Jumat, 30 Desember 2011

Nasihat Sahabat Tentang "Cinta"


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba…mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…

Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)


Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya…tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia…tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya…tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaankarena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja ‘kan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan
karena tentu kisah fatimah dan ali bin abi thalib diingini oleh hati…tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, danlaki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), danwanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yangdituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduhitu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)


Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan…mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan…serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…



Jadilah engkau lemah lembut

Kawan.. ternyata ada rahasia dibalik sebuah kelembutan, karena terhindar dari menyakiti dan rasa marah

Kawan.. kelembutan hadir karena Rahmat Allah. Jadi ketika ingin senantiasa berada di dalam RahmatNya maka berusahalah memberikan kelembutan hati. Kelembutan akan mengekalkan hubungan antara manusia, karena tiada satupun manusia di muka bumi ini yang ingin menerima perlakuan kasar.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

Kawan… Lemah lembutlah engkau seperti inginnya engkau Allah senantiasa berlaku lemah lembut terhadapmu. Bukankah kita jua tak pernah selalu suci dari kesalahan ?

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut, menyukai orang yang lembut dan sesungguhnya Allah memberikan kepada kelembutan apa yang tidak diberikannya kepada sikap kasar.” (HR. Muslim).
Kawan… Lemah lembutlah engkau seperti inginnya engkau memperoleh janji Allah akan pengharaman api neraka membakarnya yang sudah dijanjikan bagi orang-orang yang berlaku lemah lembut

“Maukah kalian aku beritahukan tentang orang yang diharamkan masuk neraka? atau siapa orang yang neraka diharamkan membakarnya? ketahui neraka diharamkan pada setiap orang yang rajin mendekatkan diri kepada Allah, yang bersikap lemah lembut, toleran, dan suka mempermudah.” (HR. At-Tirmidzi)
Kawan… janganlah kekasaran yang kita terima menghalangi kita untuk tetap bersikap lembut kepada orang tersebut, bukankah Rasulullah pernah lebih menerima kekasaran dari penduduk Thaif tapi beliau mencontohkan untuk bersabar ?
Kawan… bukankah Rasulullah mengajak kepada kebaikan dengan sikap lembutnya, yang berhasil mengubah orang kafir yang selalu melempari beliau dengan kotoran dengan sentuhan kelembutan hati beliau untuk menjenguknya tatkala orang tersebut sakit ?

Kawan… mari kita terus mencoba menanamkan sifat lembut itu pada diri-diri kita, karena tak kan menyesal orang yang berlaku lemah lembut terhadap sesamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar