Belakangan ini banyak sekali kasus aborsi yang di sadap oleh pihak kepolisian. Bahkan seakan-akan kepolisian dibuat pusing dengan maraknya kasus aborsi ini. Bukan hanya di suatu daerah saja kasus ini berkembang, tetapi juga telah menyebar ke berbagai daerah di indonesia. Bagaikan maraknya suatu makanan enak yang mudah dalam peredarannya untuk dinikmati. Sesungguhnya apa yang tengah terjadi pada bangsa ini? Dengan kebanyakan kasus yang serupa.
Kasus aborsi ini kebanyakan menimpa pada mahasiswa/i dan siswa/i SMA atau sederajat. Tentunya hal ini disebabkan oleh beberapa penyebab yang memicu perbuatan tersebut dilakukan. Dan kebanyakan penyebabnya adalah hal yang sama baik itu dikalangan siswa/i SMA maupun dikalangan mahasiswa/i ataupun umum. Berikut diantara penyebabnya:
Pertama, karena pergaulan bebas yang lepas kontrol. Bisa kita lihat bagaimana keadaan anak-anak muda jaman sekarang yang kebanyakan bergaul sesuai dengan mode yang mereka inginkan tanpa memperhatikan norma-norma moralitas. Mereka bergaul dengan bebas dan seakan dengan pergaulan itu mereka merasakan kenyamanan tertentu bagi diri mereka. Tak ada batasan antara pergaulan laki-laki dan perempuan. Sehingga dengan mudahnya seorang perempuan dikalangan mereka menjadi korban berdasarkan prinsip suka sama suka. Memang benar, dalam agama juga prisnsip kedua pasangan itu antar suka sama suka tapi bedanya adalah adanya tali pengikat yang di sebut dengan pernikahan terlebih dahulu sebelum bercampur baur satu sama lain. Disinilah letak kesalahan pergaulan mereka itu yang tanpa ikatan pernikahan mereka sudah berani melakukan hubungan intim sehingga karena pergaulan itu mereka berkesempatan untuk melakukan aborsi.
Yang kedua, penyebabnya dikarenakan malu dimana harus melahirkan seorang anak yang tanpa melalui garis pernikahan terlebih dahulu. Rasa malu ini ditujukan kepada orang tua dan masyarakat. Bagaimana tidak, mereka melahirkan anak tanpa pernikahan. Zina adalah kata yang pantas untuk mereka. Faktor ini pulalah yang menjadi penyebab kedua dari diberlakukannya aborsi.
Ketiga, karena faktor permintaan sang kekasih. Tidak sedikit dari para kaum muda mudi yang sedang hamil dan dimintai aborsi oleh sang kekasih hatinya itu dengan alasan mereka tidak mau menanggung malu atau belum siap menjadi orang tua dari anak yang ada dalam kandungan itu. Bagaimana mau siap orang mereka juga kebanyakan masih anak SMA dan Mahasiswa yang notabene keuangan mereka masih ditanggung oleh orangtua mereka. Maka dari itu pantas mereka belum siap dalam mengurusi kehadiran seorang anak. Wong untuk mengurusi diri mereka sndiri aja masih dalam tanggungan orang lain ko.
Maraknya kasus aborsi ini sejatinya menjadikan pembelajaran buat kita semua khususnya sebagai orang tua anak untuk lebih memperhatikan mereka dalam bergaul dengan teman-temannya. Bukan berarti melarang untuk bergaul tapi konteknya disini adalah membatasi dalam pergaulan mereka dengan aturan-aturan agama dan norma-norma moralitas. Selain itu, pembekalan mengenai ilmu-ilmu agama juga harus diberikan kepada sang buah hati supaya mereka dapat seberkas cahaya dan petunjuk untuk menjalani jalan kehidupannya. Jangan sampai mereka tidak paham bahkan lebih jauhnya tidak mempraktekan nilai-nilai keagamaan itu dalam hidup mereka.
Tidak ketinggalan pentingnya juga untuk memberikan mereka kasih sayang dari orang tua mereka sendiri tapi bukan berarti dimanja. Tentunya disni beda antara diberikan kasih sayang dengan dimanja. Dengan kasih sayang dari orang tuanya seorang anak bisa berprestasi, bisa meraih cita-citanya dan bisa bersosialisasi dengan baik. Namun sebaliknya ketika orangtua memanjakan anaknya, maka timbal balik yang akan mereka dapatkan adalah anaknya akan menjadi sembrono, bergaul dengan siapapun juga tanpa memperhatikan nilai-nilai moralitas, selalu ingin cepat dalam memenuhi keinginannya dengan alasan mereka disokong penuh oleh orangtuanya. Dirasa hal inilah yang amat penting bagi kita sebagai orangtua untuk lebih meningkatkan perhatian kita terhadap mereka sang buah hati kita. Tulang punggung bangsa dan negara ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar