PERUSAHAAN DIBIDANG PERCETAKAN, PHOTOGRAPHY DAN PHOTOCOPY. Hp & Wa 085213145156 - Ig : fauzancentercibitungciater - ig : fauzancentersagalaherang - email: fauzancenter1216@gmail.com
Kamis, 29 Desember 2011
“Bukti nyata bahwa kita cerdas”
Pada dasarnya semua siswa itu cerdas. Tidak ada yang bodoh. Hal ini sesuai dengan teori Howard Gardner bahwa semua siswa memiliki kecerdasannya masing-masing. Menurutnya kecerdasan seseorang itu tidak di identikan dengan kelebihan IQ nya saja. Faktanya memang semua orang bisa melakukan apa yang ia ingin lakukan sesuai dengan minatnya. Kecerdasan ini secara umum dikenal dengan nama kecerdasan berganda. Dimana setiap orang punya kecerdasannya masing-masing berbeda dengan yang lain.
Jadi gak ada itu istilah anak yang bodoh atau orang yang bodoh. Yang ada hanya anak yang belum tahu atau terlambat tahu tentang informasi. Yang ada hanya orang yang tahu dan yang belum tahu. Seorang siswa boleh saja menganggap bahwa guru yang mengajarnya itu pintar dan cerdas. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah siswa itupun bisa seperti gurunya tersebut seiring waktu dan perkembangan pembelajaran. Bahkan bisa lebih pintar dan lebih cerdas dari guru yang dimaksud. Percayalah, sesungguhnya setiap otak yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta memiliki kedahsyatannya masing-masing.
Jadi, kita semua adalah CERDAS!!!
Berikut ini Howard Gardner menjelaskan mengenai Sembilan aspek kecerdasan manusia yang ada di muka bumi ini:
1. Kecerdasan Gambar (Spatial-Visual Intelligence)
Yaitu daya kemampuan dalam memvisualisasikan gambar. Kecerdasan seperti ini Nampak pada seseorang yang suka menggakmbar, menyenangi warna, kemampuan membuat garis, membangun bentuk suatu benda beserta arah yang tepat untuk posisi benda. Kecerdasan jenis ini didominasi oleh para desainer, para pelukis, para arsitek, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan gambar.
2. Kecerdasan Bergaul (Interpersonal Intelligence)
Jenis kecerdasan yang kedua ini lebih dominan pada pergaulan. Dimana seseorang yang memiliki kecerdasan bentuk ini lebih suka bergaul dengan orang lain, mudah bergaul, mudah kenal dan mendapatkan banyak teman, menyenangi pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok. Mereka bisa mencarikan suasana, membaca perasaan orang lain, memahami emosi yang lain dari segi memahami nada bicara, gerak tubuh dan ekpresi wajah.
3. Kecerdasan Fisik atau Kinestetik (Bodily-Kinestetik Intelligence)
Mereka yang mempunyai kecerdasan fisik ini lebih menguasai dengan cepat hal-hal yang melibatkan fisik. Kemampuan belajar melalui sentuhan dan gerakan mendominasi dalam pembelajarannya. Cepat dalam menguasai pekerjaan yang bersifat motorik. Dari fisiknya inilah mereka bisa lebih produktif dan aktif. Mereka mempunya keterampilan tersendiri dibandingnkan dengan yang lain dalam hal skill. Seperti contoh: para penyulam, penari, aktor film dan artis film, atlet, dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan gerakan badan.
4. Kecerdasan Berbahasa (Verbal-Linguistic Intelligence)
Adakah di antara kalian yang suka berdebat, Kemudian seneng berbicara di depan umum, mengajukan pertanyaan saat di kelas, Atau diarena diskusi dimanapun, Mr ucapkan selamat ya, kalian ini termasuk orang yang punya kecerdasan berbahasa. Biasanya ni ya, mereka yang punya kecerdasan ini terampil dalam berbicara. Enak didengar dan menyenangkan orang yang mendengarnya. Nah, mereka yang punya kemampuan ini didominasi oleh para presenter acara (MC), para debator, para speaker, kuasa hukum, penceramah dan komentator.
5. Kecerdasan Mengenali Diri Sendiri (Intrapersonal Intelligence)
Pasti ada di antara kalian yang seneng menyendiri, mencari inspirasi sendirian, meditasi, mengahayati suatu kejadian dan menganalisis sesuatu dengan penuh hidmat. Hal ini menandakan bahwa kalian mempunyai kecerdasan Intrapersonal Intelligence atau kecerdasan mengenali diri sendiri. Biasanya mereka mampu menahan emosi saat marah, mampu mengatur perasaannya, dan tahu harus bagaimana dalam berbuat yang terbaik untuk diri sendiri.
6. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)
Jenis orang seperti ini sangat seneng terhadap musik. Bahkan ia punya kemampuan mengenali berbagai macam musik dan bunyi. Kemampuannya ini bisa dikembangkan melalui hal-hal yang menyangkut musik, seperti penyanyi, musician, dan pencipta musik. Ada yang seneng nyanyi disini? Coba tersenyum yang pinter dan suka nyanyi? Subhanallah… kembangkan ya. Siapa tahu jadi terkenal layaknya Sehrina Munaf, Agnes Monimba, eh Monika, Glen Fredly, atau misalnya kalian bikin group band, yah minimalnya bisa nyaingin SMASH atau atau 7 ICON. hehehe
7. Kecerdasan Memahami Alam (Naturalis Intelligence)
Nah, mereka yang mempunyai kecerdasan Ala mini bisa mempelajari segala macam yang berhubungan dengan alam, menyenangi alam dan mengamati alam sekitar. Kemampuannya dalam mempelajari fenomena alam membuatnya mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Mereka juga punya kemampuan dalam mengurus dan meneliti hewan dan tumbuhan. Makanya tak heran kalau kecerdasan jenis ini banyak didominasi oleh petualang pecinta alam, pemikir, peneliti, ahli kesehatan, ahli masalah binatang, dokter hewan dan tumbuhan, dan lain sebagainya. Pokoknya mereka memiliki kemampuan membaca alam sekitarnya. Bisa jadi ala mini merupakan inspirasi dan motivasi baginya.
8. Kecerdasan Logika-Matematika (Matematical-Logical Intelligence)
Wow, kalo yang ini mereka punya kecerdasan dalam masalah logika, cepat mempelajari angka, mengelompokan dan berfikir logika. Programmer, ahli matematika, filusuf dan ilmuan adalah sekian contoh yang memiliki kecerdasan logika matematika. Apa di antara kalian ada yang seneng menghitung? Menciptakan strategi tertentu? Dan menelaah ssesuatu secara mendalam? Oke, selamat itu artinya temen-temen memiliki kemampuan ini.
Kesimpulannya adalah setiap orang itu mempunyai kecerdasannya masing-masing. Setelah membaca buku ini maka jangan sampai ada pikiran atau pandangan bahwa “saya bodoh dan tidak cerdas apalagi pintar”, No, kita semua cerdas. Dan kita bisa lebih dari mereka yang di bilang pintar, cerdas dan genius. Semua manusia mempunyai kelebihannya masing-masing. Fokuslah pada kemampuan diri sendiri bukan fokus pada kelemahan diri. Ingatlah, dibalik kekurangan kita, sesungguhnya terdapat kelebihan kita yang sangat luar biasa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar