“RENUNGKAN KAWAN!”
Suatu hal yang harus kita ketahui tentang ibu dan bapak kita di rumah. Satu hal yang membuatnya terus semangat untuk membiayai kita semua sebagai anak kesayangannya. Satu hal yang membuat kita bisa bertahan hidup hingga sekarang. Satu hal yang membuat senyum mereka selalu tercurah untuk buah hatinya. Satu hal yang membuat mereka bahagia ketika memandang sosok tubuh kita. Satu hal yang membuat dunia menjadi luas karena kasih sayangnya kepada kita. Satu hal yang karenanya kita bisa makan, minum mandi, berjalan, bergaul dan lain sebagainya. Satu hal yang membuat hati dan pikiran mereka fokus terhadap kehidupan kita. Hal itu adalah karena mereka ingin kita semua berhasil menggapai keberhasilan. Kendatipun keberhasilan itu tidak dalam kesempurnaan tapi mereka akan sangat menghargai tentang keberhasilan kita. Mereka membuka lebar-lebar hati mereka untuk menerima apa adanya semua tentang kita. Mereka menunggu waktu disaat kita mengecup tangannya sembari berucap
“ Aku telah berhasil ayah, ibu”.
Mereka yang cucuran keringatnya tidak pernah meminta balasan sedikitpun. Mereka yang setiap luka di hatinya tidak menuntut dendam kepada kita. Mereka yang siang dan malam berupaya banting tulang untuk mencari nafkah buat kita. Mereka yang siang malam kurang tidur akibat membela sekolah, kuliyah dan hidup kita. Mereka mengurangi waktu tidurnya untuk bersimpuh bersujud kepada sang Maha Kuasa agar kita menemukan keberhasilan. Supaya kita bisa hidup lebih layak. Supaya kita bisa hidup dengan tidak di lecehkan oleh orang lain. Mereka ingin kita tidak seperti mereka. Serba kekurangan. Serba tidak tahu. Oleh karenanya semua pengorbanannya adalah hanya untuk kita. Lalu apa yang kita lakukan disaat jauh dari mereka? Apa yang kita bisa berikan untuk mengobati cucuran keringat mereka? Apa yang akan kita persembahkan untuk mereka dikala pulang nanti? Apa yang akan kita berikan sebagai kado yang lebih special untuk mereka. Disana sekarang mereka sedang berupaya mencari napkah buat kita. Lalu apa yang kita lakukan disini??? Apa?
Tak terbayangkan andai disaat kita pulang ibu dan ayah yang kita bebani hidupnya selama ini telah terbaring di tengah rumah terbungkuskan kain kafan putih. Di sekelilingnya banyak tetangga kita yang sedang memanjatkan doa untuknya. Coba anda bayangkan dan rasakan bibir yang selama ini tersenyum dan menghibur kita disaat pulang disaat itu terkaku tak berucap sepatah katapun. Dia hanya terpejam dan tak berkedip untuk selamanya. Dia akan meninggalkan kita dari hidup ini. Sudah lunakkah hati ini untuk berbakti kepada mereka? Terutama sang bunda kita. Sudah sepatutnyalah airmata kita mengalir untuk beberapa saat mengingatnya. Kendatipun Cuma satu menit.
Wahai kawan… dengan berlinang air mata mari kita memperbaiki diri dan kehidupan kita untuk membahagiakan kedua orang tua kita nan jauh disana. Cium tangannya tatkala pulang nanti dan rasakan dalam-dalam akan kasih sayangnya kepada kita. Lihat tangannya yang rusak. Lihat kawan. Pernahkah mereka meminta untuk menggantikannya kepada kita??? Tidak akan pernah kawan… tidak akan pernah. Saya menulis tulisan ini bukanlah supaya tulisan ini mendapat rasa suka dan kagum dari orang lain. Tapi hatimulah kawan yang saya inginkan. Hatimu yang selama ini lupa akan ibu dan ayahmu. Mari bersama kita niatkan dalam hati kita untuk bisa lebih baik menata kehidupan kita.
Created by: GBDP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar