PERUSAHAAN DIBIDANG PERCETAKAN, PHOTOGRAPHY DAN PHOTOCOPY. Hp & Wa 085213145156 - Ig : fauzancentercibitungciater - ig : fauzancentersagalaherang - email: fauzancenter1216@gmail.com
Kamis, 29 Desember 2011
“Gajah yang terikat”
Seorang pekebun di daerah Kalimantan menemukan seekor anak gajah dikebunnya. Rupanya anak gajah ini tertinggal dari induknya dan kumpulannya. Kemudian sang pekebun mengambil dan merawat anak gajah itu dengan baik. Tetapi, karena tidak memiliki kandang yang memadai, anak gajah itu di ikat di sebatang bambu kecil dengan rantai anjing yang tidak terlalu besar.
Setelah sekian lama anak gajah itu tumbuh menjadi besar dan keinginan naluriah hewani untuk bebaspun semakin besar. Setiap hari anak gajah yang beranjak dewasa ini mencoba menghentakkan kakinya untuk bisa terlepas dari ikatan rantai yang di ikatkan oleh pekebun pada bambu. Namun usahanya sia-sia, tetap saja gajah itu tidak bisa melepaskannya, bahkan kakinya mengalami lecet. Lama-kelamaan keinginan gajah untuk melepaskan diri dari ikatan rantai itu mulai mengendur dan pada akhirnya tidak sama sekali.
Yang lebih menariknya lagi, saat gajah itu tumbuh menjadi dewasa dan besar, dengan memiliki taring yang panjang, dia tetap saja terikat pada bambu kecil yang di pasang pekebun dengan ikat rantai di kakinya. Padahal, secara logika, gajah itu bisa saja melepaskan kakinya dari ikatan tersebut hanya dengan satu kali hentakan dan kemudian lepas. Lalu mengapa tidak bisa dilakukan? Hal ini dikarenakan mindset yang ada dalam benaknya sudah negative, dia merasa gagal dan tidak punya harapan untuk melepaskan rantai itu dari kakinya.
Lalu, apa hikmah yang bisa kita ambil Mr?
Dalam kehidupan ini senantiasa kita selalu dihadapkan pada keadaan yang jatuh bangun. Sang Pencipta tidak menjanjikan keadaan dunia selalu gelap, tapi juga disertai terangnya. Disana ada hujan, maka panaspun mengiringi, disana ada kesulitan, bersamanya ada kemudahan.
Bukan masalah berapakali kita gagal dalam mencoba sesuatu, namun berapakali kita bangkit dari kegagalan, itu yang utama. Begitu banyak orang yang memvonis pada dirinya sendiri bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah pernah melakukan hal serupa dengan kesalahan yang fatal. Ingatlah sahabat, keberhasilan tidak di ukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, namun dari rintangan-rintangan yang di atasinya dikala berusaha untuk berhasil.
Seekor gajah yang secara logika bisa melepaskan tali itu, ternyata keadaannya berbalik. Dengan mindset gagal yang ada dalam benaknya, gajah dewasapun berkeyakinan dan berfikiran tidak akan mungkin bisa lepas dari ikatan rantai itu. Disinilah sahabat sekalian yang biak hatinya, seringkali kita di pagari oleh pikiran negative kita untuk selangkah lebih maju. Kita ragu dalam melakukan apa yang menjadi yang terbaik buat kita. Kita terkadang merasa malu dan gengsi untuk berubah. Kita malah lebih berfokus pada kesalahan fatal yang pernah dilakukan dimasa lalu tanpa berfokus pada cita-cita keberhasilan yang gemilang di masa depan.
Ayolah sahabat,,,
Jangan pernah menyerah sebelum mencoba. Jangan pernah menyerah setelah mencoba. Dan jangan pernah menyerah sebelum engkau berhasil. Nothing impossible in this world. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Saat kita menginginkan prestasi, maka tentulah kita bisa melakukannya. Saat orang lain bisa berprestasi, mengapa kita tidak bisa melakukannya. Hilangkan pemikiran negative yang ada dalam benak kita sekarang ini, mulailah membuat agenda untuk belajar dan melaksanakannya. Yakinkan dalam hati kalian bahwa “Aku Pasti Bisa”. Biarkan pikiran kalian di hinggapi dengan semangat positif. Hiraukan temanmu yang mengejek, menghina dan menertawakan. Fokuslah pada diri sendiri karena itu adalah kunci keberhasilan setiap orang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar