Menjadi seorang dosen bukanlah hal yang mudah. Hal ini bisa terbilang pada suatu profesi yang lumayan menantang. Mengapa demikian? Karena yang dijadikan objek pembelajaran bukanlah anak2 yang kepada dosennyalah ketergantungan kebutuhan belajar. Tetapi yang dihadapi adalah kepala-kepala yang sudah berisi kedewasaan, ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas daripada yang dibayangkan. Sejatinya untuk menjadi seorang dosen harus mempersiapkan dari segi keilmuan dan segi mental disaat mengajar.
Bagi seorang dosen yang mampu menguasai objek pembelajaran, maka dalam proses pembelajarannya pun terbilang sukses. Namun sebaliknya, ketika seorang dosen tidak menguasai objek pembelajaran, maka dia sendiri yang akan terlindas pengetahuan objek itu sendiri. Bukan hanya perihal ekonominya saja yang dicari seorang dosen, tapi juga sosok keteladanan dan kepenguasaan ajaran yang di ajarkan.
Ada beberapa criteria seorang dosen ketika mengajar. Pertama, dosen yang menguasai pembelajaran. Dosen seperti ini akan sangat percaya diri dalam memberikan ceramah dihadapan mahasiswanya. Tanpa keraguan dan rasa takut jika ada pertanyaan yang tidak terjawab. Biasanya dosen seperti ini adalah yang ahli dalam bidang ajarnya. dia kaya akan ilmu ajar, wawasan ajar dan method ajar. Bagi dosen seperti ini bisa terbilang lumayan baik. Kedua, dosen yang kurang menguasai pembelajaran tapi dia kuasa akan mahasiswanya. Disini berarti bahwa dosen tersebut bisa menguasai suasana kendatipun dia tidak sepenuhnya menguasai bahan ajar. Biasanya dosen tipe ini pintar dalam berbicara, terutama dalam hal ngeles pada mahasiswa andaikan ada pertanyaan yang sulit dijawab. Dosen seperti ini terbilang sangat jarang. Karena kendatipun ada tapi Cuma mirip. Kebanyakan dia tidak menguasai bahan ajar dan kurang menguasai suasana kelas. Ketiga, dosen yang sama sekali tidak menguasai bahan ajar dan kaku saat tampil di depan kelas. Inilah tipe dosen yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya dia sendiri yang akan tersiksa saat mengajar tapi juga berefek bagi mahasiswa yang kurang dalam sisi keilmuannya ketika menangkap apa yang disampaikan dosen tersebut. Biasanya dosen model ini kesuakaannya ngelantur dan bicara kesana kemari. Karena memang alasannya sangat simple yaitu dia tidak tahu bahan ajar dan tidak kuasa terhadap suasana. Bisa jadi dosen seperti ini menjadi bahan olok olokan mahasiswa jika kritis mahasiswanya.
Tentunya yang diharapkan penulis adalah dosen yang ahli dalam bidangnya dan bisa menguasai suasana dikelas. Tipe dosen seperti inilah yang akan di perhatikan dan di perhitungkan semua pemberian ajarannya. Secara logika juga mahasiswa berfikir, bagaimana bisa saya melawan dosen yang professional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar