MAKALAH
RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW SEJARAH PERADABAN ISLAM
Mapel Aqidah Akhlaq
![]() |
Nama : Pria Zildian Satriani
Kelas : XI
MTS AL IKHLAS NEGLASARI
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatuwahi
wabarokaatu, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT,karna atas segalah
rahmat dan hidayahnya sehingga makalah agama ini bisa terselesaikan.tak lupa
sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad
SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya
robal alamin.
Berkat rahmat allah yang maha kuasa
kami dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari ibu
guru bidang studi agama tentang “sejarah hidup nabi Muhammad SAW”. Kami
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak
kekurangan dan kesalahan, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini dan
kepada ibu guru agama yaitu ibu ani. Semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kami khususnya pada dunia pendidikan.
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………. 2
BAB I
PENDAHULUAN………………………………………………………………….3
1.1.Latar
Belakang………………………………………………………………… 3
1.2. Permasalahan…………………………………………………………………33. Tujuan………………………………………………………………………………… 3
1.2. Permasalahan…………………………………………………………………33. Tujuan………………………………………………………………………………… 3
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………………. .4
- Sejarah Kelahiran nabi muhammad SAW…………………………………. 4
- Kehidupan Remaja Nabi Muhammad S.A.W……………………………………5
- Pernikahan Nabi Muhammad S.A.W…………………………………………… 6
- Perolehan Gelar Nabi Muhammad S.A.W………………………………………7
- Pengikut Rasulullah Sebagai Umat Islam……………………………………… 9
- Penyebaran Agama Isam…………………………………………………… 10
- Wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib………………………………………11
- Hijrah Ke Madinah………………………………………………………… 12
- Fathul Makkah………………………………………………………………… 15
- Mukjizat Nabi Muhammad S.A.W…………………………………………… 15
- Haji Wada…………………………………………………………………… 16
- Kewafatan Nabi Muhammad S.A.W………………………………………… 17
BAB III
PENUTUP……………………………………………………………………… 17
3.1
kesimpulan……………………………………………………………………. 17
BAB IV DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………. 18
(BAB
I)
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya
kita harus mengetahui sejarah nabi Muhammad SAW baik ketika beliau dalam
berdakwah sampai hijrah ke madinah dan diangkat sebagai Rasul, Oleh karena itu
kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan sejarah dan perjalanan nabi untuk
selalu kita contoh dan kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita
ketahui bersama bahwa umat islam pada saat sekarang ini lebih banyak mengenal
figur-figur yang sebenarnya tidak pantas untuk di contoh dan ironisnya mereka
sama sekali buta akan sejarah dan pri kehidupan Rasulullah SAW. Oleh karena itu
kami mencoba untuk membuka, memaparkan tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, dan
mudah-mudahan dengan adanya makalah ini menambah rasa kecintaan kita pada nabi
Muhammad SAW.
2. Permasalahan
Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W.
- Kehidupan Remaja Nabi Muhammad S.A.W.
- Pernikahan Nabi Muhammad S.A.W.
- Perolehan Gelar Nabi Muhammad S.A.W.
- Pengikut Rasulullah Sebagai Umat Islam
- Penyebaran Agama Isam
- Wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib
- Hijrah Ke Madinah
- Fathul Makkah
- Mukjizat Nabi Muhammad S.A.W.
- Haji Wada
- Kewafatan Nabi Muhammad S.A.W
3. Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun
makalah ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW
dan proses penyebaran agama islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W.
(BAB
2)
PEMBAHASAN
- Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W.
Para penulis sirah (biografi) Muhammad
lahir pada tanggal 20 April 570/ 571 atau12Rabbiul Awal Tahun Gajah,
yaitu tahun 570 M,
yang merupakan tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota
Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan
daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu
pengetahuan. Ibunya bernama Aminah binti Wahab Bapa bayi tersebut bernama
Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat dalam perjalanan dagang di Madinah pada
usianya 20 tahun, yang ketika itu bernama Yastrib, sebelum Muhammad
dilahirkan yaitu sewaktu Muhammad 7 bulan dalam kandungan ibuketika Muhammad
masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan
biri-biri dan seorang budak perempuan bernama UmmuAiman yang
kemudian mengasuh Nabi.
Muhammad disusukan selama beberapa
hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan
wanita dari BanuSa’ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi
bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari BanuSa’ad yang
bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mau menerima
Muhammadkerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa
pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati
keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan
dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Muhammad telah tinggal
selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa Muhammad kembali
kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.
Pada usia dua tahun, Muhammad
didatangi oleh dua orang malaikat yang muncul sebagai lelaki yang berpakaian
putih. Mereka bertanggungjawab untuk membedah Muhammad. Pada ketika itu,
Halimah dan suaminya tidak menyedari akan kejadian tersebut. Hanya anak mereka
yang sebaya menyaksikan kedatangan kedua malaikat tersebut lalu mengkhabarkan
kepada Halimah. Halimah lantas memeriksa keadaan Muhammad, namun tiada kesan
yang aneh ditemui.
Muhammad tinggal di pedalaman bersama
keluarga Halimah selama lima tahun. Selama itu Muhammad mendapat kasih sayang,
kebebasan jiwa dan penjagaan yang baik daripada Halimah dan keluarganya.
Selepas itu Muhammad dibawa pulang kepada kakeknya Abdul Mutallib di Makkah.
Kakek Muhammad, Abdul Mutallib amat
menyayangi Muhammad. Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya
ke Yatsrib (sekarang
Madinah) untuk
mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. mereka ditemani oleh
UmmAiman, budak suruhan perempuan yang ditinggalkan oleh bapa Muhammad.
Muhammad ditunjukkan tempat wafatnya Abdullah serta tempat dia dikuburkan.
Sesudah sebulan mereka berada di
Madinah, Aminah pun bersiap sedia untuk pulang semula ke Makkah. Dia dan
rombongannya kembali ke Makkah menaiki dua ekor unta yang memang dibawa dari
Makkah semasa mereka datang dahulu. Namun begitu, ketika mereka sampai di Abwa,
ibunya pula jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia lalu dikuburkan di situ
juga.
Muhammad dibawa pulang ke Makkah
oleh UmmAiman dengan perasaan yang sangat sedih. Maka jadilah Muhammad sebagai
seorang anak yatim piatu. Tinggallah Muhammad dengan kakek yang dicintainya dan
bapa-bapa saudaranya.
“Bukankah Dia mendapatimu sebagai
seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang
bingung lalu Dia memberikan petunjuk” (Surah Ad-Dhuha, 93: 6-7)
- Kehidupan Remaja Nabi Muhammad S.A.W.
Kegembiraannya bersama kakek
Muhammad tidak bertahan lama. Ketika Muhammad berusia delapan tahun, kakek
Muhammad pula meninggal dunia. Kematian Abdul Mutallib menjadi satu kehilangan
besar bagi Bani Hashim. Dia mempunyai keteguhan hati, berwibawa, pandangan yang
bernas, terhormat dan berpengaruh dikalangan orang Arab. Dia selalu menyediakan
makanan dan minuman kepada para tetamu yang berziarah dan membantu penduduk
Makkah yang dalam kesusahan.
Selepas kewafatan kakek Muhammad,
Abu Talib mengambil alih tugas bapanya untuk menjaga anak saudaranya Muhammad.
Walaupun Abu Talib kurang mampu berbanding saudaranya yang lain, namun dia
mempunyai perasaan yang paling halus dan terhormat di kalangan orang-orang
Quraisy.AbuTalib menyayangi Muhammad seperti dia menyayangi anak-anaknya
sendiri. Dia juga tertarik dengan budi pekerti Muhammad yang mulia.
Pada suatu hari, ketika mereka
berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka
bertemu dengan seorang rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda
kenabian pada Muhammad. Lalu rahib tersebut menasihati Abu Talib supaya tidak
pergi jauh ke daerah Syamkeranadikhuatiri orang-orang Yahudi akan menyakiti
Muhammad sekiranya diketahui tanda-tanda tersebut. Abu Talib mengikut nasihat
rahib tersebut dan dia tidaak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut.
Dia pulang segera ke Makkah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Muhammad juga
telah menjadi sebahagian dari keluarganya. Muhammad mengikut mereka ke pekan-pekan
yang berdekatan dan mendengar sajak-sajak oleh penyair-penyair terkenal dan
pidato-pidato oleh penduduk Yahudi yang anti Arab.
Muhammad juga diberi tugas sebagai
pengembala kambing. Muhammadmengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk
Makkah. Muhammad selalu berfikir dan merenung tentang kejadian alam semasa
menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu Muhammad jauh dari segala pemikiran
manusia nafsu manusia duniawi. Muhammad terhindar daripada perbuatan yang
sia-sia, sesuai dengan gelaran yang diberikan iaitu “Al-Amin”.
- Pernikahan Nabi Muhammad S.A.W. dengan Siti Khadijah
Ketika Muhammad mencapai usia
remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah,
begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang.
Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan
yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan
kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan
cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang
dagangan penduduk Mekkah.
Salah seseorang yang mendengar
tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam
berdagang dengan adalah seorang janda yang
bernama Khadijah.
Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai
seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok
daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk
mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua
kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan
hasil berdagang yang lebih dari biasanya.
Seiring waktu akhirnya Muhammad pun
jatuh cinta kepada Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25
tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun, namun ia masih
memiliki kecantikan yang dapat menawan Muhammad.Khadijah amat tertarik dengan
perwatakan mulia Muhammad dan keupayaanMuhammad sebagai seorang pedagang. Lalu
dia menyatakan rasa hatinya untuk menikah dengan Muhammad. Khadijah itu sangat
gembira apabila Muhammad menerima lamarannya lalu berlangsunglah pernikahan
mereka berdua. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh
Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memilikibudaya yang
lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda.
Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang
yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang
lebih penting. Bermulalah lembaran baru dalam hidup Muhammad dan Khadijah
sebagai suami isteri.
Mempunyai seorang istri yang begitu
lengkap kemuliaannya, dari perkawinan ini Khodijah melahirkan enam orang anak,
dua putra, Qasim, dan Abdulah, yang dipanggil At-Thayyib, dan At-Thahir. Tiga
orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, UmmuKaltsum, dan Fatimah. Kedua
anak laki-lakinya meninggal sebelum Muhammad diutus menjadi Rosul.
- Perolehan Gelar Nabi Muhammad S.A.W.
Ketika Muhammad berusia 35
tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’bah. Akibatnya, tak satu pun
rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding Ka’bah mengalami kerusakan.
Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’bah tapi takut membongkarnya. Walid
bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar
tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya
sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala,
mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka
semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan
kembali Ka’bah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, Dalam
pembangunan kembali Ka’bah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh
secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan
pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini. Ketika dinding Ka’bah telah
dibangun dalam batas ketinggian tertentu, tiba saatnya untuk pemasangan Hajar
Aswad pada tempatnya. Pada tahap ini, muncul perselisihan di kalangan pemimpin
suku. Masing-masing suku merasa bahwa tidak ada suku yang lain yang pantas
melakukan perbuatan yang mulia ini kecuali sukunya sendiri. Karena hal ini,
maka pekerjaan konstruksi tertunda lima hari. Masalah mencapai tahap kritis,
akhirnya seorang tua yang disegani di antara Quraisy, Abu Umayyah bin
MughirahMakhzumi, mengumpulkan para pemimpin Quraisy seraya berkata,”Terimalah
sebagai wasit orang pertama yang masuk melalui Pintu Shafa.” (buku lain
mencatat Bab as-salam). Semua menyetujui gagasan ini. Tiba-tiba Muhammad muncul
dari pintu. Serempak mereka berseru, “Itu Muhammad, al-Amin. Kita setuju ia
menjadi wasit!”
Untuk menyelesaikan pertikaian itu,
Nabi meminta mereka menyediakan selembar kain. Beliau meletakkan Hajar Aswad di
atas kain itu dengan tangannya sendiri, kemudian meminta tiap orang dari empat
sesepuh Mekah memegang setiap sudut kain itu. Ketika Hajar Aswad sudah diangkat
ke dekat pilar, Nabi meletakkannya pada tempatnya dengan tangannya sendiri.
Dengan cara ini, beliau berhasil mengakhiri pertikaian Quraisy yang hampir
pecah menjadi peristiwa berdarah.
Muhammad dapat menyelesaikan masalah
tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan
suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya,
hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya “orang yang
dapat dipercaya”.
Muhammad adalah orang yang percaya
sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup
dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong
yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orangmiskin,
janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan
berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah
membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi,
meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal
sebagai As-Saadiq yang berarti “yang benar”.
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah
masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan
menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira‘ sebuah
gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang
kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu
dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang
senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon
kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan
kebodohan. Dan di tempat inilah Wahyu pertama Allah S.W.T. diturunkan kepada
Nabi Muhammad S.A.W.
Muhammad pertama kali diangkat
menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6
Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibrildatang dan
membacakan surah pertama
dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surahAl-Alaq. Muhammad
diperintahkan untuk membaca ayat yang
telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa
membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi
jawabannya tetap sama. Jibril berkata:
|
“
|
Bacalah dengan menyebut nama
Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama
Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis,
membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq
96: 1-5)
|
”
|
Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan
dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul
disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan
berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun
syamsiah atau tahun masehi (penanggalan
berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali
ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara
bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar
memberinya selimut. Lalu Muhammad menceritakan kejadian yang telah dialaminya
kepada Khadijah dan Khadijah menjadi wanita pertama yang mempercayai kerasulan
Muhammad.
Untuk lebih menenangkan hati
suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga
seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal.
Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci
Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun
berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian
Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûsal-Akbar (Malaikat Jibril) telah
datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan
memusuhi dan melawannya.
Muhammad menerima ayat-ayat Quran
secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan
berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat
Quran turun disertai oleh AsbabunNuzul (sebab/kejadian
yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan
sebagai kompilasi bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran
(bacaan).
Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau
pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam,
hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh
Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada
Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu pengkajian lebih
mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini
kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam
interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya
sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan
bermasyarakat.
- Pengikut Rasulullah Sebagai Umat Islam
Muhammad mengadakan perjamuan
makan dengan kerabatnya, selesai makan, beliau berpaling kepada para sesepuh keluarganya
dan memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan memaklumkan keesaan-Nya. Lalu
beliau berkata,’ Sesungguhnya, pemandu suatu kaum tak pernah berdusta kepada
kaumnya. Saya bersumpah demi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya bahwa saya
diutus oleh Dia sebagai Rosul-Nya, khususnya kepada Anda sekalian dan umumnya
kepada seluruh penghuni dunia. Wahai kerabat saya! Anda sekalian akan mati.
Sesudah itu, seperti Anda tidur, Anda akan dihidupkan kembali dan akan menerima
pahala menurut amal Anda. Imbalannya adalah surga Allah yang abadi (bagi orang
lurus) dan neraka-Nya yang kekal(bagi orang yang berbuat jahat). Lalu beliau
menambahkan, Tak ada manusia yang pernah membawa kebaikan untuk kaumnya
ketimbang apa yang saya bawakan untuk Anda. Saya membawakan kepada Anda rahmat
dunia maupun Akhirat. Tuhan saya memerintahkan kepada saya untuk mengajak Anda
kepada-Nya. Siapakah diantara Anda sekalian yang akan menjadi pendukung saya
sehingga ia akan menjadi saudara, washi (penerima wasiat), dan
khalifah (pengganti) saya?’.
Ketika pidato Nabi mencapai poin
ini, kebisuan total melanda pertemuan itu. Ali, remaja berusia lima belas
tahun, memecahkan kebisuan itu. Ia bangkit seraya berkata dengan mantap,’ Wahai
Nabi Allah, saya siap mendukung Anda.’ Nabi menyuruhnya duduk. Nabi
mengulang tiga kali ucapannya, tapi tak ada yang menyambut kecuali Ali yang
terus melontarkan jawaban yang sama. Beliau lalu berpaling kepada kerabatnya
seraya berkata,’ Pemuda ini adalah saudara, washi, dan khalifah saya diantara
kalian. Dengarkanlah kata-katanya dan ikuti dia”.
Selama tiga tahun pertama sejak
pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas
di kalanganteman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya
reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat
terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini
bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad.
Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa
awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat
dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Setelah
turunnya wahyu memerintahkan Muhammad untuk berdakwah secara terang-terangan,
maka Rasulullah pun mula menyebarkan ajaran Islam secara lebih meluas.
“Maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musyrik.” (Al-Hijr, 15:94)
Muhammad mengumumkan secara terbuka
agama Islam.
Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad.
Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqunal-Awwalun atau Yang
pertama-tama.
- Penyebaran Agama Islam
Sekitar tahun 613 M, tiga
tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan
penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima
sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya
bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat
Mekkah saat itu termasuk Abu Lahab, bapak saudara Muhammad sendiri. Tidak pula
bagi Abu Talib, dia selalu melindungi anak saudaranya itu namun dia sangat
risau akan keselamatan Rasulullah memandangkan tentangan yang hebat dari kaum
Quraisy itu. Lalu dia bertanya tentang rancangan Rasulullah seterusnya. Lantas
jawab Rasulullah yang bermaksud:
“Wahai bapa saudaraku, andai matahari
diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan
seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga agama Allah ini meluas ke
segala penjuru atau aku binasa kerananya”
Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan
bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah,
akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan
kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad
dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan dan
dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut,
ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian
menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan
kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik
kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad,
penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk
mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi
semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan
sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk
ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu
sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad
mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah
satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi,
seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir
seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah)
ke Habsyah(sekarang Ethiophia).Negus atau
raja Habsyah,memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan
melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada
tahun 622 hijrah
ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara
Mekkah.
- Wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib
Rasulullah amat sedih melihat
tingkahlaku manusia ketika itu terutama kaum Quraisykerana Muhammad tahu akan
akibat yang akan diterima oleh mereka nanti. Kesedihan itu makin bertambah
apabila isteri kesayangannya wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya.
IsteriMuhammadlah yang tidak pernah jemu membantu menyebarkan Islam dan
mengorbankan jiwa serta hartanya untuk Islam. Dia juga tidak jemu menghiburkan
Rasulullah di saat Muhammad dirundung kesedihan.
Selama hidupnya Muhammad menikah
dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini).
Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun
hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,sehingga
saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya)
disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanya untuk menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana
Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat
menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang,
dimana sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.
Sebagian besar perkawinan itu
dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau
memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk
menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).
Pada tahun itu juga bapa saudara
Muhammad Abu Talib yang mengasuhnya sejak kecil juga meninggal dunia. Maka
bertambahlah kesedihan yang dirasai oleh Rasulullah kerana kehilangan
orang-orang yang amat disayangi oleh Muhammad
- Hijrah Ke Madinah
Masyarakat Arab dari berbagai
suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk
beziarah ke Bait Allah atau Ka’bah, mereka menjalankan
berbagai tradisi keagamaan
dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk
menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya
ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka
menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam
dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara
sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk
melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan
masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di
tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang
saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka
mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan
situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Tekanan
daripada orang-orang kafir terhadap perjuangan Rasulullah semakin hebat selepas
Kepergian Khadijah dan Abu Thalib. Maka Rasulullah mengambil keputusan untuk
berhijrah ke Madinah berikutan ancaman daripada kafir Quraisy untuk membunuh
Muhammad.Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke
Yastribpada tahun 622 M.
Mengetahui bahwa banyak pemeluk
Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah
berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke
Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke
daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia
dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian,
akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah
kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah
atau Madinatun Nabi (kota Nabi).
Di bulan RobiulAwwal tahun ini, saat
hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah
kecuali Nabi, Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau
karena sakit,dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah
akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan
masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak dapat menuntut
balas atas kematian Muhammad. Jibril datang memberitahu Nabi tentang rencana
kejam kaum kafir itu. Al-Qur’an merujuk pada kejadian itu dengan kata-kata,
“Dan [ingatlah] ketika
orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk
menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan
tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas
tipu daya.”
Ali berbaring melewati cobaan yang
mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Nabi, sejak sore. Ia bukan
orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani
mengorbankan nyawanya untuk sang Nabi, ia, yang bersama Khodijah adalah orang
yang pertama-tama beriman kepada Nabi, dialah orang yang rela berkorban untuk
Nabi, Ali. Kepadanya Nabi berkata,’Tidurlah di ranjang saya malam ini dan
tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh
telah bersekongkol membunuh saya. Saya harus berhijrah ke Yastrib. Ali
menempati ranjang Nabi sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat
puluh orang mengepung rumah nabi dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat
keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di
kamar itu adalah Nabi.
Kini tiba fajar. Semangat dan gairah
besar tampak di kalangan musyrik itu. Mereka begitu yakin akan segera berhasil.
Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara
gaduh. Serentak Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan
selimutnya lalu berkata dengan sangat tenang, ’Apa yang terjadi ?’ Mereka
menjawab,’Kami mencari Muhammad. Di mana dia?’ Ali berkata, ’Apakah anda
menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada
Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah.’ Muhammad telah pergi jauh di
luar pengetahuan mereka.
Nabi, tiba di Quba tanggal 12
RabiulAwwal, dan tinggal di rumah UmmuKultsumibnal-Hadam. Sejumlah Muhajirin
dan Ansor sedang menunggu kedatangan Nabi. Beliau tinggal di situ sampai akhir
pekan. Sebagian orang mendesak agar beliau segera berangkat ke Madinah, tetapi
beliau menunggu kedatangan Ali. Orang Quraisy mengetahui hijrahnya Ali dan
rombongannya diantaranya ialah Fatimah, puteri Nabi, Fatimah binti Asad dan
Fatimah binti Hamzah bin Abdul Mutholib karena itu, mereka memburunya dan
berhadap-hadapan dengan dia di daerah Zajnan. Perselisihan pun terjadi dan Ali
berkata Barangsiapa menghendaki tubuhnya terpotong-potong dan darahnya
tumpah, majulah! Tanda marah nampak di wajahnya. Orang-orang Quraisy yang
merasa bahwa masalah telah menjadi serius, mengambil sikap damai dan berbalik
pulang.’ Ketika Ali tiba di Quba, kakinya berdarah, dikarenakan menempuh
perjalanan Makkah Madinah dengan berjalan kaki. Nabi dikabari bahwa, Ali telah
tiba tapi tak mampu menghadap beliau. Segera nabi ke tempat Ali lalu
merangkulnya. Ketika melihat kaki Ali membengkak, air mata Nabi menetes”.
Rasulullah disambut dengan meriahnya
oleh para penduduk Madinah. Mereka disebut kaum Muhajirin dan penduduk-penduduk
Madinah disebut golongan Ansar. Seruan Muhammad diterima baik oleh kebanyakan
para penduduk Madinah dan sebuah negara Islam didirikan di bawah pimpinan
Rasulullass.a.wsendiri.Di Madinah,
pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas
beribadah (salat)
dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristendan Yahudi. Dalam
periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian
serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan seperti Perang Badar (623
M/2 H), Perang Uhud (624 M/3 H), Perang Khandak (626 M/5 H) dan Perang Tabuk
(630 M/9 H), akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam
yang saat itu telah bersatu di Madinah.
- Fathul Makkah
Tahun kedelapan Hijrah, perjanjian
Hudaibiyah dikhianati oleh orang-orang Quraisymekah, Nabi segera mengeluarkan
perintah kesiagaan umum. Beliau siapkan pasukan besar yang belum pernah
disaksikan kehebatannya selama ini. Ketika pasukan telah lengkap dan siap
bergerak, Nabi pun menyampaikan bahwa sasarannya adalah Mekah. Pasukan bergerak
laksana migrasi kawanan burung menuju arah selatan. Nabi memerintahkan kepada
pasukannya yang berjumlah 10.000 orang untuk membagi diri, dan menyalakan api
unggun di malam hari agar pasukan musuh melihat betapa besar pasukan musuh
tersebut.
Di dekat kuburan Abu Tholib dan
Khodijah yang terletak di punggung Mekah, kaum muslimin membuat kubah untuk
Nabi. Dari kubah inilah Nabi mengamati dengan cermat arus pasukan Islam yang
masuk ke kota dari empat penjuru.
Makkah membisu di depan Nabi dan
pendukungnya dan tidak lagi menyerukan teriakan Firaun-firaun, digantikan hiruk
pikuk suara 10.000 prajurit Muslim yang menggema yang seakan-akan sedang
menunggu kedatangan sahabatnya
Gua itu menatap kepada orang yang
dulu berada dalam perutnya dalam keadaan terusir yang kini telah berdiri tegap
dengan gagah dan dikelilingi puluhan ribu pengikut dan pembelanya.
Nabi memasuki Mekah dan bertawaf,
menghancurkan berhala-berhala bersama al-Washi, tidak ada darah yang tertumpah.
Orang-orang Quraisy yang berada di Makkah menunggu bibir Muhammad berucap
tentang mereka, apakah yang akan terjadi pada mereka, namun bibir itu begitu
mulia untuk menjatuhkan hukuman, ia memberikan kepada mereka yang telah
memeranginya pengampunan dan beliau berkata “ Pergilah, Anda semua adalah
orang-orang yang dibebaskan!’
- Mukjizat Nabi Muhammad S.A.W.
Seperti nabi dan rasul sebelumnya,
Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi,
seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah
dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi,
dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan
remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama
kenabiannya.
Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat
terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an, yaitu
kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu
yang masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur’an hal itu
berubah total karena Qur’an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan
dasar-dasar nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban
serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab,
serta pada masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat
perabadan tertinggi di dunia pada masanya.
Mukjizat lain yang tercatat dan
diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi’raj dari
Madinah menuju Yerusalem dalam
waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah
kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta masih menjadi panutan
para pemeluk Islam hingga saat ini.
- Haji Wada
Tahun kesebelas Hijrah, haji pertama
Nabi dan kaum Muslimin tanpa ada seorang musrik pun yang ikut didalamnya, untuk
pertama kalinya pula, lebih dari 10.000 orang berkumpul di Madinah dan
sekitarnya, menyertai Nabi melakukan perjalanan ke Makkah, dan sekaligus inilah
haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi. Rombongan haji meninggalkan Madinah
tanggal 25 Dzulqaidah , Nabi disertai semua isterinya, menginap satu malam di
DziAl-Hulaifah, kemudian melakukan Ihram sepanjang Subuh, dan mulai bergerak…
seluruh padang terisi gema suara mereka yang mengucapkan,’Labbaik, Allahummalabaik…
Labbaik, la syarikalaka, ! Aku datang memenuhi
panggilanmu, Allahumma, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu.
Tiada sekutu bagi-Mu…Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Segala
puji, kenikmatan, dan kemaharajaan, hanya bagi-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu… Labbaik, aku
datang memenuhi panggilan-Mu…’ Langit, hingga hari itu, belum pernah
menyaksikan pemandangan di muka bumi seperti yang ada pada saat itu. Lebih dari
100.000 orang, laki-laki dan perempuan dibawah sengatan Matahari yang amat
terik dan di padang pasir yang sebelumnya tak pernah dikenal orang bergerak
menuju satu arah. Medan ini merupakan lukisan paling indah dari satu warna
yang menghiasi kehidupan manusia. Rombongan itu masuk Mekah 4 Dzulhijjah.
Matahari tepat di tengah siang hari
itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala
semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan
perempuan yang mengelilinginya. Nabi memulai pidatonya, Rosulullah
berkata,’Tahukah kalian, bulan apa ini ?’
Mereka serentak menjawab,’Bulan
Haram!’……..’Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak
tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di
tempat ini, untuk selama-lamanya… Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan
hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana
diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui
Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini.
Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan
kepada orang yang berhak menerimanya…..’
Akar-akar syirik telah dihapuskan
dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat
berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian
yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja,
rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.
- Kewafatan Nabi Muhammad S.A.W
Muhammad telah wafat pada tanggal 12
Rabiul Awal tahun 11 Hijrah atau 8 Juni 632 di Madinah pada
usia 63 tahun. Muhammad wafat setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai rasul
dan pemimpin negara. Muhammad berjaya membawa manusia ke jalan yang benar dan
menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berilmu dan berkebolehan.
Rasulullah adalah contoh terbaik bagi semua manusia sepanjang zaman.
(BAB
III)
KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini adalah
bahwa sanya nabi Muhammad S.A.W. merupakan nabi dan rasul yang diutus kepada
manusia untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus dengan perjuangan
yang gigih. Beliau berhasil merubah kebiasaan umat manusia dari keburukan
kepada jalan kebenaran untuk menyembah allah swt.
Dan bagaimana kita sebagai umat
islam untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri taulaadan bagi kita dalam
kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan
bernegara.
Adapun saran penulis kepada pembaca
agar dapat lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, proses
turunnya wahyu yang pertama, hijrahnya nabi ke Madinah, dan proses pembentukan
Negara Madinah sekaligus dapat mengetahui proses penyebaran agama islam yang
dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Selain dari pada itu, bila terdapat
kesalahan kami mohon maaf karena masih dalam proses pembelajaran.
(BAB
IV)
DAFTAR
PUSTAKA
- Buku “Sejarah Nabi Muhammad” Karya Ibnu Katsir
- Buku “Sejarah Hidup Muhammad” Karya Muhammad Hussain Haekal, Penerbit Litera Antarnusa
- Modul Pendidikan Agama Islam Kelas XII MAN Selat Tengah Kuala Kapuas
- Buku “Sejarah Hidup Nabi Muhammad Mencintai dan Meneladani Akhlak Rasulullah S.A.W.” karya Irham Sya’roni dan Ulfah En’ha Penerbit Idea Word Kidz
- Buku “Ulul Azmi Kisah Istimewa 5 Rasul Pilihan” karya Irham Sya’roni dan Ulfah En’ha Penerbit Idea Word Kidz

Tidak ada komentar:
Posting Komentar