mencoba mencari pertolongan. Sementara itu, air makin naik membasahi kaki cinta.
Tak lama kemudian, Cinta melihat Kekayaan sedang mendayung perahu. “Kekayaan, Kekayaan, tolong aku”, teriak Cinta. “Aduh maaf cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu, nanti perahuku tenggelam. Lagipula tidak ada lagi tempat bagimu di perahu ini”, kata Kekayaan. Lalu kekayaan kembali bergegas mendayung perahunya untuk pergi. Cinta merasa sedih sekali.

Namun kemudian Cinta melihat Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan, tolong aku”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia dapat menemukan perahu, sehinga ia tidak mendengar teriakan Cinta. Air semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggangnya, sehingga Cinta semakin panik.
Tidak lama kemudian, lewatlah Kecantikan. “Kecantikan, bawalah aku bersamamu”, pinta Cinta. “Wah Cinta, lihatlah. Kamu basah dan kotor, aku tidak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis terisak-isak.
Saat itu lewatlah Kesedihan, “Wahai Kesedihan, bawalah aku bersamamu”, Cinta meminta untuk ikut bersamanya. “Maaf Cinta, aku sedang sedih, dan aku ingin sendirian saja”, kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa, ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat itu terdengar suara, “Cinta, mari cepat naik ke perahuku”. Cinta menoleh ke arah suara tersebut, dan melihat seorang tua dengan perahunya. Dengan cepat-cepat Cinta langsung menaiki perahu tersebut tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat, orang tua tersebut menurunkan Cinta dan segera pergi. Pada saat itu barulah ia sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapakah orang tua yang telah memberipertolongan sehingga dirinya selamat. Cinta segera menanyakan pada seorang penduduk di pulau tersebut, siapa sebenarnya orang tua tadi.
“Pak, siapakah orang tua tadi??”, tanya Cinta. “Oh, orang tua tadi?! Dia adalah sang waktu”, kata penduduk. “Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tidak mengenalnya, bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, Cinta heran.
Dan penduduk itu pun menjawab, “Hanya waktulah yang tahu, berapalah nilai yang sesungguhnya dari Cinta itu”.

Kamis, 29 Desember 2011

“Kekurangan Fisik bukan alasan untuk tidak berprestasi”

Mari kita simak kisah inspiratif berikut ini:
Keterbatasan fisik, ternyata tidak menghalangi seseorang meraih sukses dalam pendidikan khususnya dalam melaksanakan ujian nasional. Di Gresik Jawa Timur, seorang siswa cacat yang tidak memiliki sepasang tangan, mampu menggakrap soal ujian dengan baik, menggunakan kedua kakinya yang mengecil.
Lahir dengan fisik terbatas, tak membuat Muhammad Amanatullah, putra bungsu 6 bersaudara pasangan Alianto dan Nasifah, warga Jalan Kartini Gang 16 Nomor 21 Kota Gresik ini, harus putus asa dan minder dalam beraktifitas sehari-hari.
Karena tangannya yang kecil dan tidak berjari, menyebabkan A’am terpaksa memanfaatkan mulut, leher dan jari-jari kakinya untuk ber-aktifitas. Bahkan, untuk menulis sekalipun, harus menggunakan jemari kakinya. Namun, dengan keterbatasannya ini, siswa kelas 3 SLTP 4 Gresik ini justru mampu menuntut ilmu dengan baik.
Sepeda kecil roda tiga hasil modifikasi ayahnya, selalu menemani A’am berangkat ke sekolah, meski kadang-kadang harus di bantu teman sekelasnya agar tidak jatuh. Dengan jemari kakinya yang kecil, anak yang bercita-cita menjadi pelukis handal ini, selalu lincah memainkan pensil, untuk menjawab satu persatu soal ujian nasional. Untuk mengikuti Ujian Nasional, A’am mempersiapkan diri dengan baik melalui belajar intensif di rumah serta mengikuti bimbingan belajar siswa.
Hampir tak ada kendala dalam menempuh pendidikan, hanya saja, keterbatasan fisiknya kadang-kadang membutuhkan uluran tangan temannya agar bisa sampai ke ruang kelas. apalagi, ruang kelas untuk melaksanakan ujian kali ini berada di lantai 2.
“Persiapan ujian ini, saya banyak belajar di rumah dan mengikuti les dengan teman-teman”, ujar A’am. Menurut A’am, salah satu kendala mengikuti ujian adalah keberadaan ruang kelasnya yang ada di lantai 2. “Teman-teman saya baik hati, mereka membantu saya naik ke lantai 2” tambah A’am.
Sewaktu di bangku sekolah dasar, A’am bersekolah di sekolah dasar luar biasa. Namun, karena prestasinya yang mengagumkan, oleh pemerintah, A’am di terima di sekolah umum, untuk meningkatkan prestasinya. Menurut pihak sekolah, prestasi pelajaran A’am tergolong baik dan nilainya selalu berada di atas rata-rata temannya. Meski demikian, pihak sekolah tidak memperlakukan A’am secara istimewa.
“Tidak ada perlakukan khusus pada A’am, semua berjalan sebagaimana biasa. Hanya saja, bangku A’am memang di buat secara khusus”. Ujar Djalil kepala sekolah SLTP 4 Gresik.
Satu hal yang tak pernah di lupakan A’am adalah saat di undang secara khusus oleh Kapolri Jendral Polisi Sutanto dalam acara peringatan hari Bhayangkara di Jakarta 4 tahun lalu. saat itu, A’am di minta memperagakan cara melukis dengan kaki. Dan satu lukisan A’am terjual seharga 2 juta rupiah, wow!.
Ada satu keinginan A’am yang hingga kini belum terwujud, yakni memiliki sepeda roda 3 bermesin, agar bisa beraktifitas secara praktis. Sebab, kedua kakinya tidak bisa mengayuh sepeda roda tiga yang digunakan sekarang ini. Apalagi, ayahnya yang hanya bekerja sebagai sopir truk, berpenghasilan pas-pasan.
***
Sahabat yang baik hatinya!
Seringkali kita menyia-nyiakan kelengkapan potensi anggota tubuh kita. Hati dan tindakan kita jauh dari rasa syukur. Bahkan bisa tergolong pada golongan orang yang lupa akan beryukur, Astagfirulloh. Hal ini amat tidak terpuji tentunya. Berkaca dari kisah nyata di atas, semestinya menyadarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang ada, dan selalu semangat untuk berprestasi.
Mayoritas dari kita selalu mengeluh karena uang jajan yang dikasih orangtua tidak sukup. Mari kita melirik kepada sahabat kita yang samasekali tidak bisa meminta uang jajan kepada orangtuanya dikarenakan yatim piatu. Acapkali kita sering marah-marah kepada orangtua karena mereka tidak mampu membelikan HP yang bagus. Coba kita tengok sahabat kita yang serba kekurangan perekonomian keluarganya, jangankan untuk membeli HP, untuk membeli keperluan sekolah saja seperti buku, pulpen, tas dan sepatu harus bercucuran keringat terlebih dahulu.
Bagi sahabat Mr yang lagi baca ini, bukalah hati nurani kalian, lihat dan rasakan betapa susahnya orangtua kita menghidupi dan melayani kita sebagai anaknya. Sepatutnyalah kita berbakti kepada mereka dan bersyukur atas apa yang ada. Mr jamin pasti kehidupan kalian akan berbahagia jika dibarengi dengan rasa syukur. Kalian beruntung masih bisa belajar dengan nyaman, coba kita baca kembali kisah di atas, seorang Muhammad Amanatulloh yang bercita-cita menjadi pelukis handal, harus naik sepeda roda tiganya karena tidak bisa berjalan secara normal. Ia terlahir dengan anggota tubuh yang kurang. Namun hal ini tidak menjadi alasan baginya untuk meraih prestasi di sekolahnya. Malahan ia semangat sekali dalam belajar hingga nilainya di atas rata-rata. Kalo ia bisa mengapa kita yang masih diberikan kelengkapan anggota tubuh tidak bisa? Ayolah bangkitkan kesadaranmu sahabat, bukakan mata hatimu, dan songsonglah masa depan dengan prestasi disekolah yang membanggakan.
Kalian siap?

“Dibalik 1 kekurangan ada 1000 kelebihan”

True Story – toentas.com. Bayangkan terlahir tanpa tangan dan kaki. Nick Vujicic sempat ingin bunuh diri. Tapi perlahan dia belajar menerima diri dan berbalik 180 derajat, berusaha berprestasi bahkan menjadi motivator. Sekilas, pemuda Brisbane, Australia, ini tampak seperti sosok tunadaksa biasa. Nick Vujicic tidak memiliki lengan dan kaki. Hanya kaki kiri yang tumbuh, namun mungil dan tak sempurna dengan dua jari. Tapi dari sorot wajahnya yang selalu cerah dan tersenyum, tampak bahwa Nick (28) berbeda.
Jika sebagian tunadaksa terpuruk dan menyerah dengan keadaan. Nick sebaliknya. Dia justru berusaha keras melakukan banyak hal. Termasuk yang tidak semua orang normal bisa lakukan, seperti berenang. Tak hanya itu, dia menularkan jiwa positifnya kepada setiap orang. Nick sekarang menjadi motivator dan penulis buku motivasi. Judulnya Life Withhout Limits and Hug. Dia sudah keliling dunia untuk memberikan ceramah, dan tak terhitung jumlah orang ingin mendekat dan menangis memeluknya.

Sedih berkepanjangan
Tidak ada penjelasan medis mengapa Nick terlahir cacat. Orangtua Nick sempat terpukul mengetahui anak pertama mereka terlahir cacat. Dua adik laki-laki dan perempun Nick sendiri tumbuh sempurna. Berbulan-bulan mereka sedih, bahkan bertanya kepada Tuhan “mengapa saya terlahir begini?” cerita Nick dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, yang kemudian diunggah ke website-nya. Mereka mengkhawatirkan masa depan Nick. Bagaimana kelak Nick hidup normal dan bahagia? Bagaimana sekolah dan karirnya?
Dugaan orangtua tak sepenuhnya salah, karena semasa kanak-kanak Nick merasa sangat menderita. Saat Nick memasuki usia sekolah, ibunya disarankan untuk memasukkan Nick ke sekolah khusus anak-anak cacat. Tapi sang ibu menolak. “Sekolah-sekolah semacam itu penuh anak-anak cacat, dengan keterbelakangan mental. Sementara ibu tahu saya normal, cerdas, dan lingkungan seperti itu tak akan menguntungkan saya. Tidak ada yang kurang dengan saya, kecuali beberapa bagian saja, “ ungkap Nick. Sang ibu bersikukuh memasukkanya ke sekolah umum di Australia. Dia berulang-ulang bertemu dengan pihak sekolah, dan Nick harus menjalani banyak tes sebelum akhirnya bisa masuk.
Sekolah juga dibenahi dengan fasilitas tambahan, agar Nick bisa bersekolah dengan nyaman. Ada juga ‘waktu khusus’ agar Nick bisa ke kamar kecil dan sebagainya dengan bantuan orang lain. Perjuangan sang ibu tidak sia-sia. Setelah Nick, anak-anak berkebutuhan khusus lainnya menyusul. “Saya salah satu generasi pertama yang sukses masuk ke sekolah umum, “ ungkap Nick.
Bahkan PM Australia pernah mengunjunginya di sekolah, menyebut Nick sebagai pionir pembauran anak-anak normal dengan yang berkebutuhan khusus di sekolah umum. Tapi, tentu saja semua tidak terjadi dengan mudahnya. Nick yang merasa kesepian jadi tidak percaya diri serta depresi. Batinnya tak tenang, dan terus bertanya : “Mengapa saya yang menerima cobaan ini?”.
“Saya bertahun-tahun mengalami kekerasan, baik fisik maupun sekadar digoda, oleh teman-teman sekelas, “ papar Nick. “Tentu saja sakit. Tapi selama itu, Tuhan membantu saya mengatasinya dengan cara mempelajari apa yang Tuhan pikirkan tentang saya,” sambung Nick.
Maknanya adalah kita selalu bersama Tuhan. Kendati cobaan berdatangan, sungguh tak terhitung karunia Tuhan yang patut disyukuri. Menghitung karunianya, bagaikan menghitung butiran pasir. Ketika anak-anak, batin Nick berkecamuk. Dia sedih dengan keadaan fisiknya. “Di usia 8 tahun, pikiran-pikiran untuk bunuh diri melintas. Saya merasa jadi beban orangtua, dan bertanya-tanya bagaimana masa depan saya kelak. Dan saya tidak bisa menjawabnya, “ cerita Nick.
“Saya bingung bagaimana jika orangtua sudah tidak bisa merawat lagi. Apakah saya kelak bisa menikah, atau punya anak? Saya tidak berani menatap masa depan,” lanjutnya.
Tuhan punya tujuan
Selama bertahun-tahun Nick bergelut dengan perasaan menyalahkan Tuhan. Tapi karena terus memperdalam pengetahuan agama, dia menyadari Tuhan menciptakan dirinya bukan tanpa alasan. “Saya sadar saya harus menata diri lagi. Tuhan pasti punya tujuan tertentu, meski keadaan saya begini,” paparnya. Sejak itu Nick percaya Tuhan bisa menyembuhkannya kapan saja. Kadang-kadang dia pun berdoa untuk kesembuhannya, meski itu tampak mustahil.
“Saya sadar, terserah Tuhan apakah Dia mau menyembuhkan saya atau tidak, ‘katanya. Nick sadar, salah satu tujuan Tuhan menciptakannya seperti itu agar orang lain meyakini kekuasaanNya, dan bersyukur. Nick kemudian merasa tertantang untuk menyadarkan siapapun yang merasa tidak bersyukur dengan keadaannya.
Di usia 15 tahun, Nick pun merasa verbal berterima kasih kepada Tuhan, bahwa dia dibiarkan hidup. Sejak sekitar usia 17 tahun, dia merintis impiannya untuk menjadi motivator. Pada usia itu, di tahun 1993, dia memenangkan The Australian Young Citizen of the Year. Awalnya dia memberikan kesaksian tentang betapa dia pernah mengalami masa-masa penuh kekalutan namun kini begitu bersyukur atas segala karuniaNya. Tapi sekarang, Nick tampil di mana saja dia dibutuhkan.
Dia memberikan ceramah di depan para pelajar, guru, anak-anak muda, pengusaha, orangtua, wanita, wirausahawan, dan sebagainya. Mulai dari kelas kecil, hingga di depan ribuan orang. Nick sendiri lebih suka segmen remaja, karena menurutnya angka bunuh diri pada remaja meningkat. Dia ingin mencegahnya.

Motivator Dunia
Orangtua Nick melatihnya untuk bisa melakukan kegiatan orang-orang normal. Mulai dari memenuhi kebutuhannya sehari-hari (rumah dan perabotan dirancang sedemikian rupa sesuai kebutuhan Nick), sampai kegiatan sekunder seperti berenang. Orangtua melatihnya sejak usia 18 bulan.
“Jauh lebih muda jika saya sepanjang waktu didampingi perawat. Dengan keadaan fisik ini, saya terpaksa tergantung pada orang lain, dalam banyak hal,” akunya. Apalagi kini jadwal perjalanannya sebagai motivator sangat padat. Sekarang, sudah lebih dari 25 negara dia kunjungi untuk memberikan motivasi. Dan sudah ratusan acara mengundangnya sebagai motivator.
Semua orang senang bersama Nick. Dia memiliki kepribadian menyenangkan, sehingga punya banyak teman. Pada 2005, Nick mendirikan organisasi nirlaba untuk para tunadaksa, yaitu Life Without Limbs (LWL). Sebagai presiden LWL sekaligus duta tunadaksa, dia terus memompa semangat orang-orang bernasib sama seperti dirinya.
Nah, karena kebanyakan undangan berasal dari AS, pada tahun 2007 pemuda Brisbane, Australia ini pun pindah ke sana. Nick juga memanfaatkan pengalamannya sebagai motivator dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang motivasi, Attitude is Altitude.
Nick dengan gayanya yang kocak dan apa adanya punya banyak fans. Salah satu kalimat Nick yang membesarkan hati semua orang adalah, “Jika Tuhan bisa menggerakkan seseorang yang tak memiliki tangan dan kaki untuk menjadi kaki-tanganNya, maka dia pasti bisa menggerakkan semua orang yang punya sekadar niat baik dalam hatinya!” .
***
Hikmah yang bisa kita ambil:
Sahabat pembaca yang baik hatinya, dalam kehidupan ini semuanya telah diatur oleh sang Maha Gagah, Allah SWT. Semuanya di desain sedemikian rupa dan sebaik mungkin. Kelengkapan anggota tubuh adalah anugrah begitupun kekurangan anggota tubuh adalah anugrah. Ada pesan-pesan tersirat yang ingin disampaikan Tuhan kepada kita manusia. Supaya apa? Supaya mata hati kita sedar akan nikmat yang diberikanNya.
Kerapkali kita terfokus pada kekurangan diri kita tanpa mengindahkan kelebihan diri kita sendiri. Kita lebih suka mencap diri kita ini bodoh daripada pintar, lebih suka mengatakan tidak bisa daripada kata bisa, lebih fokus memikirkan hal-hal negative daripada berfokus pada pikiran positif.
Sahabat yang baik hatinya,
Jangan terfokus pada suatu permasalahan hidup, tapi fokuslah pada solusi dari permasalahan itu. Karena orang yang fokus pada permasalahan hidup, pda kekurangan hidup, maka dia selamanya akan mengeluh, putus asa dan tidak akan pernah merasakan rasa yang sempurna yakni “bahagia”. Sedangkan orang yang fokus pada solusi dari setiap permasalahan yang diberikan dalam hidup, senantiasa akan bersyukur atas apa yang ada, giat belajar dan memahami kehidupan ini dengan baik dan bijak, serta selalu merasakan kebahagiaan di dalam dirinya.
Ayolah, kita ambil hikmah dari kisah nyata di atas, seorang Nick Vijicic, seseorang yang kekurangan kelengkapan anggota badannya ternyata bisa menjadi motivator dunia, bisa menjadi kaya, dan bisa mendapatkan banyak teman di dunia. Itu semua karena apa? Karena Nick fokus pada solusi dari permasalahan kekurangan dirinya walaupun sebelumnya dia sempat mengeluhkan kekurangannya. Sahabat boleh mengeluh atas kekurangan, namun terus menerus mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Malah mandar akan menambah masalah. Ayo bangkit, ucapkan rasa syukur kita kepada sang Pencipta alam ini, Alhamdulillah…!
Setelah membaca kisah ini, sahabat pembaca yang baik hatinya akan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan, selalu optimis dalam menghadapi kehidupan terutama optimis berprestasi di sekolah, senantiasa melakukan hal-hal positif setiap hari dan siap menjadi manusia yang full manfaat. Sahabat siap???

“Tetesan Air”


Suatu hari ada seorang pemuda yang sedang mengelana mencari ilmu dengan berguru kepada seorang guru besar di daerah Arab Saudi. Tekadnya untuk menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan masyarakat rasanya sudah sangat bulat sekali. Di daerahnya para pemuda memang biasa dalam melakukan suatu perjalanan untuk mencari ilmu atau merantau ke suatu tempat yang sangat jauh. Tujuannya adalah supaya disaat kepulangannya nanti bisa membawa suatu keterampilan dan menyebarkan pengetahuan kepada masayarakat di tempat tinggalnya.
Pemuda itu merantau dari negeri yang sangat jauh menuju ke daerah gersang yang terkenal dengan panasnya itu. Namun hal itu tidak memutuskan niatnya untuk berguru disana. Ia tahu bahwa daerah itu memang banyak sekali guru-guru besar dan terkenal yang bisa mengangkatnya menjadi orang yang berpengetahuan. Kali ini ia menginginkan untuk mempelajari ilmu filsafat. Ia singgah di suatu tempat perguruan yang sederhana namun peminatnya banyak sekali.
setelah mengikuti tes di perguruan itu, ia ternyata bisa lulus seleksi dari sekian banyak orang yang mendaftar untuk berguru kepada sang maha guru. Namun jumlah murid yang diterima tidak sebanyak yang dibayangkan seperti disekolahan. Hanya ada beberapa murid saja yang diterima. Ia merupakan orang yang ke 5 dari 6 orang yang diterima menjadi murid sang maha guru besar. Tentu saja hal ini sangat membuatnya bahagia. Perjalanannya ke tempat yang membutuhkan waktu yang lama ini tidak sia-sia.
Berlangsunglah proses belajar mengajar dengan sang maha guru besar. Kali ini bukan hal yang sangat gampang untuk belajar filsafat dengan sang maha guru. Pemuda itu hari demi hari merasa sangat sulit untuk memahami apa yang disampaikan oleh maha guru. Melihat kawan-kawannya yang lain, ternyata mereka bisa menankap dengan cerdas dan cepat apa yang disampaikan oleh maha guru. Namun hanya pemuda itulah yang sulit sekali dalam memahami pembelajaran. Selang beberapa tahun kemudian pemuda itupun semakin putus asa dan memilih untuk menyerah saja dari belajar dengan sang maha guru besar yang di inginkannya sekian lama dahulu. Sekarang pemuda itu benar-benar ingin kembali saja ke tempat kelahirannya. Ia merasakan kesulitan yang sangat luar biasa dalam memahami pembelajaran yang disampaikan maha guru.
Pada akhirnya dengan ijin sang maha guru pemuda itupun kembali ke daerah tempat ia tinggal dengan orangtuanya. Diperjalanan ia memikirkan kesulitannya dalam menangkap apa yang disampaikan oleh maha guru. Saat kelelahan mulai menghinggapinya, iapun bermaksud untuk istirahat di sebuah pegunungan yang terdapat mata air yang bersih. Ia berhenti disana untuk melepas lelah dan merasakan segarnya udara pegunungan dan mata air. Dengan lamunannnya yang melayang kesana-kemari, pemuda itu melihat air yang menetes dari saluran air yang digunakan masyarakat sekitar sana untuk menghidupi daerahnya.
Dengan sangat teliti pemuda itu melihat tetesan demi tetesan air jatuh menuju batu yang sangat besar di bawahnya. Ada sesuatu yang ganjil dengan batu besar itu. Terdapat lubang yang cukup besar setelah tetesan air itu jatuh menimpa batu secara terus menerus. Ia semakin tertarik dan terus memperhatikan kejadian yang sangat langka itu. Tanpa sadar ia berkata dalam hatinya”Ah, ternyata setetes demi setetes air bisa mengalahkan batu yang teramat keras dan besar. Dengan terus berkelanjutan menetes, akhirnya batu itupun menyerah menahan timpaan setetes air. Lalu apa yang telah aku lakukan…?”.
Ntah apa yang ada dalam pikirannya, seketika itupun pemuda itu beranjak kembali ke perguruan sang maha guru. Dengan rasa semangatnya yang luar biasa pikirannya berfokus pada pembelajaran yang diberikan maha guru. Sekarang ia yakin, “sesulit apapun pembelajaran yang diberikan maha guru pasti bisa aku fahami dan aku kuasai. Air yang selama ini aku kenal sangat lembut dan tenang ternyata bisa mengikis batu besar yang teramat kuat secara terus menerus”.
Akhirnya pemuda itupun kembali ke perguruan dan melanjutkan pembelajarannya hari demi hari. Dan akhirnya pemuda itu dikenal sebagai ulama besar yang luar biasa keilmuannya terutama keahliannya dalam ilmu filsafat. Ia menjadi seorang maha guru terkenal layaknya sang maha guru yang dikaguminya.
***
Hikmah apa yang bisa kita ambil:
Sahabat,
Dalam proses pencarian ilmu apapun membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Seiring dengan berjalannya waktu, sesulit apapun pembelajaran yang kita hadapi, pasti akan ada kemudahan. Ingatlah Firman Allah dalam Al-quran:
“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
--(Q.S Al-Insyiroh ayat 5)--
Selayaknya kita menyadari bahwa semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya, semua penyakit itu pasti ada obatnya, semua kesulitan itu pasti menemui kemudahannya, semua yang kita anggap mustahil itu akan menjadi kenyataan. Percayalah, hidup ini memang tidak segampang yang kita pikirkan, namun tidak sesulit yang kita pikirkan juga. Artinya, hidup ini bergantung pada diri kita sendiri. Sulit atau mudah, berat atau ringan, sengsara atau bahagia, kita jualah yang menentukan.
Begitupun disaat kita menemui kesulitan dalam belajar, janganlah berputus asa hanya karena sekali kita tidak bisa memahaminya, jangan putus harapan hanya karena dua kali kita tidak bisa menjawabnya, jangan pernah membuang impian hanya karena tiga kali kita tidak bisa menyelesaikannya. Billi P.S Lim mengatakan dalam bukunya Dare to fail, “No failure, only success delayed” (Tidak ada kegagalan, melainkan hanya sukses yang tertunda).
Jangan memberikan pemahaman pada diri kita bahwa kegagalan adalah akhir dari segalanya. Berikanlah pemahaman pada diri sendiri bahwa kegagalan hanyalah ujian hidup bahwa kita ini hidup. Kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda. Dalam hal ini Socrates pernah bekata: “Hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi (unexamined life is not worth living). Hanya ada satu tempat di dunia ini dimana manusia terbebas dari segala macam ujian hidup, yaitu kuburan. Berarti bahwa tanda manusia itu masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan, dan penderitaan. Lebih baik kita tahu bagiamana kita gagal daripada tidak tahu mengapa kita berhasil.
Perjuangan, pengorbanan, kepasrahan dan ketekunan akan melahirkan pribadi yang berilmu luar biasa. Pribadi yang akan menghadapi kehidupan ini dengan optimis. Pribadi yang senantiasa berjuang dalam kesulitan. Pribadi yang tidak akan mengenal lelah dalam berikhtiar. Itulah pribadi sahabat-sahabat sekalian yang baik hatinya. Berjuanglah sahabat, optimislah meraih masa depan yang gemilang.

“Gajah yang terikat”


Seorang pekebun di daerah Kalimantan menemukan seekor anak gajah dikebunnya. Rupanya anak gajah ini tertinggal dari induknya dan kumpulannya. Kemudian sang pekebun mengambil dan merawat anak gajah itu dengan baik. Tetapi, karena tidak memiliki kandang yang memadai, anak gajah itu di ikat di sebatang bambu kecil dengan rantai anjing yang tidak terlalu besar.
Setelah sekian lama anak gajah itu tumbuh menjadi besar dan keinginan naluriah hewani untuk bebaspun semakin besar. Setiap hari anak gajah yang beranjak dewasa ini mencoba menghentakkan kakinya untuk bisa terlepas dari ikatan rantai yang di ikatkan oleh pekebun pada bambu. Namun usahanya sia-sia, tetap saja gajah itu tidak bisa melepaskannya, bahkan kakinya mengalami lecet. Lama-kelamaan keinginan gajah untuk melepaskan diri dari ikatan rantai itu mulai mengendur dan pada akhirnya tidak sama sekali.
Yang lebih menariknya lagi, saat gajah itu tumbuh menjadi dewasa dan besar, dengan memiliki taring yang panjang, dia tetap saja terikat pada bambu kecil yang di pasang pekebun dengan ikat rantai di kakinya. Padahal, secara logika, gajah itu bisa saja melepaskan kakinya dari ikatan tersebut hanya dengan satu kali hentakan dan kemudian lepas. Lalu mengapa tidak bisa dilakukan? Hal ini dikarenakan mindset yang ada dalam benaknya sudah negative, dia merasa gagal dan tidak punya harapan untuk melepaskan rantai itu dari kakinya.
Lalu, apa hikmah yang bisa kita ambil Mr?
Dalam kehidupan ini senantiasa kita selalu dihadapkan pada keadaan yang jatuh bangun. Sang Pencipta tidak menjanjikan keadaan dunia selalu gelap, tapi juga disertai terangnya. Disana ada hujan, maka panaspun mengiringi, disana ada kesulitan, bersamanya ada kemudahan.
Bukan masalah berapakali kita gagal dalam mencoba sesuatu, namun berapakali kita bangkit dari kegagalan, itu yang utama. Begitu banyak orang yang memvonis pada dirinya sendiri bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah pernah melakukan hal serupa dengan kesalahan yang fatal. Ingatlah sahabat, keberhasilan tidak di ukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, namun dari rintangan-rintangan yang di atasinya dikala berusaha untuk berhasil.
Seekor gajah yang secara logika bisa melepaskan tali itu, ternyata keadaannya berbalik. Dengan mindset gagal yang ada dalam benaknya, gajah dewasapun berkeyakinan dan berfikiran tidak akan mungkin bisa lepas dari ikatan rantai itu. Disinilah sahabat sekalian yang biak hatinya, seringkali kita di pagari oleh pikiran negative kita untuk selangkah lebih maju. Kita ragu dalam melakukan apa yang menjadi yang terbaik buat kita. Kita terkadang merasa malu dan gengsi untuk berubah. Kita malah lebih berfokus pada kesalahan fatal yang pernah dilakukan dimasa lalu tanpa berfokus pada cita-cita keberhasilan yang gemilang di masa depan.
Ayolah sahabat,,,
Jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Jangan pernah menyerah setelah mencoba. Dan jangan pernah menyerah sebelum engkau berhasil. Nothing impossible in this world. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Saat kita menginginkan prestasi, maka tentulah kita bisa melakukannya. Saat orang lain bisa berprestasi, mengapa kita tidak bisa melakukannya. Hilangkan pemikiran negative yang ada dalam benak kita sekarang ini, mulailah membuat agenda untuk belajar dan melaksanakannya. Yakinkan dalam hati kalian bahwa “Aku Pasti Bisa”. Biarkan pikiran kalian di hinggapi dengan semangat positif. Hiraukan temanmu yang mengejek, menghina dan menertawakan. Fokuslah pada diri sendiri karena itu adalah kunci keberhasilan setiap orang.

“Kearifan Segenggam Garam”


Alkisah, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal kesholehannya dan kebijakannya. Disuatu pagi yang dingin seorang lelaki muda sedang dilanda masalah datang. Dengan langkah gontai dan rambut kusut, ia tampak seperti orang yang tak pernah mengenal bahagia. Tanpa menunda waktu, lelaki itu mengungkapkan keresahan dalam hidupnya. Dimulai dengan impiannya yang gagal, karir yang berantakan, cintanya yang lesu, dan kehidupannya yang tidak pernah berakhir bahagia. Dengan seksama dan sangat teliti bapak tua itu mendengarkan. Tanpa berkata apa-apa, pak tua itu mengambil segenggam garam dan memasukannya kedalam segelas air, lalu mengaduknya dan berkata,”Coba minum ini dan bagaimana rasanya??”.
Dan pemuda itupun meminumnya. “Ahhhh,,, asin sekali! Pahit pak!!!”, jawab pemuda tersebut. Pak tua itu hanya tersenyum, lalu mengajak anak muda tersebut berjalan ke tepi telaga yang ada dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Setelah berjalan jauh, akhirnya sampailah mereka ditepi telaga yang tenang dan airnya jernih. Masih dengan mata yang tenang dan penuh cinta, orangtua yang bijak itu menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu diaduknya air telaga yang membuat gelombang dan riak kecil.
Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, “Anak muda, coba kamu cicipi air telaga tersebut, dan minumlah,”. Setelah anak muda tersebut meneguk air telaga, pak tua bertanya lagi, “Bagaimana rasanya??”, “Umm… ini baru segar sekali rasa airnya pak tua”, jawab anak muda tersebut.
“Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air tersebut?” Tanya pak tua. “Tidak, sepertinya tidak, sedikitpun aku tidak merasakan rasa asin!”.
Mendengar hal itu, dengan bijak pak tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di tepi telaga dan berkata, “Wahai anak muda, pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Tidak lebih dan tidak kurang! Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita miliki”.
Kepahitan itu selalu berasal dari bagaimana kita meletakan segalanya. Dan itu tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya satu hal yang boleh kita lakukan yaitu lapangkanlah dada untuk menerima semuanya. Luaskan hati untuk menampung sebuah kepahitan tersebut, luaskan wadah pergaulan supaya kita mempunyai pandangan hidup yang luas. Maka, kita akan banyak belajar dari keleluasaan tersebut. Hati adalah wadah it, perasaan adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hati seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam semua kepahitan itu, dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.
Keduanya lalu bernajak pulang, mereka sama-sama belajar dari hati. Dan pak tua si orang bijak tersebut, kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan dan permasalahan dalam hidup. Nah, sahabat, dalam hidup tentunya banyak sekali cobaan yang diberikan, baik itu kesedihan, kegagalan, keresahan, dan lain sebainya, maka berhentilah sejenak dari urusan kita dan merenung, luaskan hati kita bahwa semua masalah yang kita hadapi pasti bisa terpecahkan. Positifkan pikiranmu untuk selalu menerima semua masalah dan belajar memecahkannya.
Selamat berjuang sahabat!!!

"Budayakan Hobi Membaca"


"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan"
--(Q.S Al-A'laq ayat 1)--

Hai Sahabatナ Apa kabarnya?
Semoga selalu sehat, cerdas dan gembira ya tentunya.
Membaca terbagi kedalam dua bagian yaitu membaca yang tersurat dan membaca yang tersirat. Membaca yang tersurat adalah memahami dan mempelajari segala hal yang tertulis berupa huruf ataupun symbol. Sedangkan membaca yang tersirat adalah memahami dan mempelajari ciptaan Allah diluar tulisan yakni kehidupan ini. Semisal membaca mengenai alam ini, mengambil hikmah dari setiap kejadian, mempelajari situasi dan kondisi disekitar kita dan mengambil solusi dari berbagai persoalan hidup. Saat kedua hobi membaca ini telah terbentuk dalam diri kita, maka bersiap-siaplah untuk menjadi orang yang berprestasi disegala bidang.
Pada bagian ini Mr akan menjelaskan terlebih dulu mengenai persoalan budaya membaca secara tersurat/tertulis di masyarakat kita, terutama kebiasaan membaca dikalangan pelajar. Data survei yang dilakukan oleh UNESCO tahun 1992 mengatakan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan 27 dari 32 negara. Sedangkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2006 mengatakan bahwa sebanyak 85,9% memilih menonton televisi, 40,3% mendengarkan radio, dan 23,5% membaca Koran (Sumber:www.bps.go.id). Ketahuilah, bahwa dengan membaca kita akan menemukan sesuatu yang baru, baik itu perihal ilmu, pengetahuan maupun pengalaman. Berbagai macam buku sekarang tersedia di depan mata untuk dibaca. Namun sayangnya minat baca masyarakat kita kurang, apalagi golongan pelajar. Padahal pelajar kan erat hubungannya dengan membaca. Betul tidak sahabat?
Ada beberapa pengaruh dari budaya membaca, salah satu di antaranya adalah tersedia buku yang menyajikan informasi baru disertai dengan isi yang menarik sehingga enggak bosen untuk dibaca. Penyampaian penulis dalam tulisannyapun harus diperhatikan. Tapi masalahanya adalah buku sekarang sudah banyak, beragam jenis dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan pembaca. Tapi kebiasaan membacanya itu lho yang kurang. Khawatirnya lagi Indonesia merupakan Negara yang minat baca tulisnya kurang.
Informasi yang di dapat menurut survey yang di adakan disejumlah Negara, di Inggris terdapat 100.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahunnya, sedangkan di Malaysia berkisar 15.000 judul pertahunnya. Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia berkisar pada angka 5.000 untuk produksi buku tiap tahun. Ini adalah fakta yang membuat miris ketika berkaca pada jumlah penduduk Indonesia (241.452.952-CIA World Factbook 2004)yang jauh lebih besar daripada Malaysia (23.522.482 -CIA World Factbook 2004). Lebih jauhnya seorang sastrawan Indonesia berkata:
"Kita telah menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis"
--(Taufik Ismail)--
Itu artinya budaya baca dan menulis masih kurang. Padahal dengan membaca kita bisa tahu berbagai hal dan informasi, tentunya itu bisa dituangkan kembali dalam bentuk tulisan yang akan menghasilkan judul buku yang baru. Andaikata setiap penduduk masyarakat Indonesia mempunyai hobi baca, maka berbagai bacaanpun akan terlahir. Dan ini bisa menjadi salah satu faktor pemberantas kemiskinan. Yang ternyata jumlah kemiskinan di Negara kita mencapai 13,3% yang artinya 27 juta jiwa miskin (Versi Repiblika.2011).
Ippho Santosa pernah bilang, "Kalau Anda ingin mengenal dunia, bacalah buku. Apabila Anda ingin dikenal dunia, maka tulislah buku". Sebuah ungkapan yang penuh arti dan kebenaran. Beliau contohnya, dengan menulis berbagai buku, akhirnya bisa dikenal di Negara ASEAN. Nama Ippho Santosa sekarang tidak asing lagi dimata kita. Begitu mendengarnya maka ingatan kita langsung ke buku karyanya,"Tujuh keajaiban rejeki, 10 jurus terlarang, 13 wasiat terlarang, marketing is bulshit", semua begitu mengalir secara tak sadar, seakan kita adalah keluarganya Ippo Santosa, padahal sebaliknya. Inilah bukti dari perkataannya bahwa ketika menulis buku maka kita dikenal.
Disekolah juga sama, siapapun yang ingin berprestasi, maka budayakan hobi membaca. Di awal telah diberikan rujukan yang paling dahsyat dan benar, Tuhanpun telah menyuruh semua makhluknya untuk membaca. Karena Tuhan tahu kebutuhan manusia, mengerti apa yang di harapkan manusia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita maksimalkan hobi membaca??? Hayooooナ jangan kesindir yah.
Sebagai pelajar pasti ada perbedaan mana yang suka membaca dan mana yang tidak suka membaca. Mereka yang membiasakan membaca pelajaran sekolah maupun umum, akan lebih berprestasi daripada pelajar yang tidak suka membaca. Benarkah? Trust me, it works. Mengapa teman-teman yang lagi baca ini susah sekali mendapatkan prestasi, ya karena kita jarang membaca. Begitu pulang sekolah, bantingin tas terus maen. Pulang kemaleman dan untuk belajar ngantuk dan capek. Huffhh, kapan belajarnya ya.
Banyak pepatah yang menyuruh kita untuk membaca, di antaranya adalah "Membaca adalah jendela dunia", "Membaca adalah kuncinya ilmu" dan "Membaca adalah gudangnya ilmu". Hal ini tidak semata-mata dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Justru dibuat oleh orang yang sudah mengerti akan arti dan makna membaca. Kalo memang sahabat yang lagi baca ini ingin menambah ilmunya, menambah pengetahuannya dan menambah pengalamannya, serta ingin berprestasi, maka budayakan hobi membaca. Bisa baca buku pelajaran sekolah, maupun buku-buku umum.
Berikan waktumu untuk membaca setiap hari. Apakah itu dipagi hari setelah shalat shubuh, atau di siang hari setelah pulang sekolah, maupun di malam hari sebelum tidur. Apalagi kalau ketiga waktu itu dilakukan, wah, Mr yakin pasti berprestasi, nambah ilmu dan pengetahuannya. Mr akan cap bahwa sahabat akan berprestasi! Mau?.

"Ini rahasia, banyak orang yang tahu bahwa membaca bisa membuka berbagai macam ilmu pengetahuan, namun sedikit sekali dari mereka yang membaca langsung, jarang membaca bahkan enggak suka baca".
--(Mr.C)--

Nah, sahabat Mr yang lagi baca ini, harus rajin membaca ya, lakukan setiap hari, untuk awal-awal 15 menit, terus di hari berikutnya menjadi 30 menit, dilanjut lagi dihari berikutnya 1 jam, terus nambah. Ya minimal sampe 2 jam dalam sehari membacanya. Kalau sudah melakukan apa yang disarankan Mr, maka rasakanlah keajaiban yang akan terjadi. Kita akan jauh berbeda dengan teman kita yang lain. Pengetahuan kita akan melebihi mereka termasuk juga ilmu kita akan lebih banyak. siap???.
Berikut 5 tips memilih dan membaca buku:

1. Pilihlah buku yang bahasanya menarik, mudah dicerna dan renyah. Karena kalau bahasanya susah dicerna, sulit dimengerti maka akan membingungkan kita sebagai pembaca dan akhirnya mengeluh.
2. Pilihlah buku yang dapat memotivasi jiwa dan raga kita, untuk lebih baik lagi dalam hidup ini, jangan yang hanya bacaan belaka, tapi dengan membaca buku tersebut memompa semangat dan belajar kita.
3. Pilihlah buku yang memberikan informasi baru buat kita. Sehingga semakin lama kita membaca semakin banyak informasi baru yang kita serap.
4. Pilihlah buku yang kita senangi dan minati, dengan catatan buku itu mengandung ilmu pengetahuan, unsur pengalaman dan mengandung motivasi yang luar biasa untuk selalu maju dalam hidup ini.
5. Pilihlah buku yang memberikan solusi atas permasalahan kita. Buku juga menjadi solusi pemecahan masalah dalam hidup. Tidak sedikit orang yang berhasil berkat mengambil hikmah dari sebuah buku.

“Akibat Membaca”



Berikut ada 5 akibat saat membaca menjadi hobi kita:
1. Emosi dan Mentalku terbentuk
Sahabat, saat kita melakukan proses membaca baik buku, novel, majalah, Koran ataupun sumber lainnya, maka tanpa sadar kita akan fokus dan konsentrasi pada bacaan yang kita lihat. Kefokusan inilah yang membuat sahabat menyertakan emosi dan mental saat membaca. Membaca buku yang komunikatif, kreatif dan disertai humor, akan membuat diri kita tersenyum, tertawa, lega, asyik, gemas dan berbagai perasaan lainnya hadir. Begitupun ketika buku itu berisi kisah yang menyedihkan, dengan sendirinya perasaan/emosi kita akan sedih mengikuti keadaan bacaan yang dibaca. Sedangkan proses belajar yang paling tepat adalah dengan menyertakan emosi, karena emosi membuat apa yang kita pelajari bersemayam dalam otak dan hati dalam jangka waktu yang lama. Nah, setelah proses membaca berbagai bentuk bacaan itu, maka perubahan mental diri kita akan nampak dan terpengaruhi. Jadi, jika sahabat menginginkan mental juara, semangat, pemberani dan hal positif lainnya, maka perhatikanlah buku apa yang kita baca. Apakah bergenre kesedihan, kebahagiaan, motivasi, atau apa. Saran Mr adalah bacalah buku atau sumber bacaan yang lain yang bisa memotivasi sahabat. Jangan terlalu sering membaca sumber yang menyedihkan karena itu akan membuat mental kita menjadi lemah. Siap?
2. Kudapatkan informasi dan ilmu
Hal ini sudah pasti, begitu membaca sebuah sumber bacaan, maka sebetulnya kita sedang mengalami proses penerimaan informasi kedalam otak kita. Ketika sahabat sering membaca buku sejarah, maka informasi dan ilmu mengenai kesejarahan akan banyak diserap oleh otak. Dimana sahabat membaca majalah mengenai kesehatan, sedikit banyaknya informasi dan ilmu tentang kesehatan juga senantiasa menyelinap di kepala kita. Dan seterusnya.
3. Aku menjadi percaya diri
Percaya diri adalah sikap dimana kita merasa bangga dan yakin kepada kemampuan diri sendiri. Banyak orang merasakan tidak percaya diri salah satunya disebabkan karena kurang informasi dan ilmu yang dimiliki. Disini, dengan membaca secara otomatis sahabat akan mendapatkan berbagai informasi dan ilmu seperti sudah dijelaskan sebelumnya, lalu sahabat akan merasakan kepercayaan diri bahwa sahabat memiliki kebanggaan kelebihan informasi dari yang lain. Saat sahabat bis aberbicara mengenai informasi yang didapat dari buku bacaan yang sahabat sering baca kepada teman2 dikelas misalnya, maka kepercayaan diri itu muncul. Silahkan sahabat buktikan sendiri dengan memulai membaca.
4. Ingatanku meningkat
Banyak penelitian yang menerangkan bahwa membaca merupakan sarana untuk meningkatkan ingatan kita. Alasannya karena ketika membaca otak, emosi dan saraf tubuh kita berfungsi. Membaca juga merupakan proses penyerapan informasi yang memungkinkan otak kita tidak beku dan diam. Sedangkan prinsip otak adalah jika terus di pergunakan, maka akan semakin tajam, dan jika tidak maka semakin tumpul. Jadi jika sahabat merasa sekarang ini kurang dalam ingatannya, maka yuk kita sama-sama mulai menjadikan membaca sebagai hobi.
Dengan membaca kita kan terhindar dari penyakit Alzheimer, yaitu penyakit yang sekarang di takuti dunia yakni kesulitan mengingat informasi baru karena otak jarang dipakai, karena hal ini disebabkan oleh suatu kondisi dimana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit di transmisikan dengan baik. Naudzubillahimindzalik.
Dan menurut peneliti Dr.C. Edward Coffey (Seorang ahli Psikiater dan otak dari Michigan,Amerika) mengatakan bahwa membaca buku bisa menghindarkan diri dari penyakit demensia atau pikun. Lebih jauhnya lagi Einstein berkata: “Aku bukanlah orang yang jenius atau memiliki kecerdasan khusus tapi aku hanyalah orang yang penasaran dan memiliki rasa ingin tahu yang besar”. Dan sahabat tahu, Einstein lebih banyak menghabiskan waktunya membaca buku, setelah itu melakukan penelitian di labnya. Lalu bagimana dengan sahabat???
5. Aku kreatif
Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri kta dalam menerima informasi dan ide baru akan membantu sisi perkembangan otak kreatif kita. Hal ini di sebakan oleh otak yang menyerap informasi itu kedalam proses berfikir kita. Sehingga nanti muncul ide-ide dari sahabat sendiri terhadap sebuah permasalahan. Percayalah, orang yang sukses di dunia ini seperti orang terkaya di dunia Bill Gates, juga di mulai dari membaca. Ia menciptakan program software Microsoft Word yang sering kita gunakan untuk mengetik. Mungkinkah penemuan ini terjadi tanpa proses membaca??? Sangat tidak mungkin sahabat. Begitupun Soekarno, Jhon F Kennedy dan Obama menjadi presiden karena membaca, Albert Einstein (Penemu teori realitivitas), Mark Zuckerberg (penemu Facebook), Ippho Santosa (pakar otak kanan), Ary Ginanjar (penemu method ESQ), Thomas Alfa Edison (penemu lampu dunia), mereka bisa menemukan inovasi-inovasi baru karena sebelumnya mereka sudah membaca. Ingat, saat kita ingin menjadi orang yang kreatif maka perhatikan ketertarikan kita dalam membaca.

“Nengok Jepang Yuk!”


Nengok Jepang? Emang dia sakit Mr?
Hehe… bukan, sahabat baca aja dulu.

Sampai saat ini, Jepang adalah satu-satunya negara di Asia yang mempunyai kedudukan sejajar dalam iptek dan perekonomian dengan raksasa dunia seperti Amerika. Tak heran, jika perdana mentri Malaysia Mahatir Muhammad, menjadikan Jepang sebagai kiblat pengembangan iptek ketimbang barat. Cerita mengenai kehebatan Jepang dapat bangkit dengan cepat dari puing-puing kekalahan perang dunia kedua, terutama setelah terjadi ledakan bombardir dikota Hirosima-Nagasaki tahun 1945. Negara sakura dengan jumlah penduduk 127.417.244 jiwa ini juga menginspirasi banyak negara di Asia untuk dapat menjadi seperti Jepang. Sifat dasar orang Jepang memang tekun dan pekerja keras. Selain itu rata-rata dari mereka mempunyai keinginan untuk selalu belajar dan selalu memperbaiki hasil kerja mereka. Mungkin sifat-sifat dasar ini menjadi salah satu pendukung kehebatan masyarakat Jepang dalam membangun negaranya. Keinginan untuk selalu belajar ini tercermin pada tingginya budaya baca dan tulis masyarakat Jepang.
Sebuah budaya yang amat mencengangkan adalah budaya baca masayarakat Jepang. Lengketnya keberadaan buku ditangan mereka membuat masayarakatnya 99% melek huruf dan meruapakan Negara produktivitas baca-tulis. Pemerintahannya menyadari bahwa sumber daya alam mereka kurang, namun bukan berarti sumber daya manusianya juga harus ikut nimbrung kurang, malah mandar sumber daya Jepang sangat luar biasa. Buktinya banyak produk “made in japan” yang beredar di lingkungan kita. Mulai dari kendaraan, peralatan rumah tangga dan peralatan lainnya dalam hidup. Jepang memang salah satu negara yang ditakuti oleh negara paman syam (Amerika) karena kemajuan IPTEKnya. Whoooaaaahhhh… kapan ya Indonesia kaya Jepang? Humm.
Sahabat, karena budaya baca masyarakatnya, pemerintahannyapun ikut andil dalam mempasilitasi bacaan untuk dibaca. Perpustakaan tersebar dimana-mana, terutama dengan toko buku yang paling terkenalnya yaitu “Kinokuniya” yang beridiri tahun 1927 yang didirikan oleh Tonabe Moich. Sekarang gerai buku yang ada didalam negerinya sekitar 64 gerai, sedangkan yang tersebar diluar negeri mencapai 24 gerai. Luar biasa bukan???. Di Jepang, antara toko buku lama dan toko buku baru itu hampir sama. Menurut bunkanews bahwa toko buku bekas/tua menempati persentase sepertiga jumlah toko buku. Yang artinya jumlah toko buku bekas separoh jumlah toko buku baru. nah kalo dikita, toko buku bekas pasti sedikit peminatnya. Hehehe.
Dari mulai sekolah sejak SD saja, murid-murid sudah di ajarkan bagaimana itu menulis produktif lewat mengarang cerita atau menulis sebuah cerita, itu artinya di ajak berimajinasi. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang karya-karya legendaries ulisan tangan mereka yang ulet dan tekun seperti komik: detective conan, death note, naruto, dragon ball, area 88, clamp no kiseki, azu mangga daioh, crayon shinchan dan lain sebaginya. Lebih hebatnya lagi nih, disana antara penulis dan pembaca saling menghargai. Maksudnya apa Mr? maksdunya adalah saat lahir karya baru tulisan orang jepang sendiri, pembaca berminat untuk membeli dan membacanya dengan antusias. Wah, wah, wahhhh… nah dikita? Jawab sendiri yah. Hehe. Satu hal lagi nih, Jepang itu lebih menghargai bahasanya sendiri, jadi kalo ada buku impor dari luar taruhkata dalam bahasa inggris, lebih baik mereka membacanya dlam bentuk bahasa ibu mereka. Kalaupun ada yang tidak diterjemahkan ya Cuma ada di toko buku tertentu saja.
Ternyata masyarakat Jepang pada pintar menulis, dalam prinsip hidup mereka, di dunia ini harus terlahir goresan pena kehidupannya yang mereka torehkan dalam bentuk sebuah buku, sebut saja disini otobiografi yaitu sejarah mengenai cerita hidupnya sendiri. Mulai dari ibu rumah tangga, pegawai bangunan, petani, pebisnis, presiden dan lain sebagainya. Mereka menginginkan kehadiran mereka di dunia ini dengan bukti sebuah buku tentang diri mereka. Dan ungkapan itu ditulis dalam sebuah buku. Hebat yah… perlu sahabat ketahui bahwa sifat-sifat orang Jepang itu adalah, malu gagal, pekerja keras, ulet dan tekun, sederhana hidupnya, selalu ingin belajar dan memperbaiki hasil kerja. Lalu bagaimana dengan sifat masyarakat Indonesia??? Mohon dijawab yah.
Sahabat Mr pernah bilang bahwa disana itu ada istilah “Tachiyomi”, yaitu budaya membaca buku di toko buku tanpa membelinya. Hehe. Dan ntah kenapa yang punya toko buku malah seneng banyak yang baca tanpa beli, alasannya simple, karena setelah membaca satu buku, biasanya orang jepang akan membeli buku lain karena penasaran. Fiuuuhhh,,, kalo dikita, budaya apa ya? Mungkin istilah “Lirik saja” artinya pas liat buku cuma mengatakan “hai bukuuuuuuu…?” udah itu pergi jauh-jauh. Hehehe, terlalu. Dan berita yang paling mencengangkan lagi akibat dari keuletan dan budaya baca orang jepang nih, tahun 2011 ini mereka membuat robot keluaran terbaru yang bisa berfikir halnya manusia, mungkin bukan berfikir punya otak kali yah tapi bisa merespon seperti manusia. Bisa bikin kopi sendiri, kalau berjalan ngadapin suatu benda maka dia belok, mengatakan hai setiap kali bertemu manusia, bisa bersih-bersih layaknya ibu rumah tangga dna menyimpannya di tempat yang tepat. Wow kereeeennnnnn!!!!!.
Pertanyaannya adalah Indonesia kapan niiieeeehh??? Hehe. Mungkin salah satu dari kalian pelakunya nanti. Amiin. Jika sebuah bangsa ingin maju dalam IPTEKnya, maka harus mulai menerapkan kedisiplinan dalam kebaikan. Dan semua itu dilakukan oleh individhu masyaraktanya. Taruhkata disini membaca, jika di antara kita hobi membaca, maka yakin Negara kita tidak hanya menjadi Negara berkembang saja tapi juga jadi Negara maju. Semuanya dimulai dari diri kita sendiri sahabat, ingin berprestasi? Membacalah, ingin pintar? Membacalah, ingin sukses? Juga membacalah, karena ayat pertama yang diturunkan Allah kepada kita adalah perintah membaca “Iqro” yang artinya “Bacalah”.
Selamat membaca sahabat yang baik hatinya!!!

"Minat dan bakat juga perlu dibaca lho!"


Manusia yang terlahir kedunia ini sangat berbeda satu sama lain. Meskipun terlahir kembar tapi pasti ada perbedaan diantara keduanya. Semua manusia diciptakan berbeda, sifat yang beda, prilaku yang beda, kebiasaan yang beda, serta minat dan bakat yang berbeda pula. Nah disini nih sahabat kewajiban kita untuk membaca yang tersirat atau tak tertulis. Yuk kita baca minat dan bakat kita.
Sahabat yang lagi baca ini berbeda juga dengan temannya yang lain, iya kan? Nah, beranjak dari hal itu setiap manusia yang lahir dibekali kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kebanyakan dari kita selalu mengeluh dan putus asa terhadap kehidupan atau ketentuan Tuhan. Padahal ketentuan sang pencipta itu pasti memberikan yang terbaik bagi hambanya. Dalam penciptaan manusia ada sisi kesamaan dan sisi perbedaan.

Berikut penjelasannya:
Persamaan manusia sejak lahir:
1. Sama-sama manusia.
2. Sama-sama tidak memakai baju (berabe kalo uda pake baju saat dilahirkan).
3. Sama-sama tidak bisa bergerak sebebasnya (ya iyalah masa bayi langsung lari, hehe).
4. Sama-sama diberikan kapasitas otak luar biasa (catet ni).
5. Sama-sama berpotensi menjadi sukses.
Perbedaannya:
1. Punya minat dan bakat yang berbeda.
2. Punya keahlian yang berbeda.
3. Punya kepribadian yang berbeda.
4. Punya sifat yang berbeda.
5. Punya keinginan dan mimpi yang beda.
Apa sih minat dan bakat itu Mr?
Ummナkalo bakat itu kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Contoh, si A pengen main badminton misalnya. Kemudian mencoba bermain bersama teman-teman sekelasnya dan ternyata tanpa disadari ia sangat lihai dalam permainan itu walaupun masih dalam tahap belajar sekalipun. Dan juga ia begitu bersemangat disertai dengan selalu juara. Itu adalah salah satu adanya bakat. Bakat ini adalah kemampuan tersimpan dari dalam diri seseorang. Nah, setiap orang punya bakatnya masing-masing. Ada yang berbakat di olahraga, dunia tarik suara, teather, band, mengajar dan lain sebagainya. Termasuk teman yang lagi baca ini juga punya bakat tersendiri, iya kan?
Lalu minat itu apa Mr?
Nah, nah, nahナ kalo minat itu adalah kemauan atau keinginan seseorang dalam melakukan sesuatu bidang. Contoh, si B punya minat ingin menjadi juara sepak bola. Walaupun si B tidak punya bakat tersendiri, namun ia bersikeras untuk menjadi "bisa" dalam sepak bola. Hal ini terus dilakukan karena keinginannya atau ketertarikannya terhadap sepak bola. Sehingga seiring berjalannya waktu ia menjadi lihai walaupun awalnya tidak berbakat.
Contoh lain, Si C mau kuliyah di salah satu universitas yang ada di Bandung. Satu universitas itu terdiri dari berbagai jurusan tertentu yang berbeda. Kemudian si C memutuskan untuk mengambil jurusan pendidikan bahasa inggris. Hal ini dikarenakan ia suka sekali dengan bahasa inggris, ya walaupun ia tidak ada bakat dalam bicaranya, membacanya dan mengerti akan artinya. Namun ia punya minat atau keinginan sendiri untuk belajar bahasa inggris. Akhirnya setelah belajar giat dan lama, si C tersebut menjadi ahli dalam bidang bahasa inggris. Minat juga sering dikaitkan dengan impian atau cita-cita.
Di setiap seminar atau training motivasi yang sering di selenggarakan, Mr juga selalu bertanya kepada para peserta, "Apa cita-citamu?, mereka kebanyakan lebih memilih diam. Mr enggak tahu alasan mereka diam, apakah karena malu atau karena memang belum punya cita-cita. Ketahuilah teman-teman sekalian, dengan cita-cita hidup kita jadi terarah. Gerakan kita jadi terfokus padanya. Pemikiran kita juga semakin mendekatinya. Berbeda saat kita tidak punya cita-cita, hidup bagaikan ikan mati yang mengikuti arus air. Jangan menjadi ikan yang mati tapi jadilah ikan yang hidup yang melawan arus air, terus bergerak dan memaksimalkan upaya.
Milikilah cita-cita, selagi kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar. Menikmati makanan yang tersedia dan meminum air yang jernih. Kebanyakan dari kita itu sering berkhayal bukan bercita-cita. Lha, emang apa bedanya Mr berkhayal dengan bercita-cita? Ya beda atuh, kalo berkhayal itu membayangkan sekaligus mengharapkan sesuatu terjadi tanpa action. Nah kalo cita-cita itu adalah khayalan yang waktunya ditetapkan dan actionnya di lakukan. Misalnya cita-cita Mr pengen jadi Gubernur. Nah kapan terjadinya? 4 tahun lagi misalnya pada bulan juli 2015. Orang yang punya cita-cita atau impian dia akan menentukan waktu tercapainya dan bagaimana cara mencapainya.
Andri Wongso menjelaskan bahwa ada 5 tips meraih impian:

1. BERANI BERMIMPI ATAU BERCITA-CITA
Sahabat yang baik hatinya, mulailah bermimpi secara sadar, jangan Cuma mimpi di alam bawah sadar atau saat tidur. Ayo, kalian pengen jadi apa? Pengen punya apa? Kapan harus tercapai? Dan gimana mencapainya? Ayo tentukan dan tuliskan dari sekarang. Karena hanya orang-orang yang berani bermimpilah yang akan memperoleh keberhasilan atau kesuksesan. Hanya merekalah yang akan mempunyai tujuan dalam hidup ini. Karena mereka tahu kemana harus melangkah dan bagaimana melangkah. Yuk, kita tuliskan dari sekarang impian kita.

2. BERANI MENCOBA
Setelah menentukan impian, tahapan selanjutnya adalah mencoba. Yah, berani mencoba melakukan perubahan dalam hidup. Berani mencoba berbuat segala hal yang baik dalam pencapaian impian kita. Saat Mr dulu ingin mendapatkan Juara umum waktu sekolah di SMA, Mr berani melakukan perubahan yang drastis. Mr belajar dengan serius, nanya ke guru yang ahli, nanya ke temen, minta do'a dari ibu dan ayah, mengatur waktu belajar, berdo'a lewat shalat 5 waktu dan shalat sunnat lainnya seperti shalat tahajjud, duha, tasbih, hajat dan witir.
Prisnsip Mr hanya satu, jika saya mencoba melakukan hal yang berbeda dari orang lain saat ini, maka saya berhak mendapatkan sesuatu yang beda dari orang lain esok hari. Ayo, munculkan keberanian sahabat, jangan jadi pecundang, jangan Cuma bicara saja tapi action. Sahabat siap????

3. BERANI BERJUANG
Dan ingatlah saat kita ingin mendapatkan keberhasilan dan kebahagiaan, diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Perjalanan kita begitu panjang sahabat. Perjuangan untuk meraih impian yang kita tulis harus berlangsung secara terus menerus di iringi dengan kesabaran dan ketawakalan kepada Allah SWT. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini semua bisa jadi mungkin jika kita percaya dan mau memperjuangkannya.
Berjuanglah meraih impian sahabat dengan shalat 5 waktu, dengan shalat sunnat, dengan membaca alquran, dengan berpuasa, dengan bersedekah, dan dengan belajar tentunya. Jangan remehkan arti dari perjuangan ini, Rosulullah pun berjuang dalam menegakkan agama Islam dengan tumpahan waktu, tenaga dan pikiran beserta dana. Jangan takut untuk sedekah, jangan takut untuk membeli buku motivasi, jangan takut untuk bergaul dengan orang sukses, dan jangan takut dengan berbuat kebaikan setiap waktu. Sahabat siap??? Mana suaranya??? Siapppp?

4. BERANI GAGAL
Selanjutnya adalah berani gagal. Setelah mencoba kemudian di ikuti perjuangan yang optimal dan maksimal, maka dikala masih belum berhasil, jangan takut, jangan sedih, jangan putus asa. Karena mereka yang menyerah dalam kehidupan akan mengalami penderitaan yang amat susah dalam hidup. Termasuk jika sahabat menyempatkan waktu untuk menyerah dalam perjuangan meraih impian, maka selamat kalian akan menderita. Jika tidak ingin menderita, dan mendapatkan kebahagiaan, maka ikuti jalan Mr, mari kita bangkit dari kegagalan. Kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda. Berbuatlah sesuatu dan tentanglah kegagalan.
Sahabat tahu berapa kali Thomas Alfa Edison gagal dalam menciptakan bola lampunya? 9999 kali dia gagal, tapi dia tidak mau menyerah karena ia berani melawan kegagalan. Dan kita lihat sekarang, bola lampu yang ada di atas kepala kita, itulah hasil dari 9999 kegagalan bapak Thomas. Kalian tahu berapa kali Wright bersaudara gagal dalam membuat pesawat terbang? Lebih dari 500 kali mereka gagal. Tapi tidak menyerah malahan menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran untuk memperbaiki upaya kedepannya. Dan akhirnya berkat keuletan dan ketekunan mereka jadilah pesawat terbang yang kini bertebaran dimana-mana. Semua Negara punya. Tidak tahukah sahabat bahwa actor laga terkemuka di dunia yaitu Jacky chan, ternyata sering sekali ditolak oleh sutradara sebelum menjadi mega Bintang. Lihat pula colonel Sanders yang di tolak ribuan kali untuk mempromosikan produk KFC nya, dan sekarang restoran yang bertitle KFC sudah mendunia. Semua karena satu alasan "Berani Gagal".
Dan sekali lagi itulah hasil dari 500 kali lebih kegagalan Wright bersaudara. Dan yang paling besar adalah Nabi Muhammad SAW. Dalam menyebarkan ajaran tauhid yaitu ISLAM, berbagai pertentangan dan perlawanan muncul dari mana-mana. Tapi beliau tidak gentar sama sekali, beliau tidak menyerah, beliau tidak putus asa, dan beliau berani gagal dalam mencoba, dan akhirnya lihatlah islam sekarang sudah mendunia.
Lalu bagaimana dengan sahabat??? Mau menyerah atau berani gagal???

5. BERANI SUKSES
Bukan persoalan kita tidak bisa sukses tapi yang jadi permasalahan adalah kita tidak berani sukses. Karena banyak orang yang berbicara dan menginginkan sukses tapi mereka sendiri tidak berani untuk sukses. Akhirnya mereka gagal terus. Perlu sahabat ketahui bahwa keberanian untuk sukses harus ditanamkan sejak dini.
Apa itu keberanian sukses? Yaitu keberanian mempersiapkan diri mejadi orang sukses. Hal ini terkait dengan hukum Law of attraction yakni berfikir dan merasakan. Kemudian orang yang berani sukses senatiasa akan siap menerima berbagai cobaan dan rintanangan yang menghadang. Mereka juga siap menjadi orang sukses dengan segala konsekuensinya. Jika sahabat berani untuk sukses, maka beprilakulah seperti orang sukses. Karena orang sukses tidak akan pernah mundur dalam perjuangan dan selalu ulet dalam perjuangan tersebut. Jika sahabat berani sukses, maka berbuatlah dari sekarang. Jangan nunggu waktu lagi, tapi lakukan sekarang!!!
Orang yang berani sukses siap hidup dalam penderitaan dulu untuk mencapai kebahagiaan. Siap di bombardier permasalahan dalam hidupnya dan siap pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Jika sahabat tidak berani sukses, maka saran Mr adalah jadilah manusia pecundang yang tiada artinya. Hanya orang bodoh yang tidak berani sukses. Sekarang Mr Tanya, apa sahabat siap dan berani sukses??? Jawab dengan semangat!!! Siap??? Oke, sekarang lakukan perubahannya.

"Bacalah tipe BELAJAR kita"



Belajar membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi dan keadaan sekitar yang mendukung. Situasi yang gaduh akan memberikan efek berkurangnya konsentrasi belajar. Apalagi keadaan itu berada didalam kelas. Sebagai pelajar, kita akan sulit untuk menerima materi pembelajaran. Namun sebagai pelajar kadang kala suka sekali ketika belajar dengan adanya suara. Bisa dengan sambil mendengarkan musik, do'a dan lain sebagainya. Bahkan ada yang merasa sangat terganggu ketika mendengarkan suara-suara ketika belajar. Ia membutuhkan keadaan yang sunyi sepi tiada suara apapun. Sebagian mereka juga ada yang belajar tidak dengan cara keduanya di atas. Mereka lebih senang menerima materi pembelajaran setelah terjun langsung dalam praktek, baru mereka mengerti dan memahami.
Semuanya memang berbeda-beda tipe pembelajaran atau cara penerimaan informasi tersebut. Oleh karena itu sejatinya kita membaca tipe belajar kita yang tersirat ini supaya kita tahu bagaimana optimal dalam belajar. Kita mengenal ada 3 tipe penerimaan informasi dalam belajar yaitu:

1. Tipe visual (penglihatan)
Nah, kalo tipe pembelajar seperti ini lebih dominan menerima informasi yang masuk ke otak dengan cara melihat atau visualisasi. Mereka lebih suka melihat gambar, peta, table, gambaran secara global dari suatu teks, menyukai bacaan yang bahasanya disusun secara komunikatif dan penuh gambar, senang menonton film atau membaca komik, lebih suka memperhatikan guru dikelas ketika menerangkan dengan melihatnya secara cermat dari gerakan tubuh dan posisinya. Semuanya bersangkutan dengan penglihatan yang lebih dominan digunakan oleh tipe pembelajar visual.
Nah pasti di antara teman-teman yang baca ada kan yang cara belajarnya lebih seneng dengan tipe visual ini. Mr yakin pasti ada. Karena itu wajar dan tidak menjadi permasalahan.
2. Tipe Auditory (Pendengaran)
Tipe pembelajar yang kedua ini lebih mengutamakan dengan pendengaran tentunya. Jauh berbeda dengan tipe yang pertama tadi. Mereka yang lebih suka mendengarkan adalah tipe auditori. Pembelajar yang dominan dengan pendengaran ini lebih suka mendengarkan guru atau dosen ketika menerangkan, dia memperhatikan suaranya, nada dan intonasi suaranya, kemudian dia juga peka sekali terhadap suara-suara yang berada disekelilingnya, kadang suka belajar sambil mendengarkan music kesayangannya, terus dia tidak suka membaca, senengnya di bacakan oleh orang lain atau direkam kemudian didengarkan lagi, tidak terlalu tertarik ketika melihat gambar, pokoknya senengnya mendengarkan, baru informasi itu bisa masuk. Nah, biasanya mereka yang punya tipe ini lebih cakap dalam bicaranya, pinter berdebat dan menyenangi diskusi.
3. Tipe Kinestetik (gerakan)
Mereka yang punya tipe pembelajar kinestetik lebih bisa menerima informasi yang masuk dengan cara melibatkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya, mulai dari tangan, kaki, mata, telinga, gerak tubuh dan anggota tubuh yang lain. Tipe ini akan suka terjun langsung ke lapangan. Biasanya menyenangi belajar dengan sentuhan, gerakan dan perasaan. Belajar dengan cara praktek akan lebih membantunya daripada hanya mendengarkan saja (tipe auditory) ataupun hanya dengan melihatnya saja (visualisasi).
Seperti contoh tipe pembelajar kinestetik lebih senang mengunyah permen karet saat belajar, membaca dengan berpindah-pindah tempat, belajar computer, belajar menari, belajar yang identik dengan gerakan seperti drum band, dan juga dibidang olah raga. Ketika dihadapkan pada penerimaan informasi hanya secara pendengaran dan penglihatan saja, mereka yang bertipe kinestetik akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu bagi teman-teman yang tipe pembelajarannya kinestetik, kembangkan posisi belajar kalian sesuai dengan yang kalian mau sebatas tidak melanggar norma dan aturan.
Mr, saya ini kalo belajar dengan penglihatan iya, dengan pendengaran iya, apa saya termasuk kedalam tipe kedua-duanya?
Sahabat yang baik hati,,,
Penjelasan di atas kan yang lebih dominan, artinya kita bisa saja bertipe ketiganya. Cuma yang lebih dominan itu yang mana, pasti ada yang lebih di unggulkan dari ketiganya. Contohnya saja Mr sendiri. Mr akui kalau tipe belajar Mr adalah tipe Visual, harus dengan visualisasi kalau informasi itu ingin lebih kuat lagi. Tapi hal ini tidak menutup kemungkinan Mr mendengarkan informasi kemudian inget terus. Lalu Mr praktek langsung dan ternyata informasi itu masuk juga. Ya semuanya bisa saja terjadi. Karena Mr juga sama manusia. Pada dasarnya bisa menerima informasi dengan cara melihat, mendengar maupun merasakan. Gimana, uda jelas?.

“Bukti nyata bahwa kita cerdas”


Pada dasarnya semua siswa itu cerdas. Tidak ada yang bodoh. Hal ini sesuai dengan teori Howard Gardner bahwa semua siswa memiliki kecerdasannya masing-masing. Menurutnya kecerdasan seseorang itu tidak di identikan dengan kelebihan IQ nya saja. Faktanya memang semua orang bisa melakukan apa yang ia ingin lakukan sesuai dengan minatnya. Kecerdasan ini secara umum dikenal dengan nama kecerdasan berganda. Dimana setiap orang punya kecerdasannya masing-masing berbeda dengan yang lain.
Jadi gak ada itu istilah anak yang bodoh atau orang yang bodoh. Yang ada hanya anak yang belum tahu atau terlambat tahu tentang informasi. Yang ada hanya orang yang tahu dan yang belum tahu. Seorang siswa boleh saja menganggap bahwa guru yang mengajarnya itu pintar dan cerdas. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah siswa itupun bisa seperti gurunya tersebut seiring waktu dan perkembangan pembelajaran. Bahkan bisa lebih pintar dan lebih cerdas dari guru yang dimaksud. Percayalah, sesungguhnya setiap otak yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta memiliki kedahsyatannya masing-masing.
Jadi, kita semua adalah CERDAS!!!
Berikut ini Howard Gardner menjelaskan mengenai Sembilan aspek kecerdasan manusia yang ada di muka bumi ini:

1. Kecerdasan Gambar (Spatial-Visual Intelligence)
Yaitu daya kemampuan dalam memvisualisasikan gambar. Kecerdasan seperti ini Nampak pada seseorang yang suka menggakmbar, menyenangi warna, kemampuan membuat garis, membangun bentuk suatu benda beserta arah yang tepat untuk posisi benda. Kecerdasan jenis ini didominasi oleh para desainer, para pelukis, para arsitek, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan gambar.
2. Kecerdasan Bergaul (Interpersonal Intelligence)
Jenis kecerdasan yang kedua ini lebih dominan pada pergaulan. Dimana seseorang yang memiliki kecerdasan bentuk ini lebih suka bergaul dengan orang lain, mudah bergaul, mudah kenal dan mendapatkan banyak teman, menyenangi pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok. Mereka bisa mencarikan suasana, membaca perasaan orang lain, memahami emosi yang lain dari segi memahami nada bicara, gerak tubuh dan ekpresi wajah.
3. Kecerdasan Fisik atau Kinestetik (Bodily-Kinestetik Intelligence)
Mereka yang mempunyai kecerdasan fisik ini lebih menguasai dengan cepat hal-hal yang melibatkan fisik. Kemampuan belajar melalui sentuhan dan gerakan mendominasi dalam pembelajarannya. Cepat dalam menguasai pekerjaan yang bersifat motorik. Dari fisiknya inilah mereka bisa lebih produktif dan aktif. Mereka mempunya keterampilan tersendiri dibandingnkan dengan yang lain dalam hal skill. Seperti contoh: para penyulam, penari, aktor film dan artis film, atlet, dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan gerakan badan.
4. Kecerdasan Berbahasa (Verbal-Linguistic Intelligence)
Adakah di antara kalian yang suka berdebat, Kemudian seneng berbicara di depan umum, mengajukan pertanyaan saat di kelas, Atau diarena diskusi dimanapun, Mr ucapkan selamat ya, kalian ini termasuk orang yang punya kecerdasan berbahasa. Biasanya ni ya, mereka yang punya kecerdasan ini terampil dalam berbicara. Enak didengar dan menyenangkan orang yang mendengarnya. Nah, mereka yang punya kemampuan ini didominasi oleh para presenter acara (MC), para debator, para speaker, kuasa hukum, penceramah dan komentator.
5. Kecerdasan Mengenali Diri Sendiri (Intrapersonal Intelligence)
Pasti ada di antara kalian yang seneng menyendiri, mencari inspirasi sendirian, meditasi, mengahayati suatu kejadian dan menganalisis sesuatu dengan penuh hidmat. Hal ini menandakan bahwa kalian mempunyai kecerdasan Intrapersonal Intelligence atau kecerdasan mengenali diri sendiri. Biasanya mereka mampu menahan emosi saat marah, mampu mengatur perasaannya, dan tahu harus bagaimana dalam berbuat yang terbaik untuk diri sendiri.
6. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)
Jenis orang seperti ini sangat seneng terhadap musik. Bahkan ia punya kemampuan mengenali berbagai macam musik dan bunyi. Kemampuannya ini bisa dikembangkan melalui hal-hal yang menyangkut musik, seperti penyanyi, musician, dan pencipta musik. Ada yang seneng nyanyi disini? Coba tersenyum yang pinter dan suka nyanyi? Subhanallah… kembangkan ya. Siapa tahu jadi terkenal layaknya Sehrina Munaf, Agnes Monimba, eh Monika, Glen Fredly, atau misalnya kalian bikin group band, yah minimalnya bisa nyaingin SMASH atau atau 7 ICON. hehehe
7. Kecerdasan Memahami Alam (Naturalis Intelligence)
Nah, mereka yang mempunyai kecerdasan Ala mini bisa mempelajari segala macam yang berhubungan dengan alam, menyenangi alam dan mengamati alam sekitar. Kemampuannya dalam mempelajari fenomena alam membuatnya mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Mereka juga punya kemampuan dalam mengurus dan meneliti hewan dan tumbuhan. Makanya tak heran kalau kecerdasan jenis ini banyak didominasi oleh petualang pecinta alam, pemikir, peneliti, ahli kesehatan, ahli masalah binatang, dokter hewan dan tumbuhan, dan lain sebagainya. Pokoknya mereka memiliki kemampuan membaca alam sekitarnya. Bisa jadi ala mini merupakan inspirasi dan motivasi baginya.
8. Kecerdasan Logika-Matematika (Matematical-Logical Intelligence)
Wow, kalo yang ini mereka punya kecerdasan dalam masalah logika, cepat mempelajari angka, mengelompokan dan berfikir logika. Programmer, ahli matematika, filusuf dan ilmuan adalah sekian contoh yang memiliki kecerdasan logika matematika. Apa di antara kalian ada yang seneng menghitung? Menciptakan strategi tertentu? Dan menelaah ssesuatu secara mendalam? Oke, selamat itu artinya temen-temen memiliki kemampuan ini.
Kesimpulannya adalah setiap orang itu mempunyai kecerdasannya masing-masing. Setelah membaca buku ini maka jangan sampai ada pikiran atau pandangan bahwa “saya bodoh dan tidak cerdas apalagi pintar”, No, kita semua cerdas. Dan kita bisa lebih dari mereka yang di bilang pintar, cerdas dan genius. Semua manusia mempunyai kelebihannya masing-masing. Fokuslah pada kemampuan diri sendiri bukan fokus pada kelemahan diri. Ingatlah, dibalik kekurangan kita, sesungguhnya terdapat kelebihan kita yang sangat luar biasa.

“Positifkan Mindsetmu…!”


Halo, halo, apa kabar sahabat saat ini?
Sehat, cerdas dan Gembira !!!
Luaaarrrr biasaaa…

Itulah perkataan yang seharusnya kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. 70% air yang ada didalam tubuh akan membentuk Kristal yang sangat indah dan mempesona. Sehingga respon tubuhpun terhadap kehidupan selalu positif dan penuh semangat. Itu pulalah yel-yel yang sering Mr lontarkan pada saat seminar maupun training motivasi berlangsung. Dimaksudkan dengan jawaban sehat, cerdas dan gembira artinya fisik kita selalu sehat, kalaupun bekerja, bekerja dengan sehat, otak kita selalu cerdas,tepatnya belajar dengan cerdas dan gembira merupakan keadaan hati yang bahagia, dimaksudkan disini supaya keadaan hatinya selalu ikhlas dalam beramal. Pada pembahasan kali ini Mr akan mecoba membahas mengenai apa itu mindset? Dan bagaimana mindset itu terbentuk? Serta apa gunanya mindset untuk kita?

“Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, Mulailah dengan mengubah persepsi Anda”
--(Dr. Ibrahim Elfiky)--

Mengenai penjelasan ini, Mr mengambil satu kutipan seorang maestro motivator muslim dunia yang amat terkenal, yaitu Dr Ibrahim Elfiky, dari Kanada, ia berpendapat bahwa dengan persepsi atau mindset ataupun cara pandang kita bisa mengubah kehidupan kita menjadi apapun. Menjadi yang kita inginkan. Dengan persepsi atau mindset inilah yang akan membawa keadaan hidup kita senang atau susah, bahagia atau sengsara, sukses atau gagal, berprilaku positive atau negatif, dan merespon baik atau jahat.
Ketika mengajar, Mr melakukan penelitian kecil tentang Mindset ini. Penelitian dilakukan kepada dua orang anak yang setiap hari Mr kasih pembelajaran yang sama. Sebut saja anak pertama si A dan anak kedua si B. Dari awal Mr meneliti mengenai cara pandangnya terhadap pelajaran matematika. Yang pada awalnya kedua anak tersebut berbeda cara pandang. Kemudian disela-sela waktu tidak mengajar atau istirahat, Mr coba ngobrol dengan si A dan begitupula selang beberapa hari ngobrol dengan si B.
Cara bicara mereka berdua berbeda ketika Mr tanyakan mengenai pelajaran matematika. Si A menjawab dengan sangat semangat, dan antusias,”Saya senang Mr bisa belajar matematika, bisa menghitung, mengukur dan menimbang.” “apa yang membuatmu senang nak?”, “saya seneng karena matematika itu ternyata mudah, tidak sesulit yang dibayangkan atau kata orang”. “Apa kamu yakin bisa dalam matematika?”,”Ya Mr, saya yakin, orang saya semangat kalo mengikuti pelajaran matematika”.
Nah yang kedua si B mengatakan “Mr, matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, banyak rumus dan angka. Stress saya dibuatnya”, “Sesulit itukah?”, “iya Mr, malahan saya enggak seneng dengan matematika”. Setelah didapatkan data itu Mr selidiki keduanya. Ketika ada tes matematika si A bersikap antusias dan senang. Maka dari itu nilainya juga di atas rata-rata. Sedangkan si B nilainya dibawah rata-rata bahkan sangat minim. Ia mengeluh dan putus asa dengan matematika.
Dari contoh ini kita bisa mengambil hikmah bahwa mindset atau cara pandang seseorang menentukan keadaan kedepannya. Terutama berpengaruh pada diri sendiri dan kenyataan hidup. Karena cara pandang anak A itu baik terhadap matematika, baguslah segala sesuatu mengenai matematika. Sedangkan anak B cara pandangnya negatif, akibatnya timbul rasa malas dan putus asa pada dirinya yang membuat matematika memang sulit dan menyulitkan.
So, mindset adalah bagaimana cara kita memandang segala sesuatu. Ketika kita berfikir “BISA” maka insya Allah bisa, namun begitupun sebaliknya saat kita berfikir “TIDAK BISA” maka tidak bisa. Aplikasinya dalam kehidupan sangat berpengaruh bagaimana kita melihat suatu permasalahan. Orang yang punya mindset positif, dia akan menganggap masalah itu adalah tantangan yang harus dikalahkan dan diselesaikan bukan lari daripadanya.
”Jika ia mendapat kebaikan ia bersyukur dan itu baik baginya, dan jika ia mendapat musibah ia bersabar, dan itupun baik baginya.”
--(H.R Muslim)--
Bagi mereka yang bermindset negative akan menderita karena selalu takut dan menyesali setiap permasalahan yang ada dalam hidupnya. Dan ingatlah sahabat, orang yang berpikiran negative rasa-rasanya sulit sekali untuk mendapatkan kebahagiaan hidup. Jadilah kita salah satu orang yang bermindset positif.
Setujuuuuu?