PERUSAHAAN DIBIDANG PERCETAKAN, PHOTOGRAPHY DAN PHOTOCOPY. Hp & Wa 085213145156 - Ig : fauzancentercibitungciater - ig : fauzancentersagalaherang - email: fauzancenter1216@gmail.com
Kamis, 29 Desember 2011
"Budayakan Hobi Membaca"
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan"
--(Q.S Al-A'laq ayat 1)--
Hai Sahabatナ Apa kabarnya?
Semoga selalu sehat, cerdas dan gembira ya tentunya.
Membaca terbagi kedalam dua bagian yaitu membaca yang tersurat dan membaca yang tersirat. Membaca yang tersurat adalah memahami dan mempelajari segala hal yang tertulis berupa huruf ataupun symbol. Sedangkan membaca yang tersirat adalah memahami dan mempelajari ciptaan Allah diluar tulisan yakni kehidupan ini. Semisal membaca mengenai alam ini, mengambil hikmah dari setiap kejadian, mempelajari situasi dan kondisi disekitar kita dan mengambil solusi dari berbagai persoalan hidup. Saat kedua hobi membaca ini telah terbentuk dalam diri kita, maka bersiap-siaplah untuk menjadi orang yang berprestasi disegala bidang.
Pada bagian ini Mr akan menjelaskan terlebih dulu mengenai persoalan budaya membaca secara tersurat/tertulis di masyarakat kita, terutama kebiasaan membaca dikalangan pelajar. Data survei yang dilakukan oleh UNESCO tahun 1992 mengatakan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan 27 dari 32 negara. Sedangkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2006 mengatakan bahwa sebanyak 85,9% memilih menonton televisi, 40,3% mendengarkan radio, dan 23,5% membaca Koran (Sumber:www.bps.go.id). Ketahuilah, bahwa dengan membaca kita akan menemukan sesuatu yang baru, baik itu perihal ilmu, pengetahuan maupun pengalaman. Berbagai macam buku sekarang tersedia di depan mata untuk dibaca. Namun sayangnya minat baca masyarakat kita kurang, apalagi golongan pelajar. Padahal pelajar kan erat hubungannya dengan membaca. Betul tidak sahabat?
Ada beberapa pengaruh dari budaya membaca, salah satu di antaranya adalah tersedia buku yang menyajikan informasi baru disertai dengan isi yang menarik sehingga enggak bosen untuk dibaca. Penyampaian penulis dalam tulisannyapun harus diperhatikan. Tapi masalahanya adalah buku sekarang sudah banyak, beragam jenis dan bervariasi sesuai dengan kebutuhan pembaca. Tapi kebiasaan membacanya itu lho yang kurang. Khawatirnya lagi Indonesia merupakan Negara yang minat baca tulisnya kurang.
Informasi yang di dapat menurut survey yang di adakan disejumlah Negara, di Inggris terdapat 100.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahunnya, sedangkan di Malaysia berkisar 15.000 judul pertahunnya. Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia berkisar pada angka 5.000 untuk produksi buku tiap tahun. Ini adalah fakta yang membuat miris ketika berkaca pada jumlah penduduk Indonesia (241.452.952-CIA World Factbook 2004)yang jauh lebih besar daripada Malaysia (23.522.482 -CIA World Factbook 2004). Lebih jauhnya seorang sastrawan Indonesia berkata:
"Kita telah menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis"
--(Taufik Ismail)--
Itu artinya budaya baca dan menulis masih kurang. Padahal dengan membaca kita bisa tahu berbagai hal dan informasi, tentunya itu bisa dituangkan kembali dalam bentuk tulisan yang akan menghasilkan judul buku yang baru. Andaikata setiap penduduk masyarakat Indonesia mempunyai hobi baca, maka berbagai bacaanpun akan terlahir. Dan ini bisa menjadi salah satu faktor pemberantas kemiskinan. Yang ternyata jumlah kemiskinan di Negara kita mencapai 13,3% yang artinya 27 juta jiwa miskin (Versi Repiblika.2011).
Ippho Santosa pernah bilang, "Kalau Anda ingin mengenal dunia, bacalah buku. Apabila Anda ingin dikenal dunia, maka tulislah buku". Sebuah ungkapan yang penuh arti dan kebenaran. Beliau contohnya, dengan menulis berbagai buku, akhirnya bisa dikenal di Negara ASEAN. Nama Ippho Santosa sekarang tidak asing lagi dimata kita. Begitu mendengarnya maka ingatan kita langsung ke buku karyanya,"Tujuh keajaiban rejeki, 10 jurus terlarang, 13 wasiat terlarang, marketing is bulshit", semua begitu mengalir secara tak sadar, seakan kita adalah keluarganya Ippo Santosa, padahal sebaliknya. Inilah bukti dari perkataannya bahwa ketika menulis buku maka kita dikenal.
Disekolah juga sama, siapapun yang ingin berprestasi, maka budayakan hobi membaca. Di awal telah diberikan rujukan yang paling dahsyat dan benar, Tuhanpun telah menyuruh semua makhluknya untuk membaca. Karena Tuhan tahu kebutuhan manusia, mengerti apa yang di harapkan manusia. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita maksimalkan hobi membaca??? Hayooooナ jangan kesindir yah.
Sebagai pelajar pasti ada perbedaan mana yang suka membaca dan mana yang tidak suka membaca. Mereka yang membiasakan membaca pelajaran sekolah maupun umum, akan lebih berprestasi daripada pelajar yang tidak suka membaca. Benarkah? Trust me, it works. Mengapa teman-teman yang lagi baca ini susah sekali mendapatkan prestasi, ya karena kita jarang membaca. Begitu pulang sekolah, bantingin tas terus maen. Pulang kemaleman dan untuk belajar ngantuk dan capek. Huffhh, kapan belajarnya ya.
Banyak pepatah yang menyuruh kita untuk membaca, di antaranya adalah "Membaca adalah jendela dunia", "Membaca adalah kuncinya ilmu" dan "Membaca adalah gudangnya ilmu". Hal ini tidak semata-mata dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Justru dibuat oleh orang yang sudah mengerti akan arti dan makna membaca. Kalo memang sahabat yang lagi baca ini ingin menambah ilmunya, menambah pengetahuannya dan menambah pengalamannya, serta ingin berprestasi, maka budayakan hobi membaca. Bisa baca buku pelajaran sekolah, maupun buku-buku umum.
Berikan waktumu untuk membaca setiap hari. Apakah itu dipagi hari setelah shalat shubuh, atau di siang hari setelah pulang sekolah, maupun di malam hari sebelum tidur. Apalagi kalau ketiga waktu itu dilakukan, wah, Mr yakin pasti berprestasi, nambah ilmu dan pengetahuannya. Mr akan cap bahwa sahabat akan berprestasi! Mau?.
"Ini rahasia, banyak orang yang tahu bahwa membaca bisa membuka berbagai macam ilmu pengetahuan, namun sedikit sekali dari mereka yang membaca langsung, jarang membaca bahkan enggak suka baca".
--(Mr.C)--
Nah, sahabat Mr yang lagi baca ini, harus rajin membaca ya, lakukan setiap hari, untuk awal-awal 15 menit, terus di hari berikutnya menjadi 30 menit, dilanjut lagi dihari berikutnya 1 jam, terus nambah. Ya minimal sampe 2 jam dalam sehari membacanya. Kalau sudah melakukan apa yang disarankan Mr, maka rasakanlah keajaiban yang akan terjadi. Kita akan jauh berbeda dengan teman kita yang lain. Pengetahuan kita akan melebihi mereka termasuk juga ilmu kita akan lebih banyak. siap???.
Berikut 5 tips memilih dan membaca buku:
1. Pilihlah buku yang bahasanya menarik, mudah dicerna dan renyah. Karena kalau bahasanya susah dicerna, sulit dimengerti maka akan membingungkan kita sebagai pembaca dan akhirnya mengeluh.
2. Pilihlah buku yang dapat memotivasi jiwa dan raga kita, untuk lebih baik lagi dalam hidup ini, jangan yang hanya bacaan belaka, tapi dengan membaca buku tersebut memompa semangat dan belajar kita.
3. Pilihlah buku yang memberikan informasi baru buat kita. Sehingga semakin lama kita membaca semakin banyak informasi baru yang kita serap.
4. Pilihlah buku yang kita senangi dan minati, dengan catatan buku itu mengandung ilmu pengetahuan, unsur pengalaman dan mengandung motivasi yang luar biasa untuk selalu maju dalam hidup ini.
5. Pilihlah buku yang memberikan solusi atas permasalahan kita. Buku juga menjadi solusi pemecahan masalah dalam hidup. Tidak sedikit orang yang berhasil berkat mengambil hikmah dari sebuah buku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar