Keluhan yang sering saya temui pada acara pelatihan ataupun training motivasi yang diadakan disetiap sekolah diseluruh penjuru Indonesia adalah masalah mengingat pelajaran atau informasi yang akan disimpan dalam otak. Hal ini tentunya berpacu pada beberapa hal alasan yang menyebabkan keadaan otak tidak bekerja dengan optimal. Otak yang kita gunakan untuk berfikir dan mengingat informasi yang baru memerlukan syarat-syarat tertentu untuk kinerjanya secara optimal dan maksimal. Berikut kiat-kiat meningkatkan daya ingat:
1. Pastikan kita menyenangi informasi yang ingin kita ingat.
Hal ini menjadi faktor utama dalam mengingat, mengapa? karena ketika seseorang senang terhadap sesuatu informasi atau aktivitas tertentu atau bahkan suatu benda, maka otaknya akan merespon dengan cepat dan mudah dalam proses mengingat. Benarkah? betul. Coba Anda ingat-ingat apa buku favorit Anda? team sepak bola kesayangan Anda? olahraga yang paling Anda sukai? saya yakin Anda ingat dengan deatil. Iya kan? nah oleh karena itu senangi dulu apa yang ingin kita ingat. Maka ingatan otak kita meningkat dan kinerjanya akan optimal dan maksimal.
2. Pastikan kita berkonsentrasi penuh.
Kebanyakan orang membaca, ataupun mendengarkan ceramah, pidato, dan lain sebagainya, raga mereka memang ada ditempat itu, mata mereka juga hadir melihatnya, telinga mereka ikut serta dalam penerimaan informasi baru, namun pikiran mereka melayang kemana-mana. Nah, hal inilah yang membuat kita membaca tak ingat-ingat atau tak ada yang masuk di otak. Coba deh Anda coba untuk menghadirkan jiwa dan raga Anda dalam menerima informasi yang baru. Hal ini berarti, konsentrasikan mata, telinga, bibir, dan pikiran Anda dalam menerima informasi baru.
3. Mantapkan niat kita.
Hei, niat juga amat penting lho dalam proses mengingat atau memasukan informasi yang akan di ingat. Otak kita itu memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting. Dikala kita menerima informasi dengan niat yang kurang, bosen, boring, atupun bad mood, bahkan bagi sebagian orang menganggap tidak penting terhadap informasi itu, maka percuma saja kalaupun kita dijejali dengan banyak informasi supaya masuk ke otak. Otak akan menutup dan informasi itu hanya akan berupa angin lewat saja. Masuk telinga kanan dan keluar lagi di telinga kiri.
4. Pahami informasi yang akan di ingat.
Kebanyakan dari pelajar tidak bisa mengingat informasi yang sudah diberikan oleh para pengajarnya disebabkan mereka sendiri tidak memahami akan informasi itu. Mereka terjebak pada rasa kebingungan tepatnya dan tidak paham atas apa yang disampaikan. Ketika otak memahami sesuatu informasi yang masuk, maka dengan sangat cepat otak akan menyimpannya dan membuat dirinya sendiri mengerti. Faktor inilah salah satunya yang mempengaruhi kinerja otak dalam mengingat. Jadi, pahami juga materi yang akan Anda ingat.
5. Gunakan Pengulangan.
Terkadang orang sudah bisa mengingat sesuatu informasi yang di inginkan. Namun mereka lupa ketika sudah berlangsung sekian lama. Itu pulalah yang di alami sekian banyak pelajar di negara ini. Ketika tiba masa ujian misalnya, mereka berlomba-lomba menghafalkan pelajaran mereka hingga terbayang dan hafal sekali. Namun selang setelah ujian itu sedikit-demi sedikit materi yang dihafal pergi begitu saja dari otak. Jangan aneh, memang begitu keadaannya, sekali lagi saya katakan bahwa otka kita itu sifatnya memilih. Apalagi setelah sekian lama gak di ulang lagi atau di review lagi kabur tuh materi. huhuhu. Lakukanlah pengulangan mengingat materi yang masuk ke otak. Disini kita akan menetapkan informasi itu tetap bersemayam dalam benak kita.
6. Gunakan sistem.
Informasi yang masuk ke otak akan lebih ringan dan lebih mudah ketika kita mengaturnya dengan sedemikian rupa. Segala sesuatu yang teratur akan mudah di ingat. Begitupun dengan otak kita yang suka dengan keteraturan. Di Indonesia banyak sekali pelatihan atau training yang mendokrak tentang methode mengingat. Prinsipnya adalah dengan menggunakan suatu sistem tertentu atau methode tertentu untuk mengingat, maka otak kita akan dengan mudah, cepat dan ringan dalam menerimanya sekaligus menyimpannya.
berikut methode yang bisa di lakukan:
-Sistem atau methode aktivasi otak kana,
-Sistem atau methode Asosiasi,
-Sistem atau methode mnemonik,
-Sistem atau methode Avadhan,
7. Perhatikan asupan nutrisi otak.
Bukan hanya tubuh saja yang butuh nutrisi tapi otak kita juga sangat membutuhkannya. Ketika otak kekurangan asupan nutrisinya maka kinerjanya tidak akan optimal. Berikut makanan otak:
>Vitamin B
>Vitamin E
>Vitamin A
>Buah-buahan
>Sayuran
Menjadi seorang dosen bukanlah hal yang mudah. Hal ini bisa terbilang pada suatu profesi yang lumayan menantang. Mengapa demikian? Karena yang dijadikan objek pembelajaran bukanlah anak2 yang kepada dosennyalah ketergantungan kebutuhan belajar. Tetapi yang dihadapi adalah kepala-kepala yang sudah berisi kedewasaan, ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas daripada yang dibayangkan. Sejatinya untuk menjadi seorang dosen harus mempersiapkan dari segi keilmuan dan segi mental disaat mengajar.
Bagi seorang dosen yang mampu menguasai objek pembelajaran, maka dalam proses pembelajarannya pun terbilang sukses. Namun sebaliknya, ketika seorang dosen tidak menguasai objek pembelajaran, maka dia sendiri yang akan terlindas pengetahuan objek itu sendiri. Bukan hanya perihal ekonominya saja yang dicari seorang dosen, tapi juga sosok keteladanan dan kepenguasaan ajaran yang di ajarkan.
Ada beberapa criteria seorang dosen ketika mengajar. Pertama, dosen yang menguasai pembelajaran. Dosen seperti ini akan sangat percaya diri dalam memberikan ceramah dihadapan mahasiswanya. Tanpa keraguan dan rasa takut jika ada pertanyaan yang tidak terjawab. Biasanya dosen seperti ini adalah yang ahli dalam bidang ajarnya. dia kaya akan ilmu ajar, wawasan ajar dan method ajar. Bagi dosen seperti ini bisa terbilang lumayan baik. Kedua, dosen yang kurang menguasai pembelajaran tapi dia kuasa akan mahasiswanya. Disini berarti bahwa dosen tersebut bisa menguasai suasana kendatipun dia tidak sepenuhnya menguasai bahan ajar. Biasanya dosen tipe ini pintar dalam berbicara, terutama dalam hal ngeles pada mahasiswa andaikan ada pertanyaan yang sulit dijawab. Dosen seperti ini terbilang sangat jarang. Karena kendatipun ada tapi Cuma mirip. Kebanyakan dia tidak menguasai bahan ajar dan kurang menguasai suasana kelas. Ketiga, dosen yang sama sekali tidak menguasai bahan ajar dan kaku saat tampil di depan kelas. Inilah tipe dosen yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya dia sendiri yang akan tersiksa saat mengajar tapi juga berefek bagi mahasiswa yang kurang dalam sisi keilmuannya ketika menangkap apa yang disampaikan dosen tersebut. Biasanya dosen model ini kesuakaannya ngelantur dan bicara kesana kemari. Karena memang alasannya sangat simple yaitu dia tidak tahu bahan ajar dan tidak kuasa terhadap suasana. Bisa jadi dosen seperti ini menjadi bahan olok olokan mahasiswa jika kritis mahasiswanya.
Tentunya yang diharapkan penulis adalah dosen yang ahli dalam bidangnya dan bisa menguasai suasana dikelas. Tipe dosen seperti inilah yang akan di perhatikan dan di perhitungkan semua pemberian ajarannya. Secara logika juga mahasiswa berfikir, bagaimana bisa saya melawan dosen yang professional.
Belakangan ini banyak sekali kasus aborsi yang di sadap oleh pihak kepolisian. Bahkan seakan-akan kepolisian dibuat pusing dengan maraknya kasus aborsi ini. Bukan hanya di suatu daerah saja kasus ini berkembang, tetapi juga telah menyebar ke berbagai daerah di indonesia. Bagaikan maraknya suatu makanan enak yang mudah dalam peredarannya untuk dinikmati. Sesungguhnya apa yang tengah terjadi pada bangsa ini? Dengan kebanyakan kasus yang serupa.
Kasus aborsi ini kebanyakan menimpa pada mahasiswa/i dan siswa/i SMA atau sederajat. Tentunya hal ini disebabkan oleh beberapa penyebab yang memicu perbuatan tersebut dilakukan. Dan kebanyakan penyebabnya adalah hal yang sama baik itu dikalangan siswa/i SMA maupun dikalangan mahasiswa/i ataupun umum. Berikut diantara penyebabnya:
Pertama, karena pergaulan bebas yang lepas kontrol. Bisa kita lihat bagaimana keadaan anak-anak muda jaman sekarang yang kebanyakan bergaul sesuai dengan mode yang mereka inginkan tanpa memperhatikan norma-norma moralitas. Mereka bergaul dengan bebas dan seakan dengan pergaulan itu mereka merasakan kenyamanan tertentu bagi diri mereka. Tak ada batasan antara pergaulan laki-laki dan perempuan. Sehingga dengan mudahnya seorang perempuan dikalangan mereka menjadi korban berdasarkan prinsip suka sama suka. Memang benar, dalam agama juga prisnsip kedua pasangan itu antar suka sama suka tapi bedanya adalah adanya tali pengikat yang di sebut dengan pernikahan terlebih dahulu sebelum bercampur baur satu sama lain. Disinilah letak kesalahan pergaulan mereka itu yang tanpa ikatan pernikahan mereka sudah berani melakukan hubungan intim sehingga karena pergaulan itu mereka berkesempatan untuk melakukan aborsi.
Yang kedua, penyebabnya dikarenakan malu dimana harus melahirkan seorang anak yang tanpa melalui garis pernikahan terlebih dahulu. Rasa malu ini ditujukan kepada orang tua dan masyarakat. Bagaimana tidak, mereka melahirkan anak tanpa pernikahan. Zina adalah kata yang pantas untuk mereka. Faktor ini pulalah yang menjadi penyebab kedua dari diberlakukannya aborsi.
Ketiga, karena faktor permintaan sang kekasih. Tidak sedikit dari para kaum muda mudi yang sedang hamil dan dimintai aborsi oleh sang kekasih hatinya itu dengan alasan mereka tidak mau menanggung malu atau belum siap menjadi orang tua dari anak yang ada dalam kandungan itu. Bagaimana mau siap orang mereka juga kebanyakan masih anak SMA dan Mahasiswa yang notabene keuangan mereka masih ditanggung oleh orangtua mereka. Maka dari itu pantas mereka belum siap dalam mengurusi kehadiran seorang anak. Wong untuk mengurusi diri mereka sndiri aja masih dalam tanggungan orang lain ko.
Maraknya kasus aborsi ini sejatinya menjadikan pembelajaran buat kita semua khususnya sebagai orang tua anak untuk lebih memperhatikan mereka dalam bergaul dengan teman-temannya. Bukan berarti melarang untuk bergaul tapi konteknya disini adalah membatasi dalam pergaulan mereka dengan aturan-aturan agama dan norma-norma moralitas. Selain itu, pembekalan mengenai ilmu-ilmu agama juga harus diberikan kepada sang buah hati supaya mereka dapat seberkas cahaya dan petunjuk untuk menjalani jalan kehidupannya. Jangan sampai mereka tidak paham bahkan lebih jauhnya tidak mempraktekan nilai-nilai keagamaan itu dalam hidup mereka.
Tidak ketinggalan pentingnya juga untuk memberikan mereka kasih sayang dari orang tua mereka sendiri tapi bukan berarti dimanja. Tentunya disni beda antara diberikan kasih sayang dengan dimanja. Dengan kasih sayang dari orang tuanya seorang anak bisa berprestasi, bisa meraih cita-citanya dan bisa bersosialisasi dengan baik. Namun sebaliknya ketika orangtua memanjakan anaknya, maka timbal balik yang akan mereka dapatkan adalah anaknya akan menjadi sembrono, bergaul dengan siapapun juga tanpa memperhatikan nilai-nilai moralitas, selalu ingin cepat dalam memenuhi keinginannya dengan alasan mereka disokong penuh oleh orangtuanya. Dirasa hal inilah yang amat penting bagi kita sebagai orangtua untuk lebih meningkatkan perhatian kita terhadap mereka sang buah hati kita. Tulang punggung bangsa dan negara ini.
“Apa kau tidak mengerti bahwa ini merupakan suatu pertanda kau memberikan lampu hijau kepadanya. Kalau memang kau tidak mencintainya berbuatlah halnya seorang teman dan jangan lebih” . itulah kata-kata yang selalu di ingatnya semenjak dia mengadakan obrolan kecil dengan teman dekatnya yang bernama Mail. Teman sekelasnya di SMA dan sekaligus sebagai teman yang sangat dekat dengannya. Kini ucapan itu masih terbayang-bayang dalam benaknya. Ya ucapan temannya itu bagaikan racun ular berbisa yang menyebar ke dalam aliran darah di dalam tubuhnya.
Rifki yang sekarang duduk termenung di rumahnya yang sederhana melamun memikirkan ucapan kawannya itu.
“Apa aku harus mengurangi kedekatanku dengan dia y…” gerutunya dalam hati.
Tapi itu tidak mungkin, aku dekat bukan berarti memberikan lampu hijau untuknya tapi hanya sebatas kawan dekat” timpalnya lagi dalam pikirannya.
Rifki yang akrab di sapa Ropik itu memang sedang mengalami gejolak jiwa yang luar biasa. Kedekatannya dengan kawan baiknya yang bernama Anisa itu membuat hari-harinya terasa indah dan menyenangkan. Kemanapun dia pergi maka Anisa akan siap untuk menemaninya. Sebagai kawan Anisa juga menghargai Ropik halnya kawan dan teman dekatnya. Sebetulnya di antara mereka berdua tidak ada hubungan yang special namun public mengatakan hal yang berlainan.
Teman-temannya sudah menganggap bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang sangat harmonies. Bagaimana tidak, mereka terlihat sangat begitu akrabnya dan terkadang membuat teman-temannya iri terhadapnya. Anisa adalah gadis berparas cantik dan anggun yang di dambakan oleh kaum adam di sekolah Ropik. SMA 36 Bandung. Kini gadis cantik itu menjadi kawan dekatnya semenjak dia memberikan pertolongan kepada Anisa yang waktu itu dalam kecelakaan mobil. Ropik menemukan Anisa terbaring di dalam mobilnya yang posisinya menabrak sebuah batang pohon besar. Jalan itu memang sepi dan jarang di lalui oleh orang-orang. Namun Ropik biasa menggunakan jalan itu ketika pulang dari sekolahnya.
Akhirnya sampai sekarang mereka berteman akrab dan saling membantu satu sama lain. Kawan –kawan Ropik sempat terbelalak bagaimana bisa anak sederhana seperti Ropik bisa berteman dengan seorang anak Bangsawan kaya raya yang cantik lagi. Karena di mata kawan-kawannya Ropik tidak kenal dengan yang namanya Anisa. Mereka bertanya-tanya satu sama lainnya tentang persahabatan gadis itu dengan Ropik.
“Loe beruntung pik, bisa bersahabat dengan Anisa” sapa teman sekelasnya yang bernama Candra.
“Ah loe ni gmn Can, gw kan Cuma sahabatan doank sama dia gk lebih ko” jawab Ropik dengan tersenyum pilu.
“Inget pik, semua cowok di sekolah ini ingin dekat dengan yang namanya Anisa itu tapi mereka gak bisa. Malu lah, gengsi lah, atau alasan lain yang keluar dari kalangan rendah… loe emang beruntung pik, gw iri ma loe” jawab temannya dengan nada agak sedikit iri.
“Ah loe ni gmn gw kn dh bilang Cuma berteman sja. Jangan di anggap lebih” timbal Ropik datar.
Keesokan harinya Anisa mengajak Ropik jalan-jalan di sekitar taman rumahnya. Dengan menggunakan mobil sedan merahya Anisa Ropik mengikuti kemana arah mobil itu membawanya. Sekali-kali Anisa mengajarkan bagaimana menyetir mobil kepada Ropik. Mereka bercanda dan penuh dengan kegembiraan di sekitar taman nan hijau itu. Rumah Anisa sangat besar dan tamannya begitu luas. Jadi ingin jalan-jalanpun harus dengan mobil. Bagaimana tidak bapaknya seeorang bangsawan yang sangat di segani dan berwibawa. Sekaligus pengusaha batik terbesar di Indonesia. Semua jalur batik yang ada di Indonesia dia yang memegangnya. Bahkan negarapun memberikan apresiasi kepadanya.
“besok-besok loe yang bawa mobil gw y pik” pinta Anisa.
“ah gk nis, gw masih kaku dalam menyetir, loe aja dech…” jawab Ropik.
“Uddah biar loe cepet bisa pik” timpah Anisa datar.
Ropik memang sudah dekat dengan keluarganya. Ibunya, bapaknya dan seluruh keluarganya. Jadi, rasa enggan sudah sedkit hilang dalam dirinya untuk mengunjungi dan bermain dengan Anisa.
Lama-kelamaan ternyata Anisa menyimpan hati kepada Ropik. Laki-laki yang sederhana dan berparaskan cukup tampan itu ternyata sudah bisa menarik perhatian Anisa. Anisa tertarik kepada ropik karena dia baik hati, suka menolong dan tidak materialistic. Sikapnya yang sederhana membuatnya jatuh dalam gelombang cinta. Bak bermain dengan seorang pangeran ketika bersama-sama dengan Ropik. Perasaan senang dan gembira dalam hatinya membuat hubungan akrab mereka semakin erat terjalin. Seakan Anisa telah mantap dengan pilihan hatinya yang sekarang ini. Memang sebelumnya Anisa pernah punya pacar juga. Tapi sayangnya hubungan mereka tidak berlangsung lama hanya beberapa bulan saja. Semua karena sifat materialistic pacarnya yang hanya ingin bersenang-senang menggunakan kekayaan Anisa. Oleh karenanya Anisa sendiri yang meminta putus dengan pacarnya itu yang bernama Reda. Teman sekolah yang terkenal sangat di idamkan oleh kaum hawa di sekolahnya.
Tapiketika kehadiran Ropik mulai mengisi sela-sela kehidupannya dia merasa tenang dan terlepas dari praduga bahwa Ropik adalah laki-laki yang menginginkan uang di atas yang lain. Dilihat dari sikap dan perilakunya setiap hari ropik sangat sederhana dan tidak suka berpoya-poya. Itulah hal kedua yang menjadikan Ropik sebagai dambaan hatinya.
Selang beberapa hari kemudian Anisa dan Ropik berencana pergi untuk menghadiri undangan pernikahan salah satu teman bapaknya Anisa. Tadinya ayahnya pak Zaenul, mengajak Anisa untuk ikut satu mobil bersama ayah dan ibunya beserta keluarganya yang lain. Tapi ternyata Anisa lebih memilih untuk pergi bersama Ropik dengan mobil merah idamanya. Dia hanya bilang kalau bersama Ropik kemanapun suasana tidak akan bosan dan jenuh.
“Y sudah jika itu maumu. Mana Ropiknya? Sudah kamu beritahu dia kan?” ayahnya bertanya sambil bersiap-siap menuju beranda depan rumah.
“Sudah pah, tuu dia dh ada di depan. Hehehe” jawabnya dengan senyum gembira.
“hati-hati y Nis, jgn ngebut-ngebut di jalannya. Perjalanan kita lumayan jauh lho.” timbal ibunya bernama Aisyah.
“Ok dech mah…” jawabnya datar.
Dimobil mereka bercanda dan berbagi cerita. Bagi Ropik ini adalah suatu kehormatan besar. Maka untuk menolaknya sangat sulit sekali. Orang mana yang nolak untuk mengantarkan permaisurinya kota itu. Hatinya tersenyum dan merasa gembira. Ropik tidak pernah bermimpi kalau dia akan bisa menaiki mobil mewah bersama seorang bidadari tercantik yang pernah dia kenal. Terkadang dia bersyukur dan bersujud atas limpahan karunia Tuhan yang telah diberikan kepadanya itu. Namun walaupun begitu dia tidak besar hati dan tidak merasa sombong akan keberuntungannya itu.
“Jadi kemana kita akan meluncur ni An ???” Tanya Rifki dengan penuh penasaran.
“Ke Tasikmalaya pik, cukup jauh kan? Hehehe… pasti akan sangat melelahkan ni. Makanya ntar gentian ya nyetirnya…” pinta Anisa dengan nada becanda.
“Ah gmn ya Nis, gw masih blm lancar nyetir ni… ya walaupun gw pernah jadi sopir taksi sich tapi ntu juga masih belum lancar bener. Hehehe” jawab ropik dengan sedikit malu-malu.
“sudahlah gw percaya ko ma lhoe. Loe pasti bisa nyetir ni mobil. Kan hampir sama dengan nyetir taksi juga. Gk da bedanya. Bener gk? “ timpal Anisa meyakinkan Ropik.
“ya sudahlah kalau begitu. Nanti gantian ja. Tinggal bilang ja kalau loe dh merasa lelah…”
“Siiibhhhh…”
Akhirnya mereka melangsungkan perjalanan mereka dari Bandung hingga melewati kota Nagreg. Sebelum kota Nagreg Anisa sudah meminta Ropik untuk menyetir. Rasa lelahnya itu sudah sangat menguras tenaganya. Ya Ropik bisa mengerti kalau tenaga perempuan itu tidak seperti tenaga laki-laki. Perempuan sangat lemah di bandingkan laki-laki. Dengan semangat Ropik menggantikannya menyetir. Tetapi ketika di perjalanan. Ropik merasa khawatir apalagi dia membawa mobil milik seorang bangsawan besar dan anak nya. Kalau kecelakaan bagaimana dengan nasibnya kelak. Mengingat hal itu Ropik jadi tertegun dan sedikit pucat.
Anisa terlihat sangat mengantuk dan tanpa sadar tertidur di bahu Ropik. Tak banyak yang bisa di perbuat ropik selain mengiyakan bidadari untuk menikmati kelelahannya itu bersandar. Perasaan itu tiba-tiba muncul secara tiba-tiba. Dalam hati kecilnya mengatakan kalau gadis yang sekarang berada di dekatnya itu sungguh sangat menawan dan anggun pula. Dia merasakan butir-butir cinta dalam hatinya yang bersemi dengan mekarnya. Kali ini perasaan itu muncul dengan sangat cepat dan tidak di duga-duga. Dia baru menyadari akan perasaannya itu. Sebelumnya memang tidak terjadi akan hal itu. Tapi saat itu berbeda.
Jalan yang berkelok-kelok mengiringi perjalanan mereka. Suasana keramaian kendaraan meramaikan jalanan. Halulalang sepeda motor seakan mencegahnya untuk berada di posisi terdepan. Jalan Nagreg yang sangat terkenal curam itu sungguh sangat menakutkan terkadang. Selain berkelok juga jalan itu menanjak dengan curamnya. Hati Ropik semakin bergetar di iringi dengan berjuta rasa takut. Sekarang awan hitam mulai menyelimutinya. Pikirannya tak tenang dan merasa kacau. Jalanan yang menanjak dan berkelok itu membuat mata dan pikiran Ropik menjadi pusing. Dan akhirnya
JDAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!!
Mobil yang dikendarai Ropik akhirnya tertimbun mobil besar yang berada tepat di depannya. Keadaan jalan yang menanjak itu membuat mobil bis pariwisata jurusan Caheum-Tasik itu oleng dan akhirnya tidak kuat untuk melaju serta tersungkur kebelakang. Bencana besarpun terjadi. Mobil bis dan mobil yang dikendarai Ropik amblas ke jurang yang cukup terjal dan dalam. Mobilnya hancur total sedangkan Anisa dan Ropik terlempar agak jauh dari mobil dan bis itu. Banyak penumpang bis itu yang tidak selamat. Dan akhirnya semua kelihatan blank. Hitam. Dan tak ada cahaya sama sekali yang di rasakan Ropik.
***
“Dimana gw???”
“Loe di rumah sakit pik” sahut seorang gadis.
“kok bisa? Gw kan lgi nyetir tadi. Masa di rumah sakit?”
“Loe yang sabar y pik. Mungkin ni cobaan bwt loe” jawab temannya yang bernama Mail.
Disana tepatnya di rumah sakit, di ruangan persegi empat ada 7 orang yang terlihat oleh Ropik. Kendatipun matanya masih belum bisa melihat dengan jelas tapi sedikitnya dia bisa melihat walau masih berupa bayang-bayang hitam. 3 orang temannya, Mail, Indra, dan Ari. 2 orang adalah orang tuanya Anisa yaitu Ibu Aisyah dan pak Zaenul serta 2 orang lagi adalah ibu dan ayahnya yaitu pak Ahmad dan bu Cicih.
“Bagaimana keadaanmu nak?” Tanya ibunya.
“Sakit bu, kepala, kaki dan seluruh badan Ropik sangat sakit” jawabnya dengan suara serak.
“sabar ya nak, kamu terjatuh dari mobil tadi tapi dokter mengatakan kamu tidak apa-apa. Kamu sehat nak” tutur ibundanya sambil mengeluarkan air mata.
“Bagaimana keadaan Anisa bu?” Tanya Ropik.
“Dia juga baik-baik saja Cuma luka ringan ja pik. Kamu tenang saja. Sekarang kamu istirahat ya. Ibu dan bapak akan menunggu kamu disini sampai kamu sembuh. Jadi jangan khawatir ya nak”
Kali ini kata-kata ibunya begitu menusuk kedalam hatinya. Sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan kata-kata seperti itu dari ibunya. Seakan-akan ada hal yang sangat luar biasa yang terjadi dalam diri Ropik.
Dari kejauhan terlihat ada bayangan wajah yang nampak cerah dan anggun. Rambutnya yang terurai rapih dan panjang terlihat bersinar tersorot oleh cahaya lampu. Ropik bisa menebak siapa dia. Dia adalah Anisa. Sahabat yang tadi bersamanya di mobil.
“Gmn keadaan loe pik?” Tanya Anisa dengan suaranya yang lembut.
“Ya beginilah Ann, seluruh badan gw gk bisa di gerakkan. Hehehe” ropik menjawab dengan sedikit tersenyum simpuh.
“Gmn keadaan loe jg Ann?”
“Gw gpp pik… ni loe bisa liat sendiri gmn keadaan gw sekarang.” Sapanya Anisa dengan lemah lembut dan mengeluarkan air mata.
“Kenapa loe nangis Ann???” Tanya Ropik penasaran.
Semua yang ada di ruangan itu menangis kecuali Ropik sendiri. Dia tidak tahu apa yang sebernarnya terjadi. Apakah mereka menangisi karena dia kecelakaan atau apa. Berjuta pertanyaan masih menyelimuti benaknya Ropik.
Setelah sadarkan diri beberapa saat, Ropik berkeinginan untuk buang air kecil. Lalu…
“Ibu, saya ingin pergi k Toilet. Tolong Bantu bangunkan saya y bu”dia memohon kepada ibunya.
“sambil menangis ibunya mencoba membantunya untuk bersandar terlebih dahulu.
“Sudahlah bu, kenapa harus menangis terus, opik kan gpp bu.” Ulas Ropik kepada ibunya.
Tangisan ibunya semakin menjadi jadi di ikuti oleh orang-orang yang ada di ruangan itu. Bagaikan hujan air mata yang ada di kamar tersebut.
Sesaat Ropik mengangkatkan kakinya untuk melangkah…
“ibu, ko kaki Ropik berat sekali ya…”
Dan sambil menangis ibunya membukakan selimut yang sejak tadi menyelimuti badan Ropik.
Sesaat terbuka kaki nya terlihat aneh. Ya, ada yang berbeda dengan salah satu kakinya. Kaki kanannya terasa agak pendek dari kaki kirinya. Setelah dia bisa menatap kakinya dengan jelas akhirnya Ropik mengeluarkan air mata. Jantungnya berdegup kencang tak karuan. Dadanya terasa sesak untuk bernafas. Dan matanya tak kuasa untuk menderaikan air mata kesedihan yang amat sangat. Ya, semua karena kaki kanannya patah. Dan sekarang yang terlihat hanyalah perban belaka yang melilit di kaki kananya. Sekarang dia tahu penyebab hujan air mata yang terjadi di ruangan itu. Akhirnya dia menyimpulkan bahwa kakinya di amputasi.
Ropik adalah anak yang dewasa. Dia tidak pernah cengeng dan manja. Ketika melihat keadaannya seperti itu sekarang. Dia mencoba bersandar di pangkuan ibunya sambil menatap kaki kanannya dan pipinya terbasahi oleh air mata.
“Ibu, saya pasti bisa menerimanya bu, ibu jangan menangis lagi ya” tutur Ropik seakan mengobati tangisan pilu ibunya dan yang lain.
Sekarang perasaan minder mulai tumbuh di hatinya. Dia merasakan beban mental yang sangat luar biasa. Dalam hatinya dia harus sendiri. Dia harus tak punya banyak teman. Karena hal itu akan mempermalukan temannya sendiri punya teman yang pincang. Beberapa menit kemudian pandangannya tertuju pada kedua orang tua Anisa seraya berkata:
“Pak Zaenul dan ibu Aisyah. Saya memohon maaf atas kejadian ini. Semua berasal dari kelalaian saya membawakan mobilnya. Insya Allah saya akan mengganti semua kerugian mobil bapak dengan bekerja di hari depan. Saya akan menyisipkan gaji saya untuk membayar semua kerugian bapak dan ibu. Mohon maafkan saya” kata-kata itu keluar dengan suara serak dan basah. Sembari menunduk dan berderai air mata Ropik dengan tulus memohon maaf atas semua kejadian itu.
“Sudahlah pik, kami lebih mengkhawatirkan keselamatanmu daripada mobil itu. Mobil bisa di beli sedangkan nyawa? Tidak ada yang berjualan nyawa pik. Oleh karenanya kamu sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri. Makanya sekarang kamu tenang saja. Dan tidak usah mengganti semua kerugian atas kecelakaan ini. Ingat itu” kata-kata itu keluar dengan nada yang amat lembut dan penuh kasih sayang.
“Tapi pak…” sahut Ropik.
“Sudahlah sudah pik. Kamu gk usah mikir hal itu lagi”
“terimakasih pak” kata ropik dengan tulus.
Lalu pandangannya berpindah pada gadis yang bernama Anisa.
“Ann, sekarang semuanya sudah seperti ini. Gw tahu loe akan malu bermain lagi dengan orang yang pincang. Jadi sekarang terserah loe mo gmn jg ma gw” tuturnya kepada Anisa.
“Maksud loe ni pa pik? Gw gk ngerti dech… hehehe. Denger ya pik bagaimanapun keadaan loe sekarang, loe adalah sahabat terbaik gw sampe kapanpun. Dan satu hal lagi yang harus loe tw kalau gw gk bkalan ninggalin loe…” kalimat itu di ucapkannya dengan tulus oleh Anisa.
“Thank y Ann… loe masih mw nerima gw sbagai sahabat loe..”
“Gw dan loe adalah satu pik. Loe adalah gw dan gw adalah loe.”
Tak ada yang mampu mencegahnya untuk berbuat hal yang sama di relung hari-harinya. Pekerjaannya tak pernah membuat ia jemu dan bosan. Malahan ia semakin menjadi-jadi dalam berbuat semaunya. Tekanan bathinnya semakin kuat dan terkadang ia merasa mati dalam jiwanya. Ia bergerak tapi tak merasa. Ia mendengar tapi tak mendengar suara apapun. Ia makan dan minum tetapi tak tahu apa yang ia makan dan ia minum. Ia hampir gila jika teringat masa-masa dimana ia harus menjalani perbuatan seperti sekarang ini. Perbuatan yang penuh dengan gelembung dosa. Perbuatan yang penuh dengan cacian orang-orang jika mereka mengetahuinya. Alangkah malangnya ia. Bahkan terkadang Helli malu terhadap dirinya sendiri dan keluarga. Namun ia tak tahu harus berbuat apa jika ia tidak melakukan pekerjaan tersebut.
Sejak ibu dan bapaknya meninggal karena sakit jantung, ia di tuntut keadaan untuk hidup mandiri. Hidup yang tidak tergantung kepada orang lain. Bahkan hidup yang tidak meminta-minta kepada yang lain hanya untuk mengisi perutnya itu. Ketambah lagi setelah semua keluarganya meninggal dunia karena tertimpa longsor besar di daerahnya. Ia benar-benar harus bertahan hidup dalam kesendirian. Tak ada teman dan tak ada saudara.
Helli yang sekarang mengontrak sebuah rumah di sebuah kota kecil di daerah Tasikmalaya harus bisa menghidupi dan membiayai semua keperluan dirinya. Sehingga hal ini menuntut Helli untuk melamar pekerjaan kemanapun. Namun sayangnya ia tidak bisa di terima di perusahaan manapun karena sekolahnya yang rendah bahkan SD pun ia tidak tamat dan akhirnya harus seperti ini setelah melewati masa-masa keputus asaannya.
Gadis berusia 20 tahunan ini bekerja di sebuah hotel mewah yang cukup elegan. Terkadang ia merasa senang bekerja di tempat itu. Tetapi pikirannya yang lain mengatakan bahwa tempat itu adalah tempat setan yang berkeliaran. Neraka. Bahkan lebih dari itu. Ia mencela, menghina dan terkadang ia ingin lari dari tempat itu. Tetapi karena tuntutanbiaya hidupnya dan adiknya yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah dasar itu ia harus melakukan pekerjaan bejadnya.
”Hei? Maniz...kau ini cantik sekali, mu minta bayaran berapa untuk satu malam saja denganku? Hah?”.
Itu adalah salah satu ucapan yang ia benci di dalam hatinya tetapi ia harus melakukannya. Sebersit ia tidak menyalahkan dirinya tapi menyalahkan Tuhan yang telah menjadikannya begini. Tuhan yang tidak memberinya pekerjaan yang layak dan halal. Tuhan yang membawanya ke tempat seperti itu. Tapi ia sadar bahwa mungkin Tuhan punya rencana lain atau memang membencinya.
Setelah lama ia bekerja di tempat itu untuk melayani laki-laki hidung belang,ia bermaksud untuk mengikuti apa kata hatinya. Ia ingin bebas. Ia ingin punya suami dan hidup bahagia di sebuah rumah walaupun kecil. Air matanya menetes di pipinya. Ia tak kuasa menahan tangis yang membendung di matanya. Lalu…
“Kenapa kamu nangis Hell? Da apa?” salah satu teman kerjanya bernama Lisa bertanya. Lisa sudah akrab dengan Helli semenjak Helli datang ke Hotel itu untuk bekerja.
”Aku ingin tobat Lis, aku tidak mau teruz teruzan seperti ini. Kapan aku mendapatkan kebahagian bagi diriku sendiri? Selama ini kita hanya membahagiakan orang lain. Tapi kita sendiri terpuruk dalam ketakutan...”
”Iy tapi kita mau kerja pa Hell? Kamu sendiri kan sudah tahu untuk mendapatkan pekerjaan itu susah sekali”.
”Apapun akan aku kerjakan asal halal liz, aku rela jadi tukang kayu, aku rela jadi pembantu, aku rela jadi apapun asal halal liz....” amarah di sertai isak tangis menyelimutinya.
Demikian percakapan antara Lisa dan Helli. Helli menginginkan lepas dari jeratan perbuatan maksiat itu. Perbuatan tercela yang amat hina. Ia malu harus menghidupi adiknya dengan uang hasil perbuatannya yang haram. Jiwanya kosong dan gelap. Tekanan batinnya semakin besar dan berbuah kemiskinan hati. Ada sejuta harapan yang belum tercapai. Ada banyak langkah yang belum ia raih. Tapi ia bingung apa yang harus ia perbuat.
”kapan Lis aku merasakan nikmatnya makan, nikmatnya minum, nikmatnya hidup? Aku ingin bebas lis, aku ingin bebas...” sembari mengeluarkan airmata ia tersungkur di pangkuan temannya itu. Temannya hanya terdiam seakan-akan merasakan hal yang sama.
Tekanan bathin dari semua kesalahan yang ia sudah perbuat semakin menjadi-jadi. Rasa putus asa sudah ada di depan matanya. Keringnya kebenaran sudah terasa di dalam lubuk hatinya. Keinginan untuk mengakhiri hidupnya semakin dekat. Rasa bersalah terhadap dirinya sendiri telah membuatnya merasa menjadi orang yang terhina di alam dunia. Bahkan lebih hina daripada binatang sekalipun.
Dengan diam-diam ia mencoba untuk keluar dari tempat terkutuk itu, sebuah hotel tempat pelacuran. Ia mencoba untuk mencari pekerjaan yang lain yang lebih halal. Tapi ternyata apa yang dikatakan oleh temannya lisa itu benar. Setelah ia mencoba kesana kemari melamar pekerjaan tak ada satupun yang menerimanya. Gejolak jiwanya semakin menjadi-jadi. Bagaimana ia harus menghidupi adiknya dan membiayai sekolahnya.
Keringat mulai bercucuran. Keraguan mulai memenuhi ruang di hatinya. Keputus asaan juga sudah hampir satu jengkal terhadapnya. Namun ada satu ruang di lubuk hatinya yang membuat ia bertahan untuk terus mencari dan mencari. Itulah ruang keyakinan. Ia yakin untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan harus banting tulang dan tahan ujian. Rasa malu terhadap dirinya sendiri dan terhadap Tuhannya semakin dalam dan curam. Oleh karenanya ia pupuk ruang keyakinan itu untuk menuju sesuatu yang ia impikan di depan sana. Sekarang air matanya mengalir membasahi pipinya yang putih dan merona. Rambutnya sedikit kusut tertampar angin jalanan. Badannya lesu tiada tenaga untuk berjalan lagi. Pikirannya di rasuki oleh ruang besar hal pesimis. Lalu ia rehat di sebuah warung kecil di pinggir jalan. Sembari memesan minuman dan makanan ia tertegun dengan pandangan kosong kedepan. Dilihatnya ada beberapa orang anak yang sedang asyiknya bermain di taman. Taman yang berumput hijau dan di kelilingi pepohonan yang rimbun sehingga membuat betah bagi siapapun yang berada di bawahnya.
Pikirannya melayang. Dan ia terbawa memori masa lalunya. Dimana ia di besarkan dan di lindungi oleh keluarganya. Di sebuah perkampungan yang bernama cilegon, Tasikmalaya. Desa yang terbilang makmur dan sejahtera. Namun semenjak gunung yang berada di dekat desanya itu longsor karena seringnya para penebang liar dari berbagai daerah yang datang untuk mengambil dan menjual penyangga-penyangga tanah itu maka semuanya tinggal kenangan dan hanya dataran bagai padang pasir sekarang yang ia lihat. Semua penduduk desanya tertimbun longsor. Hanya 4 orang yang selamat dari jumlah 124 penduduk itu. Ia dan adiknya beserta kedua temannya yang bekerja di luar kota. Keberuntungan berpihak padanya. Saat itu ia dan adiknya pergi ke rumah temannya di desa sebelah yang tidak terkena longsoran. Mungkin guratan takdir Tuhan sudah pasti pikirnya. Tak ada yang bisa mengulang waktu dan kembali seperti dulu. Itu adalah hal yang sia-sia. Kendatipun kita berbuat hal yang sama seperti kemaren itu bukanlah waktu kemaren tapi waktu sekarang.
Nikmatnya goreng pisang dan air putih membangunkan ia dari lamunannya. Ia kembali mengalihkan pandangannya kedunia nyata. Dunia yang penuh dengan fatamorgana dan hiruk pikuk bencana.
”Berpa bu???”
”5000 neng.”
”Ini bu. Terimakasih ya bu”
”Sama-sama neng. Oiya kalau boleh tahu neng mau kemana? Ko sendirian?” tanya si ibu warung dengan penuh perhatian.
”Owh... ini bu saya mau mencoba melamar kerja tapi dari kemarin belum berhasil juga.”
”Sudah neng coba melamar ke pabrik itu? Ibu dengar-dengar katanya pabrik itu sedang membutuhkan pekerja baru. Ya kali ja neng di terima disana” ujar si ibu warung sembari menunjuk sebuah pabrik yang tempatnya lumayan dekat.
”Owh belum bu... iy nanti akan saya coba melamar kesana. Terimaksih ya bu”
Kemudian ia segera beranjak dari warung ibu Minah. Jajannya tadi rupanya bisa juga mengetahui nama pemilik warungnya. Perjalananpun ia mulai menuju pabrik yang di bicarakan oleh si ibu warung tadi. Sesampainya di depan pabrik tepatnya di tempat pos satpam ia mencoba mengutarakan keinginannya. Setelah berbincang-bincang dengan satpam lalu masuk ke dalam pabrik dan ia langsung menyatakan tujuannya datang kesana. Seseorang yang bertugas sebagai bagian penerimaan pelamar kerja mewawancarainya dengan bijak. Selang beberapa lama kemudian ia dinyatakan di terima bekerja di pabrik kue PT. Makmur Jaya itu sebagai staf administrasi. Rasa syukur ia ucapkan dengan perlahan di dalam hatinya dan keluar sedikit pelan di mulutnya. Bagaimana tidak 1 bulan ia mencoba melamar kerja baru kali ini ia di nyatakan di terima. Ia merasakan adanya sebersik kasih sayang Tuhan. Sekarang ruang keyakinan itu sudah mengalahkan ruang pesimis di dalam hati sanubarinya. Ia segera pulang kerumahnya dan sebelum keluar dari pabrik itu, tepatnya di gerbang, seorang satpam bertanya.
”Bagaimana neng lamarannya?” sambil tersenyum satpam itu bertanya.
”Alhamdulillah pak di terima. Terimakasih ya pak sudah mengijinkan saya untuk melamar disini” tuturnya.
”iya sama-sama neng. Kalau boleh tahu darimana neng dapat info ada lowongan pekerjaan disini?” tanya satpam itu penasaran.
”Dari ibu Minah pak, pemilik warung di depan sana.” jawabnya sembari menunjuk ke arah dimana warung itu berada.
”Warung bu Minah neng???” tanya lagi satpam dengan penuh kebingungan.
”iya pak, warung di bawah pohon besar itu di pinggir jalan”
”Maaf ya neng, setahu bapak selama bekerja disini 7 tahun belum pernah mendengar warungnya bu Minah dan ada di bawah pohon besar di pinggir jalan itu. Sepanjang jalan ini tidak ada warung di pinggir jalan yang ada hanya perumahan biasa ja neng.” jawab pak satpam menjelaskan.
Kepalanya mulai bingung. Jantungnya berdegup kencang. Keringat dinginnya keluar perlahan. Dan ia merasa yakin warung bu Minah itu adalah nyata. Masa ia melamun sampai sejauh itu. ”Ini kan tidak mungkin” gerutunya dalam hati. Lalu tanpa berpikir panjang lagi ia pamit kepada pak satpam untuk pulang. Dalam hatinya penuh dengan rasa penasaran akan keberadaan warung bu Minah itu. Dengan langkah kaki yang terburu-buru ia berjalan menuju jalan yang sama ke arah warung. Setelah sampai di bawah pohon besar seperti sebelumnya, ternyata ia tidak melihat apapun disana. Yang ada hanya kebun biasa yang di tanami pohon singkong. Kini hatinya mulai bertanya-tanya. Siapa ibu Minah itu dan apakah karena pikirannya yang sudah mulai stress, ia jadi salah lihat. Lalu ia melihat goreng pisang yang tadi sempat ia bawa karena tidak habis. Ternyata goreng pisang itu adalah asli dan nyata. Semakin bingung dan tidak percaya sekarang menyelimuti hati dan pikirannya.
Karena hari sudah semakin sore ia beranjak pulang. Di perjalanan ia berpikir atas kejadian yang menimpanya. Setelah kejadian itu, di rumah ia mencoba belajar agama kepada adiknya. Walaupun masih tingkat SD tapi adiknya sangat luas dalam wawasan perihal agama. Adiknya memang sengaja di pesantrenkan dan di sekolahkan. Ia belajar dari pelajaran agama yang terkecil sampai yang paling besar. Adiknya yang bernama Syaeful itu sangat ramah dan menyayangi kakaknya. Ia menyampaikan apa yang ia tahu tanpa menyembunyikan sesuatu apapun tentang ajaran agama.
Sembari berlinang air mata, Helli mendengarkan penjelasan dari adiknya tercinta. Adiknya Syaeful tidak mengerti terhadap kakaknya yang terus menangis di saat ia berbicara tentang masalah agama. Tanpa bertanya adiknya terus menyampaikan sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh guru-gurunya baik itu di pesantren maupun di sekolah. Alangkah bahagianya Helli sekarang kendatipun jiwanya merasa terpuruk. Masa silamnya membawanya kedalam jurang neraka. Jurang kecelakaan dan jurang dimana syetan bersemayam. Sekarang di relung hatinya ada seberkas cahaya terang yang mulai menerangi jiwanya. Kesejukan hatinya bisa ia rasakan dengan kesejukan yang tiada tara. Bagaikan kehausan di padang pasir dan menemukan air dingin yang ketika diminum leburlah rasa haus itu.
Perlahan helli mengerti tentang agama dan mulai melaksanakannya sesuai dengan kemampuan. Pekerjaannyapun berlangsung dengan baik dan dengan upah yang lumayan tinggi sehingga sangat cukup untuk kehidupan dirinya dan adiknya. Adiknya yang selalu berprestasipun membuat kebanggaan tersendiri baginya. Kebahagiaan mulai bisa ia raih sekarang. Nikmatnya makan, nikmatnya minum dan nikmatnya menjalani kehidupan mulai mengisi hari-harinya. Setelah sekian lama ia hidup berkecukupan, ia menikah dengan seorang laki-laki yang mapan dan sangat mengerti agama. Selain pintar dan cerdas laki-laki yang bernama Anwar itu juga sangat tampan dan berwibawa. Sebelum menikah ia utarakan semua kekurangannya terhadap suaminya itu. Dan dengan tulus hati suaminya menerima helli dengan penuh bijaksana. Kebaikan hatinya membuat helli tertarik kepadanya dan memberikan kesempatan bagi Anwar untuk menjadi imam dalam bahtera rumah tangganya. Anwar adalah seorang Guru yang bekerja di beberapa sekolah di daerahnya. Keluarganya terkenal cukup ramah dan berwibawa. Hal ini merupakan suatu keberuntungan bagi Helli bisa mendapatkan suami seperti dia jika melihat masa lalunya yang curam.
”Aku bersedia menjadi suamimu bagaimanapun keadaanmu Helli” itulah kata-kata yang selalu terngiang di dalam benaknya mengenai kesiapan suaminya untuk menikahinya. Tanpa berpikir panjang selang beberapa bulan dari di dapatkannya pekerjaan Helli melangsungkan pernikahan. Mereka tinggal dalam sebuah rumah yang sederhana.
Semenjak pernikahannya itu Helli menjadi sangat agamis. Ia bertekad untuk mengganti dan menebus kesalahannya yang telah ia lakukan di masa lalu. Yang membuat ia mengeluarkan air mata setiap hari dan mempunyai jiwa yang haus akan cahayakebenaran. Ia mengingat dahulu pernah menyalahkan Tuhan atas apa yang menjadi guratan takdirnya. Hatinya sekarang luluh. Jiwanya tertegun. Pikirannya menunduk. Dan ia berdoa memasrahkan segenap hidupnya kepada sang Maha Kuasa.
”Ya Allah Maafkanlah atas semua kesalahanku” hatinya bergumam dengan penuh harap. Lagi-lagi air matanya membasahi pipinya yang merona itu. Di tempat sujud itu ia mencurahkan semuanya kepada Allah SWT. Tak ada lagi tempat bergantung dan meminta selain kepadanya. Tuhan yang satu dan tak terbilang akan satunya. Tuhan yang tidak punya anak dan tidak pula di peranakan. Tuhan yang tidak serupa dengan semua makhluknya. Tuhan yang di tangannyalah semua kehidupan ini.