MAKALAH
RIWAYAT HIDUP NABI YUSUF A.S
Mapel Aqidah Akhlaq
![]() |
Nama : Gina Irawan
Kelas : XI
MTS AL IKHLAS NEGLASARI
Kata Pengantar
Segala
puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kita dapat menikmati indahnya dan kenyamanan beribadah
kepada-Nya. Tanpa harus ada rasa takut diusik oleh umat yang lain.
Sholawat
serta selalu terlimpah curahkan kepada junjungan kita Habibbana Wa Nabbiyana
Muhammad SAW, ialah yang berjuang sampai akhir untuk mengibarkan panji-panji
Islam di tanah Arab. Ialah yang berjuang untuk menegakkan kebenaran Allah di
masanya yang penuh dengan kejahilliyahan. Yang manfaat akan perjuangannya dapat
terasa oleh kita sebagai umat-Nya sampai saat ini.
Penyusunan
makalah ini merupakan suatu pemenuhan tugas untuk mata kuliah agama Islam, yang
berisikan mengenai cerita-cerita salah satu nabi dari 25 yang wajib kita ketahui.
Diharapkan dengan tersusunya makalah ini mampu menjadi penggugah kesadaran akan
pentingnya bersyukur pada zaman saat ini ,pentingnya mengenal
perjuangan-perjuangan para nabi. Dan tentu saja sebagai saran mengenal para
nabi dan rasul.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari
rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurna makalah ini.
Daftar Isi
Halaman
Judul ........................................................................1
Kata
Pengantar
.......................................................................2
Daftar Isi
.................................................................................3
Bab I :
Pendahuluan ...............................................................4
Bab II : Isi
................................................................................5
Bab III :
Penutup ....................................................................17
Bab I
Pendahuluan
Sejarah
merupakan sumber pembelajaran bagi umat manusia bagi masa sekarang dan masa
depan, untuk tidak melakukan kesalahan atau perbuatan yang menyebabkan
kerusakan yang pernah dilakukan pada masa lalu. Karena sejarah memberikan
gambaran sebab akibat suatu hal, juga memberikan manusia inspirasi untuk berusaha
menjadi yang terbaik.
Dan sama
halnya dengan fungsi shiroh nabi, dituliskan dan diceritakan di
dalam Al-qur’an
sebagai sarana untuk pembelajaran dan evaluasi agar kita tergolong orang-orang
yang selalu berada di jalan-Nya yang selalu melakukan amalan-amalan baik, yang
selalu mengingat-Nya, bukan malah tergolong orang-orang yang merugi yang
merusak. Maka dari itu sangat harus bagi umat muslim memepelajari akan shiroh-shiroh
nabi dari yang diceritakan secara lengkap dalam Al-Qur’an hingga yang
tersirat di dalam Al-Qur’an. Rasul dan nabi yang wajib diketahui ada 25, dan
dari masing-masing shirohnya terdapat hikmah yang sangat berharga untuk dipetik
oleh kita.
Karena
pada realitanya sekarang shiroh nabi hanya dianggap dongeng belaka atau malah
cerita selingan masa lalu yang tak ada artinya. Sungguh sangat disayangkan,
padahal bila dikaji ulang lebih jauh lagi problematika yang terjadi saat ini di
dunia ini,semuanya pernah terjadi pada kehidupan nabi-nabi pada zaman dahulu.
Dan solusinya jelas telah terbukti ampuh untuk menyelesaikan masalah-masalah
tersebut. Lalu mengapa umat manusia tidak mau belajar dari shiroh-shirohnya?.
Beranjak
dari pemikiran di atas maka diharapkan dengan adanya makalah ini dapat membantu
umat muslim untuk lebih mengenali, memahami, dan mengambil hikmah dari
shiroh-shiroh nabi yang ada. Agar kita tidak lagi menjadi orang yang tidak tahu
apa-apa mengenai sejarah Islam sebagai salah satu jalan untuk mencapai
ridho-Nya.
Bab II
Isi
Salah
satu siroh nabi yang jelas dan dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an adalah
siroh nabi Yusuf as. Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an dijadikan nama salah satu
surat, merupakan surat ke-12 yang isinya menjelaskan semua cerita nabi Yusuf
dari beliau bermimpi hingga menjadi salah satu petinggi Mesir yang disegani.

Artinya “Kami menceritakan kepadamu
kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan
sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang
belum mengetahui.”(Q.S Yusuf:3)
Yusuf Kecil
Yusuf adalah
putra Nabi Ya’qub, diantara dua belas orang anak-anak Ya’qub, Yusuf dan
Bunyaminlah yang paling dicintai. Hal ini menimbulkan iri hati saudara-saudaranya
yang lain. Yusuf wajahnya sangat tampan, lebih tampan dari pada
saudara-saudaranya yang lain. Bentuk tubuhnya sangat bagus. Terlebih setelah
ibunya (Rahil) meninggal dunia maka ia makin disayang oleh ayahnya. Pada suatu
malam ia bermimpi, ia melihat sebelas bintang bulan dan matahari bersujud
kepadanya. Esok harinya ia ceritakan hal itu kepada ayahnya. “Sebelas bintang
adalah saudara-saudaramu. Matahari adalah ayahmu, bulan adalah ibumu. Semua
akan menghormatimu, kelak kau akan jadi orang besar, maka jangan sampai
saudara-saudaram tahu. Jika saudamu tahu mereka akan mencelakakanmu.”



Artinya:
4. (Ingatlah), ketika Yusuf
berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat
sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".
5. Ayahnya berkata: "Hai anakku,
janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka
membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang
nyata bagi manusia".
6. Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu
(untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir
mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga
Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang
bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.
Q.S Yusuf: 4-6
Namun tanpa setahu Yusuf dan ayahnya
ternyata salah seorang saudaranya mengetahu pembicaraan ayahnya itu. Sejak saat itu
mereka makin membenci Yusuf dan selalu berusaha mencelakakannya. Pada
suatu hari mereka meminta izin kepada Nabi Ya’qub untuk mengajak Yusuf berburu
binatang. Mula-mula Nabi Ya’qub tidak mengijinkan, tapi setelah mereka
menunjukkan kesanggupannya menjaga Yusuf dai bahaya maka Nabi Ya’qub tidak
melarangnya lagi. Yusuf boleh ikut berburu, tinggal bunyamin yang menemani Nabi
Ya’qub dirumah. Di tengah hutan, setelah berburu tiba-tiba mereka menangkap
Yusuf. “Hei, mau kalian apakan aku ini ? protes Yusuf. “Diam ! “bentak salah
seorang kakaknya. Mereka hendak membunuh Yusuf, namun tidak sampai hati, salah
seorang mengusulkan agar dimasukkan saja ke dalam sumur. Pasti ada khalifah
yang akan mengambilnya dan Yusuf pasti akan dijual sebagai budak. Dengan
demikian Yusuf tersingkir dari keluarga Ya’qub, usul itu disetujui.
Demikianlah Yusuf yang masih kecil tak berdaya ketika saudara-saudaranya yang lebih besar memasukkannya ke dalam sumu. Sebelumnya baju Yusuf telah dilepas. Mereka kemudian membunuh hewan, darahnya ditumpahkan ke baju Yusuf, setelah pulang mereka berkata bahwa Yusuf telah dimakan serigala hingga bajunya berlumuran darah. Nabi Ya’qb sangat sedih mendengar hal itu, demikian sangat kesedihannya sehingga selalu menangis dan sampai-sampai matanya menjadi buta.
Demikianlah Yusuf yang masih kecil tak berdaya ketika saudara-saudaranya yang lebih besar memasukkannya ke dalam sumu. Sebelumnya baju Yusuf telah dilepas. Mereka kemudian membunuh hewan, darahnya ditumpahkan ke baju Yusuf, setelah pulang mereka berkata bahwa Yusuf telah dimakan serigala hingga bajunya berlumuran darah. Nabi Ya’qb sangat sedih mendengar hal itu, demikian sangat kesedihannya sehingga selalu menangis dan sampai-sampai matanya menjadi buta.



Artinya:
8. (Yaitu) ketika mereka
berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih
dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu
golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.
9. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia
kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu
saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik".
10. Seorang diantara mereka berkata:
"Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya
dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat".
Q.S Yusuf : 8-10
Yusuf menjadi budak belian
Tidak
berapa lama Yusuf di dalam sumur, ada serombongan Kafilah yang hendak mengambil
air. Mereka menemukan Yusuf, maka Yusuf dibawaii sebagai tawanan, mereka akan
menjualnya di negeri Mesir. Sesampai di Mesir Yusuf benar-benar dijual sebagai
budak, pembelinya seorang menteri kerajaan bernama Kitfir, kemudian menteri
tersebut menyerahkan Yusuf kepada istrinya yaitu Zulaiha. Kitfir dan Zulaiha
tidak mempunyai anak, mereka brmaksud mnjadikan Yusuf sebagai anak angkatnya.
Kini Yusuf hidup dilingkungan istana Kerajaan Mesir, makin lama makin tampaklah
bahwa Yusuf seorang pemuda yang tampan lagi cerdas. Zulaiha kemudian
mengangkatnya sebagai kepala pelayan di istana.



Artinya:
19. Kemudian datanglah kelompok orang-orang
musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan
timbanya, dia berkata: "Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!"
Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
20. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang
murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya
kepada Yusuf.
21. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada
isterinya: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh
jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan
demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi
(Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa
terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.
Zulaikha
tergoda ketampanan Nabi Yusuf
Sebagai pemuda yang tampan dan ramah
Yusuf telah menarik perhatian Zulaiha, bukan sebagai ibu dan anak, Zulaiha
tertarik kepada Yusuf sebagai seorang wanita kepada lelaki dewasa. Pada suatu
hari, disaat suaminya pergi, Zulaiha mengenakan pakaiannya yang terbaik, bau
parfum tersebar diseluruh tubuhnya, ia menghampiri Yusuf di kamarnya. Yusuf
berdebar kencang saat melihat penampilan Zulaiha yang lain dari biasanya.
Begitu menyolok dan merangsang. Berkata Zulaiha kepada Yusuf : “Marilah Yusuf,
seluruh jiwa dan ragaku kuserahkan kepadamu. “Yusuf hampir tergoda, namun ia
segera ingat kepada Tuhan, ia pun berkata : “Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan
maksiat ini. Bagaimanakah aku akan melakukan perbuatan ini, sedang suamimu
adalah Tuanku yang telah memuliakan dan berbuat baik kepadaku, adalah tidak
patut jika suatu kebaikan dibalas dengan penghinaan.”
Akan tetap hati dan pikiran Zulaiha telah dikuasai nafsu dan tergoda bujukan iblis. Ia tak menghiraukan peringatan Yusuf. “Yusuf” desah Zulaiha sambil menghambur dan memeluk Yusuf erat-erat. Tidak seorang pun melihat kita. Tidak ada yang mengetahui perbuatan kita. “Allah mengetahuinya ! “Jawab Yusuf sambil berontak melepaskan diri, buru-buru ia melarikan diri dari dalam kamar. Zulaiha mengejar dan berhasil memegang baju belakang Yusuf. Ia berharap Yusuf akan berhenti dan mau melayaninya. Tapi Yusuf terus berlari sehingga bajunya robek dibagian belakang. Di saat demikian tiba-tiba Kitfir dating, Zulaiha segera menghampiri suaminya dan berkata : “Yusuf hendak memaksaku melakukan perbuatan mesum. “Tidak ! “Sahut Yusuf. “Dialah yang memaksa saya untuk melakukan perbuatan keji itu.”
Terjadilah saling tuduh menuduh, disaat demikian datanglah tetangga dekat sekaligus sebagai penengah, berkata tetangga itu : “Kita lihat saja, jika baju Yusuf robek dibagian depan berarti dia hendak memaksa Zulaiha berbuat mesum. Jika bajunya robek dibelakang itu pertanda Zulaiha yang memaksa Yusuf berbuat maksiat. “Kitfir memeriksa dan ternyata baju Yusuf robek di bagian belakang, betapa malu pembesar kerajaan Mesir itu. Ternyata istrinya sendiri yang telah berbuat salah. Kitfir menghampiri Yusuf dan berkata : “Rahasiakanlah peristiwa ini, simpan baik-baik, jangan ada orang yang tahu, dan kamu Zulaiha mohonlah ampun kepada Tuhanmu atas dosa yang telah kau lakukan, bertaubatlah Kepada-Nya dengan Taubat yang sebenarnya.”
Akan tetap hati dan pikiran Zulaiha telah dikuasai nafsu dan tergoda bujukan iblis. Ia tak menghiraukan peringatan Yusuf. “Yusuf” desah Zulaiha sambil menghambur dan memeluk Yusuf erat-erat. Tidak seorang pun melihat kita. Tidak ada yang mengetahui perbuatan kita. “Allah mengetahuinya ! “Jawab Yusuf sambil berontak melepaskan diri, buru-buru ia melarikan diri dari dalam kamar. Zulaiha mengejar dan berhasil memegang baju belakang Yusuf. Ia berharap Yusuf akan berhenti dan mau melayaninya. Tapi Yusuf terus berlari sehingga bajunya robek dibagian belakang. Di saat demikian tiba-tiba Kitfir dating, Zulaiha segera menghampiri suaminya dan berkata : “Yusuf hendak memaksaku melakukan perbuatan mesum. “Tidak ! “Sahut Yusuf. “Dialah yang memaksa saya untuk melakukan perbuatan keji itu.”
Terjadilah saling tuduh menuduh, disaat demikian datanglah tetangga dekat sekaligus sebagai penengah, berkata tetangga itu : “Kita lihat saja, jika baju Yusuf robek dibagian depan berarti dia hendak memaksa Zulaiha berbuat mesum. Jika bajunya robek dibelakang itu pertanda Zulaiha yang memaksa Yusuf berbuat maksiat. “Kitfir memeriksa dan ternyata baju Yusuf robek di bagian belakang, betapa malu pembesar kerajaan Mesir itu. Ternyata istrinya sendiri yang telah berbuat salah. Kitfir menghampiri Yusuf dan berkata : “Rahasiakanlah peristiwa ini, simpan baik-baik, jangan ada orang yang tahu, dan kamu Zulaiha mohonlah ampun kepada Tuhanmu atas dosa yang telah kau lakukan, bertaubatlah Kepada-Nya dengan Taubat yang sebenarnya.”


Artinya:
26. Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku
(kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan
kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan
Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.
27. Dan
jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf
termasuk orang-orang yang benar".
28. Maka tatkala suami wanita
itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia:
"Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya
tipu daya kamu adalah besar".
Para Wanita Terpesona Dengan
Nabi Yusuf
Walau sudah diusahakan agar tidak bocor tapi peristiwa Zulaiha
dengan anak angkatnya itu akhirnya terdengar juga oleh tetangga kanan kiri.
Para wanita baik tua maupun muda sama mempergunjingkannya. Zulaiha merasa malu, dalam hati ia
berkata : “Mereka belum pernah melihat Yusuf karena selama ini Yusuf selalu berada
di dalam rumah. Coba andaikata mereka sudah melihatnya, pasti lebih tergila-gila dari
pada aku. “Pada suatu hai Zulaiha mengundang para wanita yang telah
mempergunjingkannya, setiap wanita yang datang diberi buah-buahan dan sebilah pisau yang
tajam untuk mengupas buah-buahan yang dihidangkan itu. Disaat para wanita itu
asyik mengupas
buah dengan pisau ditangannya, Zulaiha memerintahkan pelayan untuk memanggil
Yusuf agar berjalan diruang tamu.
Semua orang terbelalak kagum ketika melihat penampilan Yusuf yang ganteng dan tampan itu. Semua tercengang dan sejenak lupa diri. “Inilah pemuda yang kalian gunjingkan, ternyata kalian juga mengagumi kegantengannya, sehingga tanpa sadar kalian telah mengupas kulit tangan kalian sendiri, “Kata Zulaiha. Yusuf segera masuk ke dalam, pada saat itulah para wanita tadi baru tersadar bahwa yang mereka kupas bukan buah yang dipegangnya tapi tangan mereka sendiri, darah bercucuran, suasana jadi panik, dengan tersipu malu mereka segera kembali pulang ke rumah masng-masing.
Semua orang terbelalak kagum ketika melihat penampilan Yusuf yang ganteng dan tampan itu. Semua tercengang dan sejenak lupa diri. “Inilah pemuda yang kalian gunjingkan, ternyata kalian juga mengagumi kegantengannya, sehingga tanpa sadar kalian telah mengupas kulit tangan kalian sendiri, “Kata Zulaiha. Yusuf segera masuk ke dalam, pada saat itulah para wanita tadi baru tersadar bahwa yang mereka kupas bukan buah yang dipegangnya tapi tangan mereka sendiri, darah bercucuran, suasana jadi panik, dengan tersipu malu mereka segera kembali pulang ke rumah masng-masing.

Artinya: Maka tatkala wanita itu
(Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan
disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing
mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada
Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala
wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan
mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini
bukanlah manusia. Sesungguhnya
ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".
Namun Yusuf merasa hina
dengan adanya kejadian tersebut lalu Yusuf berdo’a kepada Allah :

Artinya: Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".
Maka Allah pun mengabulkan doanya dan memasukkan Yusuf ke penjara dengan
perantara pemikiran Kitfir yang menganggap bahwa Yusuf ditakutkan menjadi tipu
daya yang nyata diantara para wanita, maka ia pun memenjarakannya.
Nabi Yusuf Dipenjara
Memang tak ada jalan lain bagi Kitfir, Yusuf harus dipenjara,
jika tidak Zulaiha akan terus tergoda dan siapa tahu lama-lama Yusuf tidak
mampu mempertahankan kesuciannya ? Berangkat dari pemikiran inilah Kitfir
menjebloskan Yusuf ke dalam jeruji besi. Di dalam penjara ada dua orang pelayan
raja, yang pertama bernama Nabo kepala bagian minuman. Kedua bernama Malhab kepala
bagian makanan kue-kue. Keduanya dituduh hendak membunuh Raja dengan menaruh
racun dalam makanan dan minuman. Di dalam penjara Yusuf mengajak kedua orang
itu untuk bertaubat, beribadah kepada Allah saja.
Pada suatu hari Nabo menceritakan mimpinya kepada Yusuf : “Aku bermimpi memeras anggur yang akan kujadikan khamar. “ Nabo minta Yusuf mengartikan mimpi itu, dengan tenang dan yakin Yusuf menerangkan arti mimpi Nabo : “Bergembiralah kau Nabo. Sebentar lagi kau akan dibebaskan dari penjara, kau akan diterima lagi sebagai kepala bagian minuman Raja karena tuduhan terhadapmu tidak terbukti. “Malhab menceritakan mimpinya dan meminta Yusuf mengartikannya : “AKu telah bermimpi membawa kue di atas kepalaku, ketika itulah seekor burung datang memakan kue itu. “Sayang sekali Malhab, kata Yusuf, “Kau akan mengalami nasib buruk, tuduhan terhadapmu terbukti : Raja akan menghukum kau sampai mati di tiang salib. Mayatmu akan dimakan burung buas mulai dari kepalamu.”
Pada suatu hari Nabo menceritakan mimpinya kepada Yusuf : “Aku bermimpi memeras anggur yang akan kujadikan khamar. “ Nabo minta Yusuf mengartikan mimpi itu, dengan tenang dan yakin Yusuf menerangkan arti mimpi Nabo : “Bergembiralah kau Nabo. Sebentar lagi kau akan dibebaskan dari penjara, kau akan diterima lagi sebagai kepala bagian minuman Raja karena tuduhan terhadapmu tidak terbukti. “Malhab menceritakan mimpinya dan meminta Yusuf mengartikannya : “AKu telah bermimpi membawa kue di atas kepalaku, ketika itulah seekor burung datang memakan kue itu. “Sayang sekali Malhab, kata Yusuf, “Kau akan mengalami nasib buruk, tuduhan terhadapmu terbukti : Raja akan menghukum kau sampai mati di tiang salib. Mayatmu akan dimakan burung buas mulai dari kepalamu.”

Artinya: Hai kedua penghuni
penjara: "Adapun salah seorang diantara kamu berdua, akan memberi minuman
tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu
burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya
(kepadaku)".
Beberapa hari kemudian tafsir mimpi itu terbukti kebenarannya, Nabo dibebaskan dari tuduhan dan diperbolehkan bekerja di istana lagi, sedang Malhab dihukum mati karena terbukti kesalahannya hendak meracuni Raja. Sebelum keluar dari penjara, Yusuf telah berpesan kepada Nabo agar menyampaikan keadaannya di dalam penjara kepada raja. Namun setan membuat Nabo jadi lupa sehingga Yusuf tetap berada di dalam penjara selama beberapa tahun lagi.
Beberapa hari kemudian tafsir mimpi itu terbukti kebenarannya, Nabo dibebaskan dari tuduhan dan diperbolehkan bekerja di istana lagi, sedang Malhab dihukum mati karena terbukti kesalahannya hendak meracuni Raja. Sebelum keluar dari penjara, Yusuf telah berpesan kepada Nabo agar menyampaikan keadaannya di dalam penjara kepada raja. Namun setan membuat Nabo jadi lupa sehingga Yusuf tetap berada di dalam penjara selama beberapa tahun lagi.
Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi
Raja Mesir
Pada suatu hari Raja Mesir memanggil semua penasihat dan
tukang ramalnya, tadi malam sang Raja bermimpi melihat tujuh ekor lembu kurus
memakan tujuh ekor lembu yang gemuk-gemuk. Dan melihat tujuh tangkai gandum
yang hijau dan tujuh tangkai gandum kering. Para penasihat, dukun, tukang ramal
diperintah untuk mengartikan mimpi sang Raja. Namun tidak ada seorang pun yang
mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Raja sangat kecewa, untunglah Nabo
ingat akan kepandaian Yusuf sewaktu berada dipenjara. Ia mengatakan hal itu
kepada Raja. Bahwa ada seorang pemuda yang pandai mengartikan mimpi dengan
tepat.

Artinya:
47. Yusuf berkata:
"Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa
yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu
makan.
48. Kemudian
sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang
kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit
gandum) yang kamu simpan.
49. Kemudian
setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup)
dan dimasa itu mereka memeras anggur"
Raja kemudian mengutus Nabo untuk menemui Yusuf dipenjara dan minta Yusuf agar mau mengartikan mimpi tersebut. Yusuf bukan hanya bersedia mengartikan mimpi tersebut, ia malah menerangkan jalan keluar dari arti mimpi sang Raja itu. Berkata Yusuf : “Mesir akan mengalami masa subur selama tujuh tahun dan mengalami masa paceklik selama tujuh tahun. “Oleh sebab itu, “sambung Yusuf, hasil panen selama tujuh tahun dimasa subur harus disimpan baik-baik, jangan dihambur-hamburkan. Untuk persediaan tujuh tahun masa paceklik. “Nabo kembali menghadap Raja, setelah disampaikan arti mimpi itu sang Raja merasa senang. Disaat itulah Nabo menyampaikan pesan Yusuf agar sang Raja mau membebaskannya.
Raja kemudian mengutus Nabo untuk menemui Yusuf dipenjara dan minta Yusuf agar mau mengartikan mimpi tersebut. Yusuf bukan hanya bersedia mengartikan mimpi tersebut, ia malah menerangkan jalan keluar dari arti mimpi sang Raja itu. Berkata Yusuf : “Mesir akan mengalami masa subur selama tujuh tahun dan mengalami masa paceklik selama tujuh tahun. “Oleh sebab itu, “sambung Yusuf, hasil panen selama tujuh tahun dimasa subur harus disimpan baik-baik, jangan dihambur-hamburkan. Untuk persediaan tujuh tahun masa paceklik. “Nabo kembali menghadap Raja, setelah disampaikan arti mimpi itu sang Raja merasa senang. Disaat itulah Nabo menyampaikan pesan Yusuf agar sang Raja mau membebaskannya.
Nabi Yusuf Menjadi Menteri
Ekonomi Kerajaan Mesir
Setelah Sang Raja mengetahui kebenaran dan kesucian Yusuf, ia makin
tertarik. Terlebih setelah diketahuinya bahwa Yusuf itu orang yang cerdas
sehingga mampu memberikan jalan keluar persoalan Ekonomi kerajaan Mesir, maka
sang Raja akhirnya memanggil Yusuf untuk diangkat sebagai Menteri Ekonomi.
Yusuflah yang mengepalai perbendaharaan Negara, ia menjadi kepala gudang agar dapat
menanggulangi keserakahan para pejabat korup dan penindasan mereka terhadap
rakyat kecil terutama jika nanti tiba musim paceklik.
Paceklik di Tanah Mesir
Apa yang diucapkan Yusuf menjadi kenyataan, sesudah
berlangsung masa subur selama tujuh tahun maka datanglah masa paceklik. Masa
paceklik itu juga melanda daerah Palestina tempat tinggal Nabi Ya’qub dan
saudara-saudara Yusuf. Negeri Palestina yang tidak tahu menahu bakal datangnya
kemarau panjang itu tentu kelabakan. Rakyatnya banyak yang menderita kelaparan.
Mereka mendengar di Negeri Mesir banyak tersedia bahan makanan dan boleh
ditukar dengan emas oleh umum, anak-anak Nabi Ya’qub bermaksud pergi ke Mesir.
Pada waktu itu Bunyamin tidak ikut serta. Sewaktu mereka tiba di Mesir dan
menukar emasnya dengan gandum mereka sama sekali tidak mengira bahwa kepala
gudang perbendaharaan Negeri Mesir adalah Yusuf saudara mereka sendiri. Yusuf
mengetahui mereka namun pura-pura tidak mengetahuinya.
Yusuf memperlakukan mereka sebagai tamu terhormat, dijamu dengan makanan yang lezat-lezat, mereka juga diberi bekal pejalanan pulang. Ketika mereka bersiap-siap hendak pulang ke Palestina, Yusuf berkata kepada mereka : “Bawalah saudaramu yang seayah (maksudnya Bunyamin) jika tidak kamu bawa lain kali kalian tidak kuperbolehkan masuk negeri Mesir dan tidak boleh membeli bahan makanan disini. Mereka kaget mendengar ucapan sang menteri. Tak disangka sang menteri mengetahui bahwa mereka masih mempunyai saudara lagi yaitu Bunyamin.
Yusuf memperlakukan mereka sebagai tamu terhormat, dijamu dengan makanan yang lezat-lezat, mereka juga diberi bekal pejalanan pulang. Ketika mereka bersiap-siap hendak pulang ke Palestina, Yusuf berkata kepada mereka : “Bawalah saudaramu yang seayah (maksudnya Bunyamin) jika tidak kamu bawa lain kali kalian tidak kuperbolehkan masuk negeri Mesir dan tidak boleh membeli bahan makanan disini. Mereka kaget mendengar ucapan sang menteri. Tak disangka sang menteri mengetahui bahwa mereka masih mempunyai saudara lagi yaitu Bunyamin.
Bunyamin Bertemu Yusuf
Ketika mereka tiba di rumah dan membuka karung gandum,
ternyata emas-emas yang mereka tukarkan berada di dalam karung bersama gandum.
Mereka heran dan segera melaporkan kepada ayah mereka Nabi Ya’qub. “Sungguh
aneh ? “gumam Nabi Ya’qub. Ketika mereka mengatakan keinginan Menteri Ekonomi
agar mereka mau membawa Bunyamin ke Mesir, Nabi Ya’qub langsung menolak. Ia
kuatir Bunyamin akan mengalami nasib serupa Yusuf dahulu. “Jika kami tidak
boleh membawa Bunyamin maka kam tidak boleh memasuki Negeri Mesir dan tidak
boleh membeli bahan makanan lagi, “kata mereka. “Nabi Ya’qub tetap tidak
memperbolehkan Bunyamin dibawa pergi. Trauma atas kehilangan Yusuf masih
menghantui dirinya. Namun
ketika persediaan bahan makanan semakin menipis, maka tak bisa tidak mereka
harus pergi ke Mesir lagi.
“Bersumpalah atas Nama Tuhan, “Kata Nabi Ya’qub. “Bahwa kalian harus melindungi Bunyamin dengan segenap jiwa raga kalian. Jika terjadi sesuatu kalian harus membelanya sampai titik darah terakhir. “Mereka serentak menyatakan kesediaannya untuk melindungi Bunyamin dan bersumpah demi Allah akan membela dan membawa Bunyamin kembali. Demikianlah, untuk kali yang kedua mereka pergi ke Mesir. Yusuf sebenarnya tak kuat menahan diri begitu melihat saudara-saudaranya datang membawa Bunyamin. Ia ingin segera memeluk Bunyamin erat-erat karena sudah lama tidak bertemu dengan adik kandungnya itu. Namun untuk sementara ia tidak ingin saudara-saudaranya yang lain tahu bahwa ia adalah Yusuf yang pernah mereka masukkan ke dalam sumur. Ia mencari cara agar Bunyamin dapat tinggal di istana. Tidak ikut pulang ke Palestina. Yusuf kemudian meletakkan piala raja yang terbuat dari emas di karung Bunyamin.
Untuk sementara Yusuf membiarkan saudara-saudaranya berjalan ke luar kota. Namun tidak lama kemudian ia memerintahkan prajurit untuk menyusul rombongan saudara-saudaranya itu. Mereka terkejut ketika serombongan prajurit menyusul dan memintanya berhenti. “Raja kami kehilangan piala yang terbuat dari emas. Apakah kalian mengetahuinya, siapa yang menemukan piala itu akan diberi hadiah gandum satu tunggangan unta. Kami datang ke Mesir bukan untuk membuat kerusuhan, “Kata saudara-saudara Yusuf. Dan kami bukanlah termasuk orang-orang yang mencuri. Para prajurit berkata : Apakah hukuman bagi orang yang melakukan pencurian itu ? Hukumannya adalah menjadi budak, itulah tebusan dari perbuatannya, jawab saudara-saudara Yusuf.
Prajurit itu kemudian menggeledah tiap karung dari saudara-saudara Yusuf. Tiba-tiba mereka menemukannya di dalam karung Bunyamin, tanpa kompromi lagi, Bunyamin dibawa menghadap Menteri Perekonomian yaitu Yusuf. Saudara-saudara Bunyamin yang lain diperbolehkan pulang. Yahudza tak ikut pulang, ia merasa malu kepada ayahnya karena telah berjanji melindungi Bunyamin dari segala marabahaya, nyatanya Bunyamin sekarang tak bisa ia bawa pulang. Yahudza bersumpah tidak akan pulang sebelum membawa Bunyamin atau ayahnya sendiri memanggilnya pulang. Sementara itu Bunyamin gemetar saat dihadapkan kepada Menteri Ekonomi Mesir. Baru kali ini ia berhadapan dengan pejabat tinggi di istana kerajaan. Wajahnya pucat pasi, tapi hal itu tak berlangsung lama karena Yusuf segera memeluknya dan mengatakan siapa sebenarnya sang Menteri Ekonomi itu. Pertemuan kakak beradik itu benar-benar mengharukan, Bunyamin menangis terisak-isak, ia segera menceritakan nasib ayahnya di Palestina. Betapa menderitanya sang ayah sejak ditinggal Yusuf setiap hari ayahnya menangis sampai matanya menjadi putih dan tak dapat melihat lagi.
“Bersumpalah atas Nama Tuhan, “Kata Nabi Ya’qub. “Bahwa kalian harus melindungi Bunyamin dengan segenap jiwa raga kalian. Jika terjadi sesuatu kalian harus membelanya sampai titik darah terakhir. “Mereka serentak menyatakan kesediaannya untuk melindungi Bunyamin dan bersumpah demi Allah akan membela dan membawa Bunyamin kembali. Demikianlah, untuk kali yang kedua mereka pergi ke Mesir. Yusuf sebenarnya tak kuat menahan diri begitu melihat saudara-saudaranya datang membawa Bunyamin. Ia ingin segera memeluk Bunyamin erat-erat karena sudah lama tidak bertemu dengan adik kandungnya itu. Namun untuk sementara ia tidak ingin saudara-saudaranya yang lain tahu bahwa ia adalah Yusuf yang pernah mereka masukkan ke dalam sumur. Ia mencari cara agar Bunyamin dapat tinggal di istana. Tidak ikut pulang ke Palestina. Yusuf kemudian meletakkan piala raja yang terbuat dari emas di karung Bunyamin.
Untuk sementara Yusuf membiarkan saudara-saudaranya berjalan ke luar kota. Namun tidak lama kemudian ia memerintahkan prajurit untuk menyusul rombongan saudara-saudaranya itu. Mereka terkejut ketika serombongan prajurit menyusul dan memintanya berhenti. “Raja kami kehilangan piala yang terbuat dari emas. Apakah kalian mengetahuinya, siapa yang menemukan piala itu akan diberi hadiah gandum satu tunggangan unta. Kami datang ke Mesir bukan untuk membuat kerusuhan, “Kata saudara-saudara Yusuf. Dan kami bukanlah termasuk orang-orang yang mencuri. Para prajurit berkata : Apakah hukuman bagi orang yang melakukan pencurian itu ? Hukumannya adalah menjadi budak, itulah tebusan dari perbuatannya, jawab saudara-saudara Yusuf.
Prajurit itu kemudian menggeledah tiap karung dari saudara-saudara Yusuf. Tiba-tiba mereka menemukannya di dalam karung Bunyamin, tanpa kompromi lagi, Bunyamin dibawa menghadap Menteri Perekonomian yaitu Yusuf. Saudara-saudara Bunyamin yang lain diperbolehkan pulang. Yahudza tak ikut pulang, ia merasa malu kepada ayahnya karena telah berjanji melindungi Bunyamin dari segala marabahaya, nyatanya Bunyamin sekarang tak bisa ia bawa pulang. Yahudza bersumpah tidak akan pulang sebelum membawa Bunyamin atau ayahnya sendiri memanggilnya pulang. Sementara itu Bunyamin gemetar saat dihadapkan kepada Menteri Ekonomi Mesir. Baru kali ini ia berhadapan dengan pejabat tinggi di istana kerajaan. Wajahnya pucat pasi, tapi hal itu tak berlangsung lama karena Yusuf segera memeluknya dan mengatakan siapa sebenarnya sang Menteri Ekonomi itu. Pertemuan kakak beradik itu benar-benar mengharukan, Bunyamin menangis terisak-isak, ia segera menceritakan nasib ayahnya di Palestina. Betapa menderitanya sang ayah sejak ditinggal Yusuf setiap hari ayahnya menangis sampai matanya menjadi putih dan tak dapat melihat lagi.
Impian Nabi Yusuf Menjadi
Kenyataan
Begitu mengetahui Sembilan orang anaknya pulang
tanpa membawa Bunyamin, Nabi Ya’qub terpukul jiwanya. Ia benar-benar
sedih. Sudah kehilangan Yusuf kini Bunyamin dijadikan budak oleh penguasa
Negeri Mesir. Dari hari ke hari tampak kesedihan Nabi Ya’qub, kini ia lebih
suka menyendiri di mihrabnya (tempat ibadah). Hanya Tuhan tempatnya mengadu dan
berkeluh kesah. Pada suatu hari ia mendapat ilham bahwa Yusuf itu masih hidup
dan tak lama lagi ia akan berjumpa dengan anak yang sangat dicintainya itu.
Nabi Ya’qub kemudian memerintahkan anak-anaknya mengembara ke Mesir : “ Carilah
kabar tentang Yusuf di Mesir dan berusahalah membebaskan Bunyamin agar dapat
pulang. Karena tak sampai hati melihat penderitaan ayahnya, anak-anak Nabi
ya’qub itu akhirnya pergi ke Mesir lagi. Mereka langsung menghadap Menteri
Ekonomi. Di samping hendak meminta bantuan makanan mereka juga meminta agar
penguasa Mesir mau membebaskan Bunyamin.
“Ayah kami sangat bersedih sejak kehilangan Yusuf, terlebih setelah Bunyamin juga tak dapat kembali pulang. Kami benar-benar mengharap belas kasih Paduka agar mau membebaskan Bunyamin sehingga dapat mengurangi penderitaan ayah kami. Akhirnya Yusuf tak sampai hati mendengar penuturan saudara-saudaranya tentang ayahnya yang menderita. Sambil tersenyum ia berkata : “Masih ingatkah kalian, kepada saudaramu Yusuf yang kalian lemparkan ke dalam sumur tanpa belas kasih. Kalian meninggalkannya seorang diri seperti barang yang tak berharga. Tak kalian hiraukan ratap tangisnya dan kalian terus saja pulang tanpa merasa bersalah. Mendengar ucapan sang menteri mereka terkejut, bagaimana menteri itu bisa mengetahu perkara rahasia yang tak pernah mereka bocorkan. Mereka saling pandang. Perlahan-lahan mereka mengamati wajah sang menteri. Senyumnya, wajahnya, bentuk tubuhnya dari atas hingga bawah, dan akhirnya hamper berbarengan mereka berucap : “Engkau Yusuf !”
“Benarlah ! “Jawab Yusuf, “akulah Yusuf dan inilah adikku Bunyamin. Allah dengan Rahmat-Nya telah mengakhiri penderitaanku dan ujian berat yang telah kualami. Dan dengan rahmat-Nya pula kami dikaruniai rezeki berlimpah ruah dan penghidupan yang sejahtera. Demikianlah barang siapa yang bersabar, bertakwa dan bertawakkal tidaklah akan luput dari pahala dan ganjaran-Nya. “Saudara-saudara Yusuf gemetar mendengar pengakuan itu ? Terbayang kembali perbuatan mereka saat memasukkan Yusuf ke dalam sumur. Mereka kuatir bila Yusuf membalas dendam. Tapi ternyata Yusuf bukanlah orang yang pendendam, mereka dimaafkan. Yusuf kemudian mengambil baju gamisnya dan diserahkan kepada saudara-saudaranya.
“Usapkanlah baju ini pada kedua belah mata ayah, insya Allah beliau dapat melihat kembali. Kemudian ajaklah ayah ke Mesir secepatnya. Aku sudah tak sabar untuk bertemu. “Demikianlah, setelah mereka datang di Palestina, baju gamis Yusuf segera diusapkan di kedua belah mata ayahnya, atas kehendak Allah Nabi Ya’qub yang buta bisa melihat kembali.
“Ayah kami sangat bersedih sejak kehilangan Yusuf, terlebih setelah Bunyamin juga tak dapat kembali pulang. Kami benar-benar mengharap belas kasih Paduka agar mau membebaskan Bunyamin sehingga dapat mengurangi penderitaan ayah kami. Akhirnya Yusuf tak sampai hati mendengar penuturan saudara-saudaranya tentang ayahnya yang menderita. Sambil tersenyum ia berkata : “Masih ingatkah kalian, kepada saudaramu Yusuf yang kalian lemparkan ke dalam sumur tanpa belas kasih. Kalian meninggalkannya seorang diri seperti barang yang tak berharga. Tak kalian hiraukan ratap tangisnya dan kalian terus saja pulang tanpa merasa bersalah. Mendengar ucapan sang menteri mereka terkejut, bagaimana menteri itu bisa mengetahu perkara rahasia yang tak pernah mereka bocorkan. Mereka saling pandang. Perlahan-lahan mereka mengamati wajah sang menteri. Senyumnya, wajahnya, bentuk tubuhnya dari atas hingga bawah, dan akhirnya hamper berbarengan mereka berucap : “Engkau Yusuf !”
“Benarlah ! “Jawab Yusuf, “akulah Yusuf dan inilah adikku Bunyamin. Allah dengan Rahmat-Nya telah mengakhiri penderitaanku dan ujian berat yang telah kualami. Dan dengan rahmat-Nya pula kami dikaruniai rezeki berlimpah ruah dan penghidupan yang sejahtera. Demikianlah barang siapa yang bersabar, bertakwa dan bertawakkal tidaklah akan luput dari pahala dan ganjaran-Nya. “Saudara-saudara Yusuf gemetar mendengar pengakuan itu ? Terbayang kembali perbuatan mereka saat memasukkan Yusuf ke dalam sumur. Mereka kuatir bila Yusuf membalas dendam. Tapi ternyata Yusuf bukanlah orang yang pendendam, mereka dimaafkan. Yusuf kemudian mengambil baju gamisnya dan diserahkan kepada saudara-saudaranya.
“Usapkanlah baju ini pada kedua belah mata ayah, insya Allah beliau dapat melihat kembali. Kemudian ajaklah ayah ke Mesir secepatnya. Aku sudah tak sabar untuk bertemu. “Demikianlah, setelah mereka datang di Palestina, baju gamis Yusuf segera diusapkan di kedua belah mata ayahnya, atas kehendak Allah Nabi Ya’qub yang buta bisa melihat kembali.




Artinya:
92. Dia
(Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu,
mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara
para penyayang"
93. Pergilah kamu dengan membawa baju
gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat
kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku"
94. Tatkala kafilah itu telah ke luar
(dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau
Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan
aku)"
95. Keluarganya berkata: "Demi Allah,
sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu"
96. Tatkala telah tiba pembawa kabar
gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah
dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa
aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".
Nabi ya’qub dan keluarganya kemudian
pindah ke Mesir memenuhi permintaan Yusuf. Kini lengkaplah sudah kebahagiaan
Yusuf karena dapat berkumpul dengan seluruh
keluarganya, Yusuf menaikkan ayah ke singgasananya. Apa yang pernah
diimpikannya dulu sekarang menjadi nyata.

Artinya:
Sesungguhnya
pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai
akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Q.S.Yusuf: 111)
Bab III
Penutup
Kisah Nabi
Yusuf AS diabadikan Allah dalam satu surat khusus dalam Al-Qur’an yang juga
bernama Surat Yusuf. Kisah ini
merupakan kisah terbaik dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Yusuf merupakan kisah
terpanjang di Qur’an yang diceritakan secara berurutan dan dalam satu surat
penuh. Ceritanya sangat manusiawi, artinya sangat mungkin terjadi di kehidupan
saat ini dan bisa menjadi teladan bagi kita yang hidup di zaman sekarang. Kisah
ini berujung pada akhir yang bahagia dan dari sana kita dapat mengambil nilai
penting yaitu bahwa setiap perubahan tidak selalu harus melalui cara
peperangan.
Perubahan bisa dilakukan dengan mengubah suatu
sistem dari dalam. Itulah alasan-alasan mengapa kisah ini menjadi kisah
terbaik. Sebuah kisah yang memberikan banyak nilai bagi kita
terutama untuk menjadi pedoman dalam melakukan perubahan. Kita bisa mengambil
kata kunci dari kisah ini bahwa ketika kita hendak mengubah suatu sistem dari
dalam maka kita harus memiliki kredibilitas kepada penguasa saat itu dengan
cara meningkatkan kapabilitas dan kapasitas intelektual dan moral. Mudahnya,
kita harus menjadi tangan kanan penguasa. Bukan tunduk kepadanya tetapi kita
tunjukkan bahwa diri kita pantas untuk menjadi seorang pemimpin yang adil.
Prinsip dalam mengubah sistem dari dalam ialah kita harus memiliki
perencanaan jangka panjang yang jelas. Pada dasarnya reformasi dilakukan tidak
serta merta seperti revolusi. Ia membutuhkan periode waktu yang bisa jadi
melibatkan banyak generasi. Oleh karena itu diperlukan adanya mentor agar
proses pewarisan antar generasi berjalan dengan baik. Rencana jangka panjang
itu hendaknya disusun secara detail sesuai timeline. Rencana
tersebutlah yang menjadi bingkai kita dalam menjalani proses reformasi.
Ketika kita hendak melakukan perubahan dari dalam maka kita harus
mempersiapkan pula orang-orang yang terbaik. Bukan hanya terbaik, tapi terbaik
dari yang terbaik. Hal ini penting mengingat perubahan ini dilakukan dalam
jangka panjang dan melibatkan banyak orang sehingga dalam proses pewarisannya
harus benar-benar murni secara prinsip dan pemahaman agar antar generasi tidak
salingmiss dan alur perubahan itu tetap terjaga.
Daftar Pustaka
Ø Al-Qur’an
Ø http://www.dakwatuna.com/2013/01/28/27326/kisah-terbaik-dalam-al-quran-nabi-yusuf-as/#axzz3tOeCr9no

Tidak ada komentar:
Posting Komentar